Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Papua Barat, mengadakan kunjungan ke UIN Jakarta. Kunjungan yang dikomandoi Ketua STAIN Sorong Dr Hamzah Hasan dan 42 orang lainnya tersebut, diterima langsung oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA, di ruang kerja rektor, Senin (30/01).

Gedung FITK, BERITA UIN Online— Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Papua Barat, mengadakan kunjungan ke UIN Jakarta. Kunjungan yang dikomandoi Ketua STAIN Sorong Dr Hamzah Hasan dan 42 orang lainnya tersebut, diterima langsung oleh Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA, di ruang kerja rektor, Senin (30/01).

Rektor UIN Jakarta yang pada kesempatan tersebut didampingi para Wakil Rektor dan  Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof Dr Ahmad Thib Raya MA, Dekan Fakultas Dirasat Islamiah (FDI) Prof Dr Hamka Hasan Lc MA,  mengapresiasi atas kunjungan STAIN Sorong beserta rombongan itu. Dede berharap, pertemuan tersebut mampu menghasilkan sesuatu yang positif bagi perkembangan keilmuan di kedua lembaga.

“Semoga pertemuan kali ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi perkembangan keilmuan di kedua lembaga,” tutur Dede.

Di hari yang sama, setelah bertemu rektor, rombongan melanjutkan lawatannya dengan berkunjung ke FDI. Di fakultas yang berbasis kurikulum al-Azhar Kairo tersebut, rombongan STAIN tersebut diterima langsung oleh Dekan FDI dan sivitas akademika FDI UIN Jakarta.

Dalam sambutannya, Dekan memperkenalkan sekilas tentang Fakultas Dirasat Islamiyah. Di antaranya, kurikulum FDI, para dosen yang mayoritas alumni Timur Tengah, beberapa pakar hukum agama Islam yang juga mengajar di FDI, beberapa keahlian dosen FDI seperti hadis dan ilmu hadis, serta memperkenalkan beberapa program unggulan FDI, seperti fellowship dan sandwich.

Di tempat yang sama, menanggapi rencana STAIN Sorong membuka Program Doktor dan pengelolaan Pascasarjana yang saat ini sudah berjalan, Prof Dr Ahmad Thib Raya MA yang hadir pada waktu tersebut, turut memberikan masukan, diantaranya, UIN Jakarta akan memberikan support terkait program-program yang akan dilakukan oleh STAIN Sorong melalui pemikiran-pemikiran yang membangun.

“STAIN Sorong perlu menyiapkan manajemen yang baik terkait keuangan, pelayanan dan lainnya. Sebab, jika tidak dikelola dengan menagemen yang tidak baik, biasanya akan hancur atau minimal tidak berkembang. Untuk memudahkan proses semua itu, perlu kerjasama dengan Perguruan Tinggi lain,” tutur Ahmad.

Menanggapi hal tersebut, Ketua STAIN Sorong, Dr Hamzah Hasan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UIN Jakarta atas penerimaan dan sambutan hangat kepada dirinya dan rombongan. Dia juga melaporkan, bahwa hingga saat ini, STAIN sudah memiliki 25 orang dosen tetap PNS dan 20 Dosen tetap non PNS yang tersebar di tujuh Program Studi dan satu Program Pasca sarjana.

Ditambahkannya, dalam tiga tahun ke depan, STAIN Sorong berencana membuka program Doktor (S3). Dimana, program Pascasarjana (S2) sudah berjalan tiga tahun. “STAIN sorong sendiri baru menjadi negeri sepuluh tahun yang lalu,” ujar Hamzah.

Ditambahkannya, secara sosilogis, kondisi keagamaan Islam di sorong yaitu sekitar 40% muslim dan sisanya 60% non muslim. Namun demikian, berdasarkan hasil penelitian, perkembangan Islam di Sorong sangat pesat, sehingga data terakhir (belum direlease) diperoleh data sekitar 3:1 dengan rincian muslim tiga dan non muslim satu. (lrf/cb)

 

Share This