Gedung Rekorat BERITA UIN Online – Masa awal perkuliahan semester genap bagi mahasiswa program S1, S2, dan S3 tahun akademik 2017/2018 mengalami perubahan jadwal. Jika tahun sebelumnya selalu dimulai pada awal Maret, tahun depan justru akan dimulai pada awal Februari. Pergeseran jadwal perkuliahan semester genap yang maju lebih cepat satu bulan tersebut dikarenakan untuk menghindari ujian akhir di bulan Ramadlan.

 “Jika ujian memasuki bulan Ramadlan seperti tahun lalu, suasananya terasa kurang kondusif. Bahkan tak sedikit di antara para dosen yang kemudian harus mempercepat ujian semesternya (ujian semester akhir/UAS, Red) sebelum memasuki bulan suci tersebut,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Fadhilah Suralaga kepada BERITA UIN Online di ruang kerjanya, Senin (18/12/2017).

Sesuai Kalender Akademik, perkuliahan semester genap tahun akademik 2016/2017 lalu dimulai pada awal Maret 2017 dan semester ganjil tahun akademik 2017/2018 pada awal September 2017. Namun, mulai tahun akademik 2017/2018 mendatang, semester genap dimajukan menjadi awal Februari 2018.

Perubahan jadwal perkuliahan semester genap dari awal Maret ke Februari di tahun depan, menurut Fadhilah, sifatnya hanya tentatif dan berlaku bagi mahasiswa program S1.

“Tahun akademik 2018/2019 mendatang, awal perkuliahan untuk semester genap di tahun 2019 akan kembali ke awal Maret. Untuk mahasiswa pascasarjana, terutama program S2 dan S3 Sekolah Pascasarjana, awal perkuliahan semester genap tersebut dapat saja menyesuaikan atau bersifat fleksibel,” jelasnya.

Perkuliahan setiap semester berlangsung selama sekitar empat bulan atau 16 kali pertemuan (tatap muka). Pada tahun akademik 2017/2018, awal perkuliahan semester genap berlangsung antara 1 Februari hingga 11 Mei 2018. Sedangkan untuk semester ganjil tahun akademik 2018/2019, berlangsung antara 3 September hingga 22 Desember 2018.

 “Tapi untuk tahun akademik 2018/2019 mendatang, masa awal perkuliahan semester genap kembali menjadi di awal bulan Maret. Hal itu mengingat karena ada pergeseran bulan Ramadlan,” ujarnya.

Semester Antara

Selain perkuliahan program reguler, UIN Jakarta juga membuka program perkuliahan Semester Antara (SA) (dahulu Semester Pendek/SP, Red). Program ini disediakan bagi mahasiswa program reguler yang memiliki masalah dengan nilai, misalnya tidak lulus atau nilai kurang dari batas minimal pada mata kuliah berjalan.

Program SA memberikan kesempatan bagi mahasiswa tersebut untuk mengulang mata kuliah. Sistem perkulihannya sama namun dengan jadwal atau waktu yang dipadatkan, yakni antara 2-3  bulan atau antara 6-8 kali tatap muka.

“Secara teknis operasional sama dengan mahasiswa reguler. Cuma waktunya sedikit pendek dan lebih fleksibel,” ungkapnya.

Program perkuliahan SA dilaksanakan dua kali dalam satu tahun atau sama dengan perkuliahan reguler, yaitu pada semester ganjil dan semester genap. Waktu pelaksanaan SA digelar antara setelah UAS semester genap dan perkuliahan semester ganjil atau sebaliknya.

Pada tahun akademik 2017/2018, perkuliahan dan ujian program SA untuk semester genap-ganjil digelar antara 18 Juni-16 Agustus 2018. Sedangkan pada semester ganjil-genap digelar pada 17 Januari-23 Februari 2019. (ns)