UKM LDK Syahid UIN Jakarta bekerjasama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar diskusi publik bertema “Operasi Bina Waspada Jaya 2017,” Senin (11/9/2017) di Ruang Diorama Auditorium Harun Nasution

Auditorium Harun Nasution, BERITA UIN Online– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid UIN Jakarta bersama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (RI) akan bersinergi dalam menangkal Radikalisme dan terorisme dengan menanamkan nilai-nilai pancasila.

Untuk itu, Kepolisian Negara RI bersama dengan UIN Jakarta mengadakan diskusi publik bertema “Operasi Bina Waspada Jaya 2017,” Senin (11/9/2017) di Ruang Diorama Auditorium Harun Nasution. Demikian dilansir dari Penelehnews.Com.

“Mahasiswa UIN Jakarta adalah  mahasiswa Islam yang bisa memperbaiki dan menyembuhkan benih benih terorisme dan radikalisme,” kata AKBP Metro Jaya 5 September 2017 lalu.

Karena, menurutnya, sebab utama terjadinya radikalisme dan terorisme adalah kurangnya pemahaman ilmu agama.

LDK Syahid sebagai organisasi yang bernafaskan Islam pun akan turut andil dalam pemberantasan Radikalisme dan Terorisme di Indonesia.

“Islam adalah agama yang damai dan Indonesia adalah negara yang harus dijaga kesatuannya,” ungkap Mus’ab Izzudin, ketua LDK Syahid.

Menurut Mus’ab, NKRI adalah negara yang penuh dengan toleransi walaupun Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia.

“Kami tetap menjaga toleransi antar agama salah satunya adalah pada saat aksi 212 umat Islam membantu orang yang mau melangsungkan pernikahan di gereja Katedral,” tambahnya menegaskan.

Mus’ab juga berharap kepolisian agar melibatkan mahasiswa dalam menjaga keutuhan NKRI dan implementasi program kerja LDK Syahid.

Diskusi Publik yang diadakan oleh UIN Syarif Hidayatullah bekerja sama dengan Kepolisisan Negara Republik Indonesia dihadiri oleh semua forum UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) UIN Jakarta. (penelehnews.com/mf)

Share This