Temukan Balon, Tukang Ojek Dapat TV

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Entah mimpi apa yang dialami Rajudin (38), warga Desa Cibeureum, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ia tiba-tiba mendapatkan hadiah berupa pesawat TV dari UIN Jakarta. Tak hanya itu, ia juga menerima bonus uang sebesar Rp 200.000.

Rajudin seperti tak kuasa menahan haru saat Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyerahkan sebuah pesawat TV berukuran 14 inchi, ditambah uang kadeudeuh sebesar Rp 200.000. Bola matanya tampak berkaca-kaca, sementara bibirnya hanya terkatup diam.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ini adalah orang pertama yang ditengarai menemukan “balon keberuntungan” pada rangkaian acara HUT ADIA-IAIN-UIN ke-51 dan HUT UIN Jakarta ke-6. Salah satu dari kegiatan itu berupa gerak jalan sehat yang diikuti sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa di lapangan Student Center pada 20 Mei 2008 lalu.

Untuk menandai gerak jalan, yang dimulai sekitar pukul 07.00, acara pun dibarengi dengan pelepasan sejumlah balon ke udara oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari. Turut bersama balon, sebuah spanduk mini bertuliskan HUT ADIA-IAIN-UIN ke-51 dan HUT UIN Jakarta ke-6 Tahun 2008 serta sebuah amplop surat yang berisikan informasi hadiah TV bagi yang menemukan balon.

Hari itu juga, balon kemudian jatuh di Desa Pasir Kemang, Maja, Lebak, Banten dan ditemukan oleh Rajudin. Menurut dia, balon ditemukan sekitar pukul 16.00 sore, yang tersangkut di atas pohon dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Ceritanya berawal ketika Rajudin pulang sehabis mengantarkan seorang penumpangnya sejauh satu kilometer. Sebelum kembali ke tempat mangkalnya, ia terlebih dahulu melepas lelah di pinggiran jalan. Selang tak lama beristirahat, Rajudin melihat ada sejumlah balon yang tersangkut di pohon. Tertarik dengan balon itu, ia pun berniat mengambilnya.

“Waktu balon diambil, saya melihat ada kertas amplop yang dilekatkan di spanduknya. Saya kemudian membuka amplop yang berisikan secarik kertas berkop UIN Jakarta disertai tulisan tentang hadiah TV bagi siapa yang menemukan balon itu,” paparnya. Antara percaya dan tidak, Rajudin lalu bergegas pulang untuk memberitahukan penemuan “balon keberuntungan” itu kepada keluarganya.

Dua hari kemudian, tepatnya 22 Mei 2008, ayah empat anak ini berangkat menuju kampus UIN Jakarta dengan mengendarai kereta api dari kampung halamannya untuk mengambil hadiah.

“Saya hanya bisa meng-ucapkan terima kasih,” ungkap Rajudin, seusai menerima hadiah yang diberikan Rektor di Ruang Rektor pada 22 Mei 2008 dengan disaksikan Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, Kepala Biro AUK Drs H Hamid Solihin MPd, Kepala Biro PKSI Drs H Abdul Malik, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr Syopiansyah Jayaputra, dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sains dan Teknologi Drs Tabah Rosyadi MA. (ns)

Temukan Balon, Tukang Ojek Dapat TV

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Entah mimpi apa yang dialami Rajudin (38), warga Desa Cibeureum, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ia tiba-tiba mendapatkan hadiah berupa pesawat TV dari UIN Jakarta. Tak hanya itu, ia juga menerima bonus uang sebesar Rp 200.000.

Rajudin seperti tak kuasa menahan haru saat Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyerahkan sebuah pesawat TV berukuran 14 inchi, ditambah uang kadeudeuh sebesar Rp 200.000. Bola matanya tampak berkaca-kaca, sementara bibirnya hanya terkatup diam.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ini adalah orang pertama yang ditengarai menemukan “balon keberuntungan” pada rangkaian acara HUT ADIA-IAIN-UIN ke-51 dan HUT UIN Jakarta ke-6. Salah satu dari kegiatan itu berupa gerak jalan sehat yang diikuti sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa di lapangan Student Center pada 20 Mei 2008 lalu.

Untuk menandai gerak jalan, yang dimulai sekitar pukul 07.00, acara pun dibarengi dengan pelepasan sejumlah balon ke udara oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari. Turut bersama balon, sebuah spanduk mini bertuliskan HUT ADIA-IAIN-UIN ke-51 dan HUT UIN Jakarta ke-6 Tahun 2008 serta sebuah amplop surat yang berisikan informasi hadiah TV bagi yang menemukan balon.

Hari itu juga, balon kemudian jatuh di Desa Pasir Kemang, Maja, Lebak, Banten dan ditemukan oleh Rajudin. Menurut dia, balon ditemukan sekitar pukul 16.00 sore, yang tersangkut di atas pohon dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Ceritanya berawal ketika Rajudin pulang sehabis mengantarkan seorang penumpangnya sejauh satu kilometer. Sebelum kembali ke tempat mangkalnya, ia terlebih dahulu melepas lelah di pinggiran jalan. Selang tak lama beristirahat, Rajudin melihat ada sejumlah balon yang tersangkut di pohon. Tertarik dengan balon itu, ia pun berniat mengambilnya.

“Waktu balon diambil, saya melihat ada kertas amplop yang dilekatkan di spanduknya. Saya kemudian membuka amplop yang berisikan secarik kertas berkop UIN Jakarta disertai tulisan tentang hadiah TV bagi siapa yang menemukan balon itu,” paparnya. Antara percaya dan tidak, Rajudin lalu bergegas pulang untuk memberitahukan penemuan “balon keberuntungan” itu kepada keluarganya.

Dua hari kemudian, tepatnya 22 Mei 2008, ayah empat anak ini berangkat menuju kampus UIN Jakarta dengan mengendarai kereta api dari kampung halamannya untuk mengambil hadiah.

“Saya hanya bisa meng-ucapkan terima kasih,” ungkap Rajudin, seusai menerima hadiah yang diberikan Rektor di Ruang Rektor pada 22 Mei 2008 dengan disaksikan Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, Kepala Biro AUK Drs H Hamid Solihin MPd, Kepala Biro PKSI Drs H Abdul Malik, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr Syopiansyah Jayaputra, dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sains dan Teknologi Drs Tabah Rosyadi MA. (ns)