Gedung Rektorat, BERITA UIN Online—Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta mengundang mahasiswa program sarjana dan magister se-Indonesia mengikuti International Youth Leadership Camp. Selain mahasiswa lokal, kegiatan juga terbuka bagi mahasiswa asing atau perwakilan unit kegiatan mahasiswa perguruan tinggi Islam dan umum yang memiliki kepedulian pada pentingnya perdamaian dan anti-radikalisme. Kegiatan diagendakan berlangsung pada Jumat-Senin, 2-5 Februari mendatang.

Undangan disampaikan langsung Direktur STF UIN Jakarta, Dr. Amelia Fauzia MA saat berbincang dengan BERITA UIN Online, Senin (8/1/2018). “Kami mengundang para mahasiswa lokal maupun asing berbagai perguruan tinggi, terutama yang tertarik menjadi agen perdamaian dan penyadaran sosial akan bahaya radikalisme sempit bagi masyarakatnya,” ujarnya.

Amelia menuturkan, kegiatan yang dikerjasamakan dengan PPIM UIN Jakarta-UNDP ini sengaja memilih tema Strengthening the value of Rahmatan lil-‘Alamin among Young Muslim. Tema ini diambil sejalan dengan tujuan penyelenggaraan kegiatan yakni mengembangkan pengetahuan dan kesadaran kalangan mahasiswa asing dan lokal tentang Islam, isu perdamaian, bahaya konflik, dan pentingnya pencegahan segala bentu kekerasan.

Keikutsertaan mahasiswa sendiri, lanjutnya, diharapkan mendorong terbangunnya kesadaran mereka akan bahaya radikalisme dan ekstrimisme baik di tingkat lokal maupun global. “Melalui kegiatan ini, para mahasiswa peserta nantinya diharapkan memiliki wawasan, skill, sekaligus kepemimpinan untuk berperan aktif mencegah radikalisme dan anarkisme,” paparnya.

Dalam keterangan media STF UIN Jakarta disebutkan, pendaftaran program dibuka hingga hari Senin 15 Januari pekan depan. Peserta lolos seleksi administrasi bakal diumumkan dan diwawancara via skype hari selasa-Rabu 16-17 Januari. Pengumuman final sendiri dijadwalkan pada hari Jumat 19 Januari. Pendaftaran bisa dilakukan langsung melalui laman daring http://www.stfuinjakarta.org/

Kordinator Program Muhammad Zuhdy Ph.D menambahkan, pelatihan sendiri nantinya bakal membahas sejumlah materi. Diantaranya identifikasi bahaya radikalisme, perbedaan faham dan konsep Islam rahmatan lil ‘alamin, penguatan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin, dan peran pemuda dalam penciptaan perdamaian.

Selain pemateri yang kompeten, kegiatan juga akan diisi dengan diskusi dan kunjungan ke komunitas Muslim setempat. Melalui kunjungan diharapkan peserta bisa menarik pengalaman terbaik pengelolaan hidup rukun masyarakat di tingkat lokal.

“Kegiatan ini adalah kesempatan emas bagi para mahasiswa sebagai representasi kaum muda untuk menggali akar masalah dan belajar mencari solusinya. Karena itu, kami tunggu keikutsertaan mahasiswa-mahasiswi yang berminat,” pungkas Wakil Direktur STF UIN Jakarta ini. (farah nh /yuni nk/zm)

Share This