SPs UIN Jakarta Gelar Rapat Dosen

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

IMG_0042Resource Center SPs, BERITA UIN Online— Menjelang memasuki masa perkuliahan semester genap tahun akademik 2015/2016, Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta menggelar rapat dosen di Ruang Resource Center Lantai 2, Senin (29/2). Rapat dihadiri Direktur SPs UIN Jakarta Prof Dr Masykuri Abdillah, Ketua Program Doktor Prof Dr Didin Saepudin, Ketua Program Dr JM Muslimin, para guru besar serta dosen pengampu mata kuliah.

Rapat dosen, menurut Masykuri Abdillah, selain untuk menyiapkan perkuliahan juga sebagai koordinasi antar tim pengajar (team teaching) dan antara guru besar penanggung jawab mata kuliah (GBPMK) dengan para pengajar lain dalam satu tim, baik pada program magister (S2) maupun program doktor (S3). Melalui rapat dosen juga, lanjutnya, masing-maisng pengajar dapat mengetahui mata kuliah yang diampu serta jadwal perkuliahan sesuai kalender akademik.

“Kami berharap perkuliahan pada semester ini dapat berjalan lancar dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi para mahasiswa SPs UIN Jakarta,” katanya.

Pada bagian lain, rapat juga membahas mengenai kebijakan mahasiswa asing yang saat ini sedang studi di SPs UIN Jakarta. Kebijakan tersebut di antaranya berupa individual study, yakni mahasiswa yang kesulitan berbahasa Indonesia dapat menyelesaikan perkuliahan secara individu dengan dosen pengampu mata kuliahnya. Begitu pula bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan penulisan tesis atau disertasi namun belum memenuhi persyaratan kuliah tatap muka dapat diselesaikan dengan cara yang sama.

“Tapi kebijakan bagi mahasiswa asing ini hanya kasuistik, karena SPs UIN Jakarta tetap memberlakukan sistem perkuliahan reguler,” jelas Masykuri.

Berdasarkan catatan BERITA UIN, jumlah mahasiswa asing yang sedang menempuh studi tingkat lajut di SPs UIN Jakarta saat ini terdapat sekitar 20 orang. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti Belanda, Arab Saudi, Turki, Afrika, dan beberapa negara di Asia. Di antara mereka selain ada yang memperoleh beasiswa, tapi tak sedikit pula kuliah dengan biaya individu.

Sesuai kalender akademik, perkuliahan semester genap akan berlangsung efektif hingga pertengahan Juni 2016. Sedangkan ujian akhir berlangsung pada 20-24 Juni 2016. (NS)