Taqwa Buah dari Iman

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin 

 

Masjid Al Jamiah, UIN Online - Taqwa merupakan karakter, sikap, perilaku atau kebiasaan. Maka seseorang yang ingin bertaqwa terhadap Allah SWT, diupayakan beriman terlebih dahulu, karena taqwa merupakan buah dari keimanan.

 

“Taqwa adalah buah dari keimanan yang mendalam yang melahirkan ketaatan, ibadah, harapan dan ketakutan mutlak kepada sang Pencipta, yakni Allah SWT saat menjalankan kehidupan di dunia yang fana ini,” ucap Dr Atik Susilo saat Khutbah Jumat di hadapan sivitas akademika di Masjid Al Jamiah Student Center, Jumat (4/9).

 

Jika seseorang ingin bertaqwa, lanjut dia, salah satu syariat yang diperintahkan dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 183 yaitu puasa. Karena itu, di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini, diupayakan umat Muslim memperbanyak beribadah kepada Allah SWT. “Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, ampunan, dan lipatan pahala bagi yang menjalankan  kewajiban Allah SWT dan sunah Rasulallah SAW”, kata Ketua Pusat Bahasa UIN itu.

 

Atiq juga menyinggung tentang karakter orang yang bertaqwa yaitu mampu mengendalikan diri dari dosa, khusyu ketika salat, rajin berinfak, mengamalkan ilmu, dan memaafkan orang lain.

 

Karakter lain orang bertaqwa, tambah dia, adalah sebagaimana disebut dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 3-5 dan ayat 177 serta surat Ali Imran ayat 133-138. “Dalam ayat-ayat tersebut orang yang bertakwa dicirikan menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk, memahami konsep keimanan dengan benar, menegakkan zakat, memiliki moralitas tinggi, bersabar di kala sulit,  banyak berzikir, dan selalu bermuhasabah di hadapan Allah. []

Taqwa Buah dari Iman

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin 

 

Masjid Al Jamiah, UIN Online - Taqwa merupakan karakter, sikap, perilaku atau kebiasaan. Maka seseorang yang ingin bertaqwa terhadap Allah SWT, diupayakan beriman terlebih dahulu, karena taqwa merupakan buah dari keimanan.

 

“Taqwa adalah buah dari keimanan yang mendalam yang melahirkan ketaatan, ibadah, harapan dan ketakutan mutlak kepada sang Pencipta, yakni Allah SWT saat menjalankan kehidupan di dunia yang fana ini,” ucap Dr Atik Susilo saat Khutbah Jumat di hadapan sivitas akademika di Masjid Al Jamiah Student Center, Jumat (4/9).

 

Jika seseorang ingin bertaqwa, lanjut dia, salah satu syariat yang diperintahkan dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 183 yaitu puasa. Karena itu, di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini, diupayakan umat Muslim memperbanyak beribadah kepada Allah SWT. “Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, ampunan, dan lipatan pahala bagi yang menjalankan  kewajiban Allah SWT dan sunah Rasulallah SAW”, kata Ketua Pusat Bahasa UIN itu.

 

Atiq juga menyinggung tentang karakter orang yang bertaqwa yaitu mampu mengendalikan diri dari dosa, khusyu ketika salat, rajin berinfak, mengamalkan ilmu, dan memaafkan orang lain.

 

Karakter lain orang bertaqwa, tambah dia, adalah sebagaimana disebut dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 3-5 dan ayat 177 serta surat Ali Imran ayat 133-138. “Dalam ayat-ayat tersebut orang yang bertakwa dicirikan menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk, memahami konsep keimanan dengan benar, menegakkan zakat, memiliki moralitas tinggi, bersabar di kala sulit,  banyak berzikir, dan selalu bermuhasabah di hadapan Allah. []