Tarif Parkir Mulai Diberlakukan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus I, UIN Online – Tarif parkir masuk kampus I UIN Kamis (1/10) ini mulai diberlakukan. Namun, pemberlakuan tarif tersebut untuk sementara hanya dikenakan bagi pengendara motor.

Sejak sekitar pukul 09.00, sejumlah petugas parkir dari CV Dumparking mulai meretribusi setiap pengendara motor yang keluar kampus. Tarif yang besarnya Rp 500 per sekali masuk itu, berlaku untuk seluruh pengendara motor baik mahasiswa, pegawai maupun umum.

“Mobil belum kita berlakukan karena penerapannya direncanakan bertahap,” ujar salah satu petugas parkir yang enggan disebut jatidirinya.

Selama dua pekan, CV Dumparking telah melakukan uji coba mengenai penerapan sistem perparkiran baru di kampus I UIN. Selain uji coba, juga bertujuan untuk sosialisasi sehingga diketahui seluruh warga kampus termasuk tamu.

Pada hari pertama pemberlakuan tarif, sejumlah pengendara, yang sebagian besar mahasiswa, mengaku masih belum banyak mengetahui. Hal itu terlihat dari banyaknya pengendara yang mengajukan pertanyaan kepada petugas keamanan di pintu keluar. “Saya belum tahu jika hari ini mulai diberlakukan tarif,” kata seorang pengendara.

Namun, keadaan itu tidak berlangsung lama karena setelah itu pengendara banyak yang memaklumi.

Penerapan sistem perparkiran baru dengan menggunakan tenaga outsourcing bertujuan agar masalah perparkiran di UIN terkelola dengan baik. Penerapan manajemen ini hanya berlaku di kampus I dengan jumlah kendaraan cukup padat. (ns)

 

Tarif Parkir Mulai Diberlakukan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus I, UIN Online – Tarif parkir masuk kampus I UIN Kamis (1/10) ini mulai diberlakukan. Namun, pemberlakuan tarif tersebut untuk sementara hanya dikenakan bagi pengendara motor.

Sejak sekitar pukul 09.00, sejumlah petugas parkir dari CV Dumparking mulai meretribusi setiap pengendara motor yang keluar kampus. Tarif yang besarnya Rp 500 per sekali masuk itu, berlaku untuk seluruh pengendara motor baik mahasiswa, pegawai maupun umum.

“Mobil belum kita berlakukan karena penerapannya direncanakan bertahap,” ujar salah satu petugas parkir yang enggan disebut jatidirinya.

Selama dua pekan, CV Dumparking telah melakukan uji coba mengenai penerapan sistem perparkiran baru di kampus I UIN. Selain uji coba, juga bertujuan untuk sosialisasi sehingga diketahui seluruh warga kampus termasuk tamu.

Pada hari pertama pemberlakuan tarif, sejumlah pengendara, yang sebagian besar mahasiswa, mengaku masih belum banyak mengetahui. Hal itu terlihat dari banyaknya pengendara yang mengajukan pertanyaan kepada petugas keamanan di pintu keluar. “Saya belum tahu jika hari ini mulai diberlakukan tarif,” kata seorang pengendara.

Namun, keadaan itu tidak berlangsung lama karena setelah itu pengendara banyak yang memaklumi.

Penerapan sistem perparkiran baru dengan menggunakan tenaga outsourcing bertujuan agar masalah perparkiran di UIN terkelola dengan baik. Penerapan manajemen ini hanya berlaku di kampus I dengan jumlah kendaraan cukup padat. (ns)