Direktur Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta Amelia Fauzia Ph.D bersalaman dengan Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi usai penandatanganan keikutsertaan STF UIN Jakarta dalam program bantuan kemanusiaan Myanmar. Bergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM), STF UIN Jakarta buka partisipasi bantuan publik Indonesia untuk korban terdampak konflik di Myanmar.

Ciputat, BERITA UIN Online— Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta menerima titipan donasi kemanusiaan untuk Rohingya senilai Rp331.534.500,-. Donasi kemanusiaan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak konflik melalui Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM).

Direktur Eksekutif STF UIN Jakarta, Amelia Fauzia, kepada BERITA UIN Online, Selasa (26/9/2017) donasi kemanusiaan masing-masing berasal dari Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Jakarta Selatan Rp209.148.500,-, Keluarga Besar Madrasah Pembangunan UIN Jakarta Rp87.000.000,-, Keluarga Besar MTsN 3 Jakarta Rp15.200.000,-, dan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Pesanggrahan Rp20.186.000,-.

Amelia menyebutkan, penyerahan donasi dilakukan secara bertahap melalui perwakilan masing-masing lembaga. Rinciannya, Perwakilan KKMI Jakarta Selatan Drs. H. Sugiono, Direktur Madrasah Pembangunan UIN Jakarta Dr. H. Bahrissalim MA, perwakilan Keluarga Besar MTsN 3 Jakarta Jumanto M.Pd, dan Perwakilan KKM Pesanggrahan Hasyim.

“Mewakili STF UIN Jakarta, kami mengucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah mempercayakan penyaluran donasi kepada kami. STF UIN Jakarta akan menyampaikan donasi kepada lembaga penyalur resmi,” ujarnya.

Amelia menambahkan, besarnya nilai donasi kemanusiaan Rohingya membuktikan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudaranya yang terlanda konflik. Sebab penggalangan dana kemanusiaan yang dimotori gerakan Madrasah Save Rohingya baru beberapa waktu diluncurkan namun sudah berhasil menarik perhatian publik tanah air.

“Penggalangan dana kemanusiaan yang motori oleh gerakan Madrasah save Rohingya ini sebagai aksi nyata partisipasi civitas madrasah terhadap persoalan persoalan kemanusiaan,” tandasnya lagi.

Mewakili kelompok donator, Sugiono berharap donasi yang disalurkan bisa meringankan beban yang dialami masyarakat Rohingya terdampak konflik. “Mudah-mudahan donasi ini menjadi jembatan kepedulian kita terhadap saudara-saudara di Myanmar,” tambah Bahrissalim.

Donasi sendiri, lanjut Amelia, selanjutnya akan didistribusikan seluruhnya melalui Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM). AKIM sendiri merupakan aliansi bentukan Kementerian Luar Negeri RI guna meringankan beban kemanusiaan akibat krisis Myanmar, khususnya masyarakat di Rakhine State. Aliansi ini terdiri dari unsur pemerintah dan lembaga lembaga kemanusiaan.

Dana bantuan yang terkumpul dibawah AKIM ini akan didistribusikan di bawah pengawasan Kementerian Luar Negeri RI dan Palang Merah Internasional guna menjamin transparansi. Distribusi Dana kemanusiaan diatur sesuai kebutuhan baik jangka pendek yang bersifat mendesak dan darurat seperti bantuan beras, makanan, pakaian dan obat obatan maupun program program jangka panjang seperti pembagunan gedung sekolah, perpustakaan dan pembangunan rumah sakit. (farah nh/yuni nurkamaliah/zm)

Share This