Sudarnoto: Keilmuan dan Kebudayaan Jangan dilupakan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Muhammad Nurdin

Aula Student Center, BERITA UIN Online - Pembatu Rektor Bidag Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, gerakan kebudayaan dan seni harus dilestarikan, sebab kekayaan terbesar bangsa ini berasal dari kebudayaan.

“Saya bangga dengan mahasiswa UIN Jakarta yang mampu menampilkan bakat dan kreatifitasnya dalam dunia seni, “katanya pada acara Produksi Pementasan Teater Syahid yang diselenggarakan Teater Syahid UIN Jakarta di Hall Student Centre,  Rabu (20/4).

Sudarnoto mengatakan, kisah Sobrat yang anda saksikan malam ini patut menjadi teladan panutan, dan inspirasi bagi setiap orang yang mau sukses. Untuk menggapai impian jangan pernah putus asa, selalu berkreasi berinovasi, dan bekerja terus.

Di akhir sambutan, ia mengatakan, kampus UIN Jakarta memang kampus keilmuan namun kebudayaan dan seni jangan sampai terlupakan. “ Ke depan, setiap lembaga atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik tingkat universitas mapun jurusan hendaknya mendapat perhatian khusus dan  di review, “tambahnya.

Pementasan teater ini mengkisahkan tentang kehidupan para kuli kontrak penambang emas Bukit Kemilau dengan tokoh utama kampung Lisung bernama Sobrat. Bermula dari bujuk rayu Inang Honar “seorang wanita pencari tenaga kerja” mengajak pemuda kampung ikut bersamanya menjadi penambang emas di negeri sebrang. Namun apa yang dijanjikan jauh dari harapan, mereka terbelenggu oleh pusaran kemiskinan, kekerasan, kebohongan, serta tipu muslihat, kenyataan tersebut upaya saling mempertahankan keinginan dan menjadikan seseorang diluar dirinya sebagai korban yang patut direndahkan.

Kisah ini ditulis Arthur S. Nallan dan di sutradarai Widodo. Penulis mengangkat setting kehidupan masa kolonial mengisyaraktkan bahwa kekerasan dan kekuasaan terhadap orang lain (perbudakan) menjadi persoalan yang sampai saat ini tidak kunjung terselesaikan.

Menurut ketua Teater UIN Jakarta mengatakan, pementasan Sobrat merupakan wujud sosialisasi dalam menyampaikan perkembangan kehidupan bangsa Indonesia terutama pada kehidupan kuli dan hilangnya tradisi serta budaya akibat berkembangnya globalisasi yang membuat masyarakat kehilanga jati diri dalam menjaga lingkunga alam dan eksitensi manusia.