Gedung SPs, BERITA UIN Online – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) program semester genap tahun akademik 2017/2018 pada 2-6 Juli 2018. UAS diikuti oleh sekitar 400 mahasiswa Program Studi Pengkajian Islam, baik Program Magister maupun Program Doktor.

Pelaksanaan UAS berlangsung di masing-masing kelas mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00 dan melibatkan sedikitnya 14 pengawas dari unsur staf.

Menurut Kepala Tata Usaha Asriati, agar pelaksanaan UAS berjalan lancar pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti kesiapan ruang kelas, ketersediaan alat penerangan, hingga bahan material soal ujian dan lembar jawaban.

“Semua sudah disiapkan dan diantispasi dengan baik. Hal itu guna memberikan pelayanan agar mahasiswa peserta UAS dapat melaksanakan ujian dengan nyaman dan tenang,” katanya.

Materi soal, jelas Asriati, semua bersumber dari masing-masing dosen pengampu mata kuliah. Rata-rata soal berjumlah antara 4-5 item dan dibuat dalam bentuk essay. “Kami hannya menggandakan soal dan menyiapkan lembar jawaban ujian sesuai jumlah mahasiswa per kelasnya,” ujarnya.

Selain dalam bentuk ujian tertulis, mahasiswa juga diminta untuk mengumpulkan makalah sebagai tugas akhir perkuliahan. Makalah dibuat mahasiswa dari setiap mata kuliah yang diberikan dan kemudian dihimpun  dalam bentuk buku (kompilasi makalah).

Sebelumnya, Direktur SPs UIN Jakarta Masykuri Abdillah mengatakan, jadwal UAS semula akan dilaksanakan pada 25-29 Juni 2018. Namun, karena satu dan lain hal, pelaksanaan UAS diundur menjadi 2-6 Juli 2018.

Salah satu pertimbangan pengunduran jadwal UAS karena batas akhir waktu peng-input-an nilai secara online melalui Academic Information System (AIS) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) pada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi masih lama, yaitu hingga 20 Juli 2018.

“Tapi di luar alasan itu, para mahasiswa juga meminta agar UAS diundur. Alasan mereka karena harga tiket untuk liburan pulang kampung masih terbilang tinggi,” katanya.

Masykuri mengharapkan UAS berjalan dengan baik dan diikuti oleh seluruh mahasiswa. Sebab, setelah itu tidak ada lagi UAS susulan.

“Tidak ada UAS susulan. Jadi, mahasiswa wajib mengikuti UAS sesuai jadwal mata kuliah masing-masing,” tandasnya.

Pimpinan SPs UIN Jakarta mengancam mahasiswa yang tidak mengikuti UAS dari waktu yang ditentukan nilainya tidak akan dikeluarkan alias tidak dapat nilai. Oleh karena itu pimpinan SPs UIN Jakarta meminta mahasiswa memaklumi dan mengindahkan semua ketentuan yang ada. (ns)