Sivitas Akademika UIN Ingin Televisi Perbaiki Kualitas Tayangan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Rg. Diorama, BERITA UIN Online—Sivitas UIN Jakarta yang menjadi responden survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi berharap televisi nasional memperbaiki kualitas program tayangannya. Televisi harus menjadi sumber hiburan, informasi yang akurat, dan pilar edukasi keluarga dan masyarakat.

Demikian pendapat sejumlah sivitas akademika UIN Jakarta yang menjadi responden survei kepada BERITA UIN Online, Sabtu (07/11). Survei diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).

Syamsudin S.Kom, Penata pada Subag Publikasi dan Dokumentasi, mengakui dunia penyiaran televisi Indonesia harus terus dikritisi. Sejumlah tayangan, baik sinema elektronik (sinetron), film televisi (FTV), talkshow, dan infotainment cenderung mengabaikan kualitas.

“Kekerasan, baik fisik maupun non-fisik, bullying, bahkan gaya hidup glamour dan jauh berbeda dengan kehidupan sesungguhnya menjadi tema-tema utama. Akibatnya televisi sulit diharapkan menjadi sarana edukasi,” paparnya.

Kritik juga disampaikan Muhammad Furqon MA, Penata pada Pusat Layanan Kerjasama Internasional. Menurutnya, siaran berita dan talkshow televisi Indonesia tidak sedikit yang mengabaikan prinsip independensi pada satu kelompok partai politik dan golongan.

“Padahal masyarakat kita sudah lebih dewasa melihat mana yang independen atau tidak,” tegasnya.

Tidak berbeda dengan Syamsudin dan Furqon, Saefudin MA, Penata dari Bagian Kerjasama, menyoroti makin maraknya tontonan sinetron atau religi yang malah mengajarkan kepasrahan berlebihan. “Padahal, Islam mendorong kita untuk berusaha semaksimal mungkin. Setelah berusaha, baru kita tawakkal,” katanya.

Survei KPI

Sementara itu, dalam pembukaan surveinya, Kepala Bagian Humas KPI Afrida Berlini mengatakan, KPI berusaha menangkap aspirasi publik tentang kualitas tayangan televisi melalui survei rutin ke berbagai perguruan tinggi. “Kepesertaan sivitas akademik menjadi respon sangat diharapkan untuk menjaring kritik dan masuk publik bagi perbaikan kualitas tayangan mereka,” katanya.

Sebagai informasi, UIN Jakarta menjadi satu dari sembilan perguruan tinggi Indonesia yang menjadi lokasi penjaringan pendapat publik atas tayangan kualitas televisi nasional. Delapn lainnya seperti UIN Sunan Kalijaga, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan Wahdi Sayuti MA menambahkan, UINN Jakarta berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan KPI sebagai salah satu perguruan tinggi penjaringan aspirasi publik. “Dengan begitu, kita bisa memberikan masukan bagaimana seharusnya tayangan televisi menjadi sumber edukasi,” tambahnya. (ZM)