Syekh Hisyam Kabbani: Tasawuf Sudah Ada dalam Al-Qur’an

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Auditorium, BERITA UIN Online – Pemimpin Tarekat Naqsyabandiyah Haqqani Syekh Muhammad Hisyam Kabbani menyatakan, ilmu tasawuf dan praktik amalan tasawuf sudah ada dalam al-Qur’an. Karena itu tidak benar jika tasawuf menyimpang dari ajaran Islam. Tasawuf adalah jalan menuju Tuhan yang dilakukan melalui amalan ibadah seperti shalat dan zikir.

Demikian dikatakan Syekh Hisyam Kabbani saat memberikan kuliah umum di depan mahasiswa Fakultas Ushuluddin di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Selasa (14/5). “Tasawuf seperti pada ayat pertama al-Qur’an telah ditunjukkan, sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak menjalankan praktik tasawuf,” katanya.

Sebagai sebuah thariqah (jalan), tasawuf banyak memberikan jalan (thuruq) bagi pengamalnya dalam upaya menuju Tuhan. Jalan tasawuf tak lain adalah ahlu sunnah waljamaah, bukan jalan Wahabi. “Ahlu sunnah wal jamaah adalah satu-satunya pegangan bagi para sufi dalam beribadah. Hal itu sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW,” tandas pria asal Lebanon yang kini bermukim di Amerika itu.

Pada bagian lain, ia menyarankan agar umat Islam dapat menjalankan amalan tasawuf tanpa harus memilih tarekat tertentu, atau tarekat mana yang sesuai. Sistem ke-mursyid-an dalam tarekat tidak mutlak. Sebab mursyid (guru) akan datang dengan sendirinya jika penempuh jalan ruhani menjalankan ibadah dengan penuh ketaatan kepada Allah. “Teruskan saja beribadah, dan jangan berbuat maksiat,” ujarnya.

Kuliah umum sebelumnya diawali dengan tarian sufi. Tarian tersebut merupakan salah satu metode berzikir kepada Allah yang menjadi tradisi para sufi dalam menempuh jalan ruhani.

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani lahir di Lebanon pada 28 Januari 1945. Ia adalah seorang Muslim sunni yang kini bermukim di Amerika. Sebagai sufi, Kabbani banyak melakukan pencerahan ruhani, mendorong perdamaian, dan toleransi antarumat beragama. Ia juga seorang pemimpin dan guru spiritual Tarekat Naqsyabandiyah Haqqani. Selama di Amerika ia menjadi pemimpin Islamic Supreme Council of America, American Muslim Assistance Relief Organization, International Muslim Women’s Organization, As-Sunnah Faoundation of America, dan Presiden Muslim Magazine. (ns)