Ciawi, BERITA UIN Online— Lembaga Sosial Kemanusian atau Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta menggelar International Youth Leadership Camp di Kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Jumat-Senin (2-5/2/2018). Kegiatan bertajuk Strengthening The Value of Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Among Young Muslim ini diharap memperkuat pemahaman dan praktik Islam Rahmatan lil alamin di kalangan pemuda muslim.

Kordinator Program Muhammad Zuhdi Ph.D kepada BERITA UIN Online, Minggu (4/2/2018), menuturkan kegiatan kerjasama STF UIN Jakarta dengan PPIM UIN Jakarta dan UNDP ini diikuti 29 orang mahasiswa berbagai perguruan tinggi umum dan keagamaan Islam. Selain 10 mahasiswa Indonesia, 19 peserta lainnya merupakan mahasiswa asal berbagai negara yang kuliah di UIN Jakarta dan beberapa perguruan tinggi nasional lain.

Dalam kegiatan ini, lanjut Wakil Direktur STF UIN Jakarta ini, para peserta terlibat dalam diskusi tentang perdamaian, Islam Indonesia, dan bagaimana peranan Muslim Indonesia mempromosikan perdamaian bersama sejumlah narasumber ahli. Lainnya, mereka mendiskusikan tentang bentuk dan kecenderungan kekerasan dan radikalisme sempit yang mendorong konflik kemanusiaan.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap, para peserta yang mewakili muda Musliam mendapatkan pengalaman baru, pemahaman tentang apa yang disebut Islam moderat, dan bagaimana mereka menghadapi persoalan radikalisme sempit,” paparnya.

Pemahaman Islam rahmatan lil alamin yang lebih baik di kalangan generasi muda, jelasnya, tidak lepas dari tanggung jawab mereka menampilkan Islam sebagai keyakinan yang ramah dan penuh penghormatan terhadap realitas yang berbeda di masa depan. Terlebih peserta kegiatan berasal dari berbagai negara sehingga diharap menjadi bibit persemaian Islam yang ramah dan toleran saat mereka tampil di wilayah publik masing-masing.

“Kelak, saat tampil di wilayah kepemimpinan publik masing-masing, mereka mampu menjadi agen yang menyuarakan perdamaian dan penyelesaian konflik dan radikalisme sempit,” lanjutnya.

Diskusi hingga Kunjungan Rumah Ibadah

Dalam pantauan BERITA UIN Online, kegiatan International Youth Leadership Camp diisi dengan presentasi diskusi dan kunjungan ke rumah ibadah non Islam. Beberapa narasumber diskusi diantaranya Ketua Program Magister SPs UIN Jakarta Dr JM Muslimin MA, Pendiri Peace Generation Irfan Amalee MA, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta Dr. Yeni Ratna Yuningsih, dan Director of the International Center for Islam and Pluralism  Dr. Syafiq Hasyim.

Dalam diskusinya, Irfan memaparkan tema Radikalisme sebagai Ancaman Perdamaian kemanusiaan. Sedang JM Muslimin menyajikan diskusi tentang Perbedaan Faham dalam Islam dan Identifiksi Faham Radikalisme. Adapun Yeni dan Syafiq, masing-masing menyajikan materi Penguatan Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin dan Peran Pemuda dalam Mempromosikan Perdamaian.

Sementara kunjungan rumah ibadah dilakukan dengan mengunjungi rumah ibadah umat Buddha, Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat, di kawasan Tonjong, Bogor. Selain diperkenalkan bentuk dan fungsi vihara, para peserta berdiskusi dengan umat agama Buddha yang hidup damai di lingkungan mayoritas Muslim setempat.

Pa Modou Faal, salah satu peserta asal Gambia, Afrika Barat, mengaku mendapat banyak wawasan tentang pemahaman konsep Islam rahmatan lil alamin, resolusi konflik, hingga keunikan model Islam Indonesia. Berbeda dengan Gambia, tuturnya, identitas keagamaan di Indonesia yang beragam cukup bebas ditampilkan di wilayah publik.

“Ini yang berbeda dengan Gambia dimana identitas keagamaan tidak begitu menonjol. Di Indonesia, Islam maupun agama-agama lain bebas menampilkan identitas keagamaan masing-masing,” ungkapnya. (farah nh/yuni nk/zm)