Strategi STEAK Tingkatkan Keahlian Public Speaking

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung FITK, UINJKT Online - Strategi STEAK harus dikuasai jika ingin menjadi public speaker handal. Hal itu dikatakan trainer public speaking nasional Novery Dwirach di ruang teater lantai I Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kamis (7/5).

“STEAK merupakan akronim dari Set your mind, Taste, Enthusiastic, Adaptif dan Knowledge,” ujarnya,

Tahap awal menjadi public speaker, tambahnya, seseorang harus mengubah pola pikirnya dengan input positif. Mengubah perasaan grogi dengan percaya diri, rasa takut dengan berani, dan susah dengan mudah.

Selain itu, Dwirach melanjutkan, kekhasan diri public speaker juga harus diperhatikan. Seorang public speaker harus memiliki gaya khas, sehingga menjadi orang yang mudah diingat dan sulit dilupakan. “Jadilah orang yang kedatangannya selalu dinantikan dan pulangnya dirindukan,” ujarnya.

“Faktor Enthusiastic dan Adaptif juga tidak kalah penting. Kedua faktor ini sangat menentukan ketika berada dalam komunitas baru. Kita akan mudah diterima jika kita mengerti dan dapat beradaptasi dengan mereka,” katanya.

Sementara strategi terakhir dalam public speaking, lanjutnya, adalah knowledge berbicara di depan umum. “Ketika berbicara di depan umum, antara voice, penampilan dan gesture harus seimbang. Gunakanlah suara gelombang alfa yang dihasilkan pernafasan perut. Karena hasil suara ini dapat masuk ke alam bawah sadar pendengar. Sehingga apa yang disampaikan tidak mudah dilupakan,” katanya.

Strategi STEAK Tingkatkan Keahlian Public Speaking

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung FITK, UINJKT Online - Strategi STEAK harus dikuasai jika ingin menjadi public speaker handal. Hal itu dikatakan trainer public speaking nasional Novery Dwirach di ruang teater lantai I Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kamis (7/5).

“STEAK merupakan akronim dari Set your mind, Taste, Enthusiastic, Adaptif dan Knowledge,” ujarnya,

Tahap awal menjadi public speaker, tambahnya, seseorang harus mengubah pola pikirnya dengan input positif. Mengubah perasaan grogi dengan percaya diri, rasa takut dengan berani, dan susah dengan mudah.

Selain itu, Dwirach melanjutkan, kekhasan diri public speaker juga harus diperhatikan. Seorang public speaker harus memiliki gaya khas, sehingga menjadi orang yang mudah diingat dan sulit dilupakan. “Jadilah orang yang kedatangannya selalu dinantikan dan pulangnya dirindukan,” ujarnya.

“Faktor Enthusiastic dan Adaptif juga tidak kalah penting. Kedua faktor ini sangat menentukan ketika berada dalam komunitas baru. Kita akan mudah diterima jika kita mengerti dan dapat beradaptasi dengan mereka,” katanya.

Sementara strategi terakhir dalam public speaking, lanjutnya, adalah knowledge berbicara di depan umum. “Ketika berbicara di depan umum, antara voice, penampilan dan gesture harus seimbang. Gunakanlah suara gelombang alfa yang dihasilkan pernafasan perut. Karena hasil suara ini dapat masuk ke alam bawah sadar pendengar. Sehingga apa yang disampaikan tidak mudah dilupakan,” katanya.