Tari Sama’, Tarian Para Pecinta Ilahi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

 

Auditorium Utama, UINJKT Online — Banyak cara yang dikembangkan para sufi untuk sampai pada Tuhan. Salah satunya melalui tarian sama’ yang dikembangkan Maulana Jalaluddin Rumi. Tarian sama’ adalah tarian sufistik yang diperagakan sedemikian rupa sebagai salah satu sarana berzikir kepada Allah.

 

Tarian ini terus dikembangkan Tarekat Mawlawiyah atau Mevlevi, yang kemudian menjadi seni yang dipertontonkan keseluruh dunia dan dikenal Mevlevi Sema Ceremony. Termasuk saat berlangsung Dialog seni dalam Tasawuf “Pesan Sufistik dalam Tari” di Auditorium Utama, Rabu (3/6). Dalam dialog ini tarian sama’ sempat dipertontonkan di hadapan ratusan peserta.

 

“Ini acara yang dahsyat. Biasanya auditorium digunakan untuk kegiatan ilmiah. Tapi saat ini digunakan untuk majelis taklim,” kata Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar saat membuka acara tersebut.

 

Arif Hamdani, Direktur Haqqani Sufi Institute of Indonesia, menyatakan, tarian sama’ merupakan wujud cinta terhadap Allah dan Rasulullah. “Tanpa cinta hidup ini akan kehilangan makna.tarian ini dilakukan dengan cinta untuk membawa cinta,”jelasnya.

 

Tarekat Naqsybandiyah Haqqani, menurut Arif Hamdani, masuk ke Indonesia tahun 1996. Tujuannya untuk membawa cinta ke tengah masyarakat. Cinta kepada Tuhan, Rasulullah, keluarga dan sesama.

 

“Kami menari di cafe, hotel dan tempat lain untuk membawa ajaran cinta ini,” pungkasnya.

Tari Sama’, Tarian Para Pecinta Ilahi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

 

Auditorium Utama, UINJKT Online — Banyak cara yang dikembangkan para sufi untuk sampai pada Tuhan. Salah satunya melalui tarian sama’ yang dikembangkan Maulana Jalaluddin Rumi. Tarian sama’ adalah tarian sufistik yang diperagakan sedemikian rupa sebagai salah satu sarana berzikir kepada Allah.

 

Tarian ini terus dikembangkan Tarekat Mawlawiyah atau Mevlevi, yang kemudian menjadi seni yang dipertontonkan keseluruh dunia dan dikenal Mevlevi Sema Ceremony. Termasuk saat berlangsung Dialog seni dalam Tasawuf “Pesan Sufistik dalam Tari” di Auditorium Utama, Rabu (3/6). Dalam dialog ini tarian sama’ sempat dipertontonkan di hadapan ratusan peserta.

 

“Ini acara yang dahsyat. Biasanya auditorium digunakan untuk kegiatan ilmiah. Tapi saat ini digunakan untuk majelis taklim,” kata Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar saat membuka acara tersebut.

 

Arif Hamdani, Direktur Haqqani Sufi Institute of Indonesia, menyatakan, tarian sama’ merupakan wujud cinta terhadap Allah dan Rasulullah. “Tanpa cinta hidup ini akan kehilangan makna.tarian ini dilakukan dengan cinta untuk membawa cinta,”jelasnya.

 

Tarekat Naqsybandiyah Haqqani, menurut Arif Hamdani, masuk ke Indonesia tahun 1996. Tujuannya untuk membawa cinta ke tengah masyarakat. Cinta kepada Tuhan, Rasulullah, keluarga dan sesama.

 

“Kami menari di cafe, hotel dan tempat lain untuk membawa ajaran cinta ini,” pungkasnya.