STID Mohammad Natsir Studi Banding ke FU UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Fakultas Ushuluddin, BERITA UIN Online– Bertempat di Ruang Meeting Fakultas Ushuluddin (FU) Lt 4, Kamis (30/5/2013), Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) melakukan studi bandng untuk pendirian dan pembukaan Program Studi Ilmu Alquran dan Tafisr di kampus tersebut.

Rombongan STID dipimpin langsung Ketua Bidang Pendidikan DDII, Dr. Mohammad Noer dan diterima Dekan FU, Prof. Dr. Zainun Kamaluddin Faqih, Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr. Ihsan Tanggok MA, Ketua Program Studi Tafsir Hadis (TH), Dr. Bustamin, MM dan sejumlah pejabat fakultas.

Dalam pertemuan tersebut, Noer menyampaikan, bahwa STID Mohammad Natsir berencana membuka sejumlah prodi baru, antara lain Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Usaha tersebut dilakukan untuk meningkatkan dan pengembangan STID menjadi Institut Da’wah Mohammad Natsir. “Kita melakukan studi banding ini untuk belajar dan mengetahui silabus serta bagaimana proses pembukaan prodi TH di UIN Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, STID Mohammad Natsir sebagai bagian sayap strategis DDII dalam mengembangkan da’wah, ingin mengembangkan da’wah melalui dunia pendidikan. “Kita sekarang memahami da’wah secara luas. Apalagi DDII punya program pengiriman da’i-da’i ke daerah terpencil, maka pendidikan adalah hal utama yang harus dikembangkan,” sambung dia.

Ia menambahkan, untuk pembukaan prodi baru ini, selain studi banding ke FU UIN Jakarta, pihaknya juga telah melakukan silaturrahim ke Kementerian Agama (Kemenag), Kopertais Wilayah I DKI Jakarta, ormas-ormas Islam dan sejumlah pakar.

Sementara Zainun menyatakan, pihaknya menyambut baik langkah STID Mohammad Natsir membuka prodi baru. FU pun siap membantu dan bekerjasama untuk pembukaan prodi tersebut.

“Kita sama-sama punya misi untuk berda’wah. Kalau dasar-dasar Islam yang berasal dari Al-Quran dan Hadis tidak dikuasai, bagaimana bisa menyebarkan Islam? Jadi Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir itu penting untuk pengembangan da’wah,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ihsan menyarankan, agar STID juga mengajukan proposal pembukan Prodi Perbandingan Agama secara bersamaan. “Ini akan lebih bagus. Biar tidak dua kali pekerjaan.” katanya.

STID sebagai kampus yang punya komitmen berda’wah di daerah-daerah minoritas muslim perlu mempunyai prodi ini secara serius dan kompeten. “Kalau bukan umat Islam yang datang kepada mereka, maka doktor-doktor misionaris lulusan Jerman, Belanda dan lainnya yang akan datang. Kita sudah kedahuluan mereka. Dengan belajar Perbandingan Agama, kita jadi tahu bagaimana mendakwahi mereka,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, FU menyerahkan buku silabus kurikulum Prodi TH UIN Jakarta kepada STID. Sementara STID Mohammad Natsir memberikan  buku Kapita Selekta dan Fiqh Da’wah karya Mohammad Natsir, dan lain-lainnya. (D Antariksa/Saifudin)