Skor TOEFL Mahasiswa UIN Jakarta Rendah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Kampus II, UINJKT Online – Data Pusat Bahasa (PB) UIN Jakarta menunjukan hanya sepuluh persen mahasiswa UIN Jakarta angkatan 2005 yang skor TOEFL-nya mencapai 450 hingga 600. Mayoritas di antara mereka berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), sedangkan jumlah terendah diduduki oleh Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) dan Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI).

Kepala Pusat Bahasa (PB) UIN Jakarta Dr Atiq Susilo mengatakan, rendahnya kemampuan bahasa Inggris mahasiswa UIN Jakarta disebabkan beberapa faktor. “Faktor pemicu itu di antaranya, UIN Jakarta belum memiliki lembaga khusus penanganan bahasa, segi input mahasiswanya, dan output dari fakultas,” katanya di ruang kerjanya, Jum’at (4/4).

UIN Jakarta saat ini, lanjutnya, baru memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) bahasa yang dikelola oleh Pusat Bahasa. UPT PB tidak punya kekuatan dalam pengembangan kemampuan berbahasa, karena hanya berfungsi sebagai pembuat kebijakan operasional  dan bukan strategi operasional.

“Dengan lemahnya peran PB ini, menjadikan tanggung jawab pengembangan bahasa sepenuhnya dipegang oleh fakultas. Sedangkan setiap fakultas tidak paham metode pengajaran bahasa. Fakultas pun tidak memiliki guide dan supervisi pengajaran bahasa sehingga akhirnya dosenlah yang berkuasa dalam pengajaran bahasa sesuai dengan kemampuannya,” ujarnya.

Sementara itu, Atiq melanjutkan, input mahasiswa UIN Jakarta pun mayoritas berkemampuan bahasa Inggris lemah.

Tes TOEFL bersama yang digelar akhir tahun lalu itu merupakan pelaksaan Surat Keputusan (SK) Rektor No 241 tahun 2005 tentang persyaratan skor TOEFL minimal 450 dan TOAFL minimal 375 sebagai persyaratan sidang skripsi yang berlaku mulai angkatan 2005. (Nif/Ed)

Skor TOEFL Mahasiswa UIN Jakarta Rendah

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Kampus II, UINJKT Online – Data Pusat Bahasa (PB) UIN Jakarta menunjukan hanya sepuluh persen mahasiswa UIN Jakarta angkatan 2005 yang skor TOEFL-nya mencapai 450 hingga 600. Mayoritas di antara mereka berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), sedangkan jumlah terendah diduduki oleh Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) dan Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI).

Kepala Pusat Bahasa (PB) UIN Jakarta Dr Atiq Susilo mengatakan, rendahnya kemampuan bahasa Inggris mahasiswa UIN Jakarta disebabkan beberapa faktor. “Faktor pemicu itu di antaranya, UIN Jakarta belum memiliki lembaga khusus penanganan bahasa, segi input mahasiswanya, dan output dari fakultas,” katanya di ruang kerjanya, Jum’at (4/4).

UIN Jakarta saat ini, lanjutnya, baru memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) bahasa yang dikelola oleh Pusat Bahasa. UPT PB tidak punya kekuatan dalam pengembangan kemampuan berbahasa, karena hanya berfungsi sebagai pembuat kebijakan operasional  dan bukan strategi operasional.

“Dengan lemahnya peran PB ini, menjadikan tanggung jawab pengembangan bahasa sepenuhnya dipegang oleh fakultas. Sedangkan setiap fakultas tidak paham metode pengajaran bahasa. Fakultas pun tidak memiliki guide dan supervisi pengajaran bahasa sehingga akhirnya dosenlah yang berkuasa dalam pengajaran bahasa sesuai dengan kemampuannya,” ujarnya.

Sementara itu, Atiq melanjutkan, input mahasiswa UIN Jakarta pun mayoritas berkemampuan bahasa Inggris lemah.

Tes TOEFL bersama yang digelar akhir tahun lalu itu merupakan pelaksaan Surat Keputusan (SK) Rektor No 241 tahun 2005 tentang persyaratan skor TOEFL minimal 450 dan TOAFL minimal 375 sebagai persyaratan sidang skripsi yang berlaku mulai angkatan 2005. (Nif/Ed)