FAH, BERITA UIN Online – Saat ini di lingkungan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), tumbuh berkembang kelompok-kelompok diskusi sastra, baik sastra Arab maupun sastra Inggris. Setiap Program Studi di lingkungan FAH, memunyai kelompok diskusi. Fenomena ini menarik untuk dicermati.

Pikiran di atas mengemuka dari Prof Dr Syukron Kamil, MA, Dekat FAH ketika rapat dosen di gedung baru FAH, Kertamukti, Ciputat, (28/02/2016), kemarin.

“Salah satu yang menonjol, bisa kita lihat fenomena setiap Kamis sore di lantai dasar FAH. Ada kelompok Rusa Besi, yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris,” ujar Syukron Kamil ketika menjawab beberapa pertanyaan terkait aktivitas mahasiswa di lingkungan FAH.

Bagi Syukron, fenomena diskusi kelompok yang dimiliki setiap program studi di lingkungan FAH, hendaknya bisa ditingkatkan menjadi sarana komunikasi antar mahasiswa dan sebagai cara untuk mengasah kemampuan intelektual para mahasiswa.

“Gairah kelompok diskusi di lingkungan FAH, bisa diharapkan untuk menumbuhkan tradisi menulis di kalangan mahasiswa. Dan tradisi menulis ini, nantinya akan jadi tolok ukur kemampuan mahasiswa. Jadi setiap semester, mahasiswa sudah bisa memberikan tulisan yang berbobot dan bisa dimuat di jurnal-jurnal berskala nasional,” ungkap lelaki kelahiran Bogor, 15 April 1969 ini.

Syukron memandang perlunya dihidupkan kelompok-kelompok diskusi di kampus dari berbagai program studi yang ada di lingkungan FAH, untuk menjaga tradisi intelektual di kalangan mahasiswa. Jika setiap program studi memiliki kelompok diskusi yang kuat, ia akan jadi pemantik untuk mendorong gairah menulis di kalangan mahasiswa.

Dan ujungnya, lanjut Syukron, ini akan jadi pendorong para dosen untuk menulis di berbagai jurnal berskala nasional dan internasional yang sudah terakreditasi.

“Gairah kelompok studi di lingkungan FAH, cukup menggembirakan,” cetus penulis buku Teori Kritik Sastra Arab, Klasik dan Modern ini. (Edi E)

Share This