Suwito: Perhatikan Draf untuk Dapatkan Akreditasi Baik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Diorama, UIN Online – Deputi Direktur Bidang Pengembangan Lembaga Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Prof Dr Suwito mengatakan, setiap fakultas harus memperhatikan tahap-tahap penyusunan draf akreditasi agar mendapatkan akreditasi yang baik dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Jangan sampai bahan-bahan yang diperlukan seperti data, footnote, dan tampilan menarik tidak dilengkapi,” kata Suwito dalam sebuah acara yang diadakan Pusat Pengembangan Jaminan dan Mutu (PPJM) di ruang Diorama, Kamis (29/4).

Suwito menjelaskan, kerja tim terlebih pembentukan petugas penyusun draf merupakan bagian kecil dari sistematika menyelesaikan draf. Sehingga diharapkan tidak ada petugas mendapatkan double job.

“Untuk penulis draf, misalnya, tidak perlu banyak orang cukup dua orang saja. Petugas lainnya bisa membantu menyediakan data yang diperlukan,” ujarnya yang juga mantan anggota Tim Asesor BAN-PT Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) itu.

Lebih dari itu, Suwito menambahkan, adanya draf yang harus diisi seperti jumlah dosen tetap di tiap fakultas juga merupakan data penting yang harus diperhatikan. Baginya, jangan sampai jumlah dosen tetap tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang ada.

“Sehingga kita nanti mungkin perlu membatasi, jumlah kuota calon mahasiswa yang ingin kuliah di sini (UIN Jakarta),” tuturnya. [] Jaenuddin Ishaq

Suwito: Perhatikan Draf untuk Dapatkan Akreditasi Baik

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Diorama, UIN Online – Deputi Direktur Bidang Pengembangan Lembaga Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Prof Dr Suwito mengatakan, setiap fakultas harus memperhatikan tahap-tahap penyusunan draf akreditasi agar mendapatkan akreditasi yang baik dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Jangan sampai bahan-bahan yang diperlukan seperti data, footnote, dan tampilan menarik tidak dilengkapi,” kata Suwito dalam sebuah acara yang diadakan Pusat Pengembangan Jaminan dan Mutu (PPJM) di ruang Diorama, Kamis (29/4).

Suwito menjelaskan, kerja tim terlebih pembentukan petugas penyusun draf merupakan bagian kecil dari sistematika menyelesaikan draf. Sehingga diharapkan tidak ada petugas mendapatkan double job.

“Untuk penulis draf, misalnya, tidak perlu banyak orang cukup dua orang saja. Petugas lainnya bisa membantu menyediakan data yang diperlukan,” ujarnya yang juga mantan anggota Tim Asesor BAN-PT Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) itu.

Lebih dari itu, Suwito menambahkan, adanya draf yang harus diisi seperti jumlah dosen tetap di tiap fakultas juga merupakan data penting yang harus diperhatikan. Baginya, jangan sampai jumlah dosen tetap tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang ada.

“Sehingga kita nanti mungkin perlu membatasi, jumlah kuota calon mahasiswa yang ingin kuliah di sini (UIN Jakarta),” tuturnya. [] Jaenuddin Ishaq