Kepala Sub Bagian Publikasi dan Dokumentasi Feni Arifiani MH yang menjadi petugas jaga tampak sibuk melayani pengunjung di stan UIN Jakarta pada Pameran Pendidikan Tinggi dan Pelatihan 2017 yang digelar pada hari pertama di Jakarta Convention Center. (Foto: Dok Pubdok)

Jakarta, BERITA UIN Online – Sejumlah pelajar tingkat SLTA di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Tangerang Selatan, Kamis (2/2/2017) kemarin, memadati stan UIN Jakarta di gedung Jakarta Convention Center (JCC). Dengan mengenakan seragam masing-masing, mereka terlihat begitu antusias untuk bertanya dan meminta informasi mengenai pendidikan tinggi UIN Jakarta.

Untuk kesekian kalinya, UIN Jakarta mengikuti Pameran Pendidikan Tinggi dan Pelatihan 2017 yang digelar di JCC di Hall A dan B. Pameran tersebut merupakan rangkaian kegiatan Konferensi Forum Rektor Indonesia 2017 yang dibuka Presiden Joko Widodo. Selain UIN Jakarta, terdapat sedikitnya 150 perguruan tinggi dan lembaga pelatihan yang ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut, termasuk pendidikan TNI dan Polri.

Stan UIN Jakarta yang berada di Hall B, sejak dibukanya pameran hingga sore hari pada Kamis kemarin hampir tak pernah sepi dari pengunjung. Mereka rata-rata pelajar SLTA, baik SMA/SMK maupun madrasah aliyah, yang sengaja didatangkan oleh panitia.

Para pelajar tak hanya bertanya sekitar pendaftaran mahasiswa baru tapi juga lokasi kampus dan rute kendaraan yang dilalui. Maklum, mereka memang berasal dari beberapa wilayah dan belum pernah melihat kampus UIN Jakarta.

“Saya baru tahu kampus UIN Jakarta dari alumni yang kuliah di sana. Tapi saya sendiri persisnya belum tahu lokasi kampusnya di mana,” ujar Tuti Suprati, pelajar madrasah aliyah dari Pondok Pesantren Ulul Ilmi, Cibubur, Jakarta Timur. Hal senada juga diungkapkan Rosyidah, Afiani Sa’adah, dan Agung Irawan, pelajar lain dari pesantren yang sama.

Berbeda dengan pelajar lain yang menggunakan bus antar-jemput panitia, keempat pelajar tersebut justru memilih kendaraan umum untuk berkunjung ke pameran. “Sebenarnya ada bus jemputan, tapi kami datang sendiri biar waktunya lebih longgar,” kata Afiani, mewakili teman-temannya.

Baik Tuti, Afiani, Rosyidah maupun Agung, konon keempatnya sepakat ingin mendaftar kuliah di UIN Jakarta. Alasan mereka, selain di UIN Jakarta ada program studi yang diminati, jarak tempuh yang tidak terlalu jauh juga menjadi pertimbangan utama.

“Tapi kalau pulang pergi jelas tak mungkin. Jadi, kami tentu harus ngekos,” tutur Afiani, yang berharap tahun ini dapat diterima di UIN Jakarta. “Kami beempat memilih Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial,” lanjutnya menegaskan.

Pengunjung lain, sebut saja  Anindita dari SMAN 75 Jakarta, juga menyatakan ketertarikannya untuk kuliah di UIN Jakarta. Ia berharap kelak dapat diterima sebagai mahasiswa meskipun harus bersaing saat seleksi.

“Ya saya hanya bisa berharap dan berdoa saja. Saya ingin kuliah di Farmasi,” ujar pelajar kelas 12 Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam tersebut.

Meski membludaknya pengunjung, para petugas jaga stan terlihat tetap bersemangat melayani. Mereka terdiri atas pegawai dan sejumlah mahasiswa yang sengaja dilibatkan. Bahkan saking membludaknya, beberapa di antara petugas jaga terpaksa harus menunda makan siang mereka. (lrf/ns)

 

Share This