Tentukan Awal Ramadan, FSH Gunakan Teropong Bintang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung FSH, BERITA UIN Online–Untuk menentukan awal puasa Ramadan, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta tidak hanya menggunakan metode hisab, tetapi juga menggunakan metode ru’yat al-hilal (melihat bulan).

Untuk metode hisab, biasa dipelajari di kelas. Tapi, untuk melihat bulan FSH telah menggunakan teropong bintang kelas tinggi. “Kita sudah punya teropong bintang. Alat ini bisa melihat tujuh planet di angkasa,” papar Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Dr Zaenal Aripin kepada BERITA UIN di ruang kerjanya, Gedung FSH Lt. 2, Rabu (18/4).

Menurutnya, sebelum punya alat buatan Boscha Bandung itu, praktikum Ilmu Falak mahasiswa FSH dan pembimbingnya biasa menggunakan teledoloit. Alat ini tentunya sangat tidak memadai, karena jangkauan penglihatannya terbatas.

Untuk kepentingan pengembangan Ilmu Falak itu, sambung dia, FSH bertekad memiliki teropong bintang yang sudah lazim digunakan para pakar astronomi. “Alhamdulillah Oktober 2011 kita bisa membelinya,”kata Zaenal.

Meskipun para pembimbing Ilmu Falak FSH bukan berlatar belakang sarjana astronomi, mereka tidak canggung menggunakannya. Pasalnya, jelas dia, para pembimbing itu telah mendapatkan pelatihan penggunaan teropong bintang itu dari Boscha langsung.

Zaenal menambahkan, alat seharga Rp 10 juta itu telah digunakan praktikum di beberapa tempat, antara lain di Sukabumi dan Anyer. “Selain menentukan awal bulan, kita juga sudah bisa menentukan awal Ramadan dengan akurasi yang cukup tinggi,”imbuhnya mempromosikan. (D. Antariksa)