Sulit Mencari Keadilan di Indonesia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Aula Student Center, UINJKT Online- Aktifis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Hermawanto SH mengatakan, mencari keadilan dalam kasus perkara apapun jangan terlalu berpangku tangan pada hukum. Alasannya, peradilan Indonesia di mata masyarakat sudah lama tercoreng.

”Bagi orang miskin, jangan sekali-kali mengadukan kasus ke pengadilan, sebab bakal keluar uang banyak,” katanya dalam diskusi terbuka Mewujudkan Indonesia Bersih dari Korupsi Sesuai Konstitusi yang di gelar Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syariah dan Hukum (BEMJ FSH) di Aula Student Center, Rabu (29/4).

Dia menyayangkan peradilan Indonesia lebih gemar cari uang daripada menyelesaikan suatu masalah. Banyak kasus orang miskin sulit menang dalam suatu perkara, kecuali ada uang. Menurutnya peradilan Indonesia masih hukum rimba, yang kuat menang sementara yang kalah menderita.

”Berdasarkan fakta di lapangan, orang miskin sebaiknya jangan sakit, sebab biaya rumah sakit mahal. Juga jangan meninggal, karena ngurus biayanya mahal,” kilahnya.

 
Mucle Democrazy yang hadir sebagai pemimpin diskusi saat itu juga berkomentar “Kita sering lihat pencuri ayam dipukuli masyarakat sampai mau mati. Tapi koruptor yang ngambil uang triliunan rupiah cuma ditahan sebentar,” sesalnya.

Hal serupa disampaikan oleh Tim pemerintah Bidang Hukum Dr Wawan H Purwanto, menurutnya Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam dan manusia. Namun karena pengelolaannya tidak optimal serta banyak yang korupsi, rakyatnya masih miskin.

”Integritas dan peran pemerintah tangani korupsi tidak serius. Padahal uang korupsi triliunan rupiah,” ujarnya.*

Sulit Mencari Keadilan di Indonesia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Aula Student Center, UINJKT Online- Aktifis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Hermawanto SH mengatakan, mencari keadilan dalam kasus perkara apapun jangan terlalu berpangku tangan pada hukum. Alasannya, peradilan Indonesia di mata masyarakat sudah lama tercoreng.

”Bagi orang miskin, jangan sekali-kali mengadukan kasus ke pengadilan, sebab bakal keluar uang banyak,” katanya dalam diskusi terbuka Mewujudkan Indonesia Bersih dari Korupsi Sesuai Konstitusi yang di gelar Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syariah dan Hukum (BEMJ FSH) di Aula Student Center, Rabu (29/4).

Dia menyayangkan peradilan Indonesia lebih gemar cari uang daripada menyelesaikan suatu masalah. Banyak kasus orang miskin sulit menang dalam suatu perkara, kecuali ada uang. Menurutnya peradilan Indonesia masih hukum rimba, yang kuat menang sementara yang kalah menderita.

”Berdasarkan fakta di lapangan, orang miskin sebaiknya jangan sakit, sebab biaya rumah sakit mahal. Juga jangan meninggal, karena ngurus biayanya mahal,” kilahnya.

 
Mucle Democrazy yang hadir sebagai pemimpin diskusi saat itu juga berkomentar “Kita sering lihat pencuri ayam dipukuli masyarakat sampai mau mati. Tapi koruptor yang ngambil uang triliunan rupiah cuma ditahan sebentar,” sesalnya.

Hal serupa disampaikan oleh Tim pemerintah Bidang Hukum Dr Wawan H Purwanto, menurutnya Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam dan manusia. Namun karena pengelolaannya tidak optimal serta banyak yang korupsi, rakyatnya masih miskin.

”Integritas dan peran pemerintah tangani korupsi tidak serius. Padahal uang korupsi triliunan rupiah,” ujarnya.*