Siti Fadilah Supari: Kesadaran Nasionalisme Perlu Ditingkatkan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Utama, UIN Online – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menegaskan, kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia belakangan kian menurun karena pengaruh globalisasi yang tak terbendung. Akibatnya, bangsa Indonesia cenderung melupakan budaya dan identitasnya sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Supari dalam Lokakarya BEM PTAIN se-Indonesia yang diadakan BEM UIN Jakarta bertema Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Globalisasi, di Ruang Diorama, Auditorium Utama, Rabu (21/4). Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari 15 BEM PTAIN se-Indonesia.

Menurut Supari, globalisasi adalah sebuah paradigma di mana antarbangsa dan antarmanusia di dunia memiliki hubungan dengan ciri peningkatan keterkaitan dan ketergantungan dengan melalui berbagai cara sehingga batas suatu negara menjadi semakin kabur serta nilai kebangsaan semakin hilang.

Dalam perkembangannya, lanjut Supari, globalisasi cenderung diterapkan dengan cara neoliberalisasi yang mereduksi bangsa dengan cara privatisasi, menghapus subsidi, dan pasar bebas dalam segala bidang termasuk pendidikan dan kesehatan.

“Dampak buruk yang diakibatkan oleh neoliberalisasi inilah yang membuat masyarakat semakin menderita akibat komersialisasi pendidikan yang memberatkan serta buruknya pelayanan kesehatan misalnya banyaknya rumah sakit yang menolak pasien terutama bagi kalangan yang tidak mampu,” jelasnya.

Ia juga menambahkan perlunya memperkokoh sikap kesadaran nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga globalisasi yang bukan bagian dari budaya bangsa Indonesia dan lebih banyak membawa dampak negatif bisa diatasi.

“Nasionalisme yang merupakan sikap kedaulatan dan sebagai ciri khas suatu bangsa perlu dipupuk sejak dini sehingga serangan neoliberalisasi dapat dihambat dan dapat mewujudkan cita-cita negara sesuai UUD 1945,” tandasnya. [] Apristia Krisna Dewi

Siti Fadilah Supari: Kesadaran Nasionalisme Perlu Ditingkatkan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Utama, UIN Online – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menegaskan, kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia belakangan kian menurun karena pengaruh globalisasi yang tak terbendung. Akibatnya, bangsa Indonesia cenderung melupakan budaya dan identitasnya sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Supari dalam Lokakarya BEM PTAIN se-Indonesia yang diadakan BEM UIN Jakarta bertema Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Globalisasi, di Ruang Diorama, Auditorium Utama, Rabu (21/4). Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari 15 BEM PTAIN se-Indonesia.

Menurut Supari, globalisasi adalah sebuah paradigma di mana antarbangsa dan antarmanusia di dunia memiliki hubungan dengan ciri peningkatan keterkaitan dan ketergantungan dengan melalui berbagai cara sehingga batas suatu negara menjadi semakin kabur serta nilai kebangsaan semakin hilang.

Dalam perkembangannya, lanjut Supari, globalisasi cenderung diterapkan dengan cara neoliberalisasi yang mereduksi bangsa dengan cara privatisasi, menghapus subsidi, dan pasar bebas dalam segala bidang termasuk pendidikan dan kesehatan.

“Dampak buruk yang diakibatkan oleh neoliberalisasi inilah yang membuat masyarakat semakin menderita akibat komersialisasi pendidikan yang memberatkan serta buruknya pelayanan kesehatan misalnya banyaknya rumah sakit yang menolak pasien terutama bagi kalangan yang tidak mampu,” jelasnya.

Ia juga menambahkan perlunya memperkokoh sikap kesadaran nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga globalisasi yang bukan bagian dari budaya bangsa Indonesia dan lebih banyak membawa dampak negatif bisa diatasi.

“Nasionalisme yang merupakan sikap kedaulatan dan sebagai ciri khas suatu bangsa perlu dipupuk sejak dini sehingga serangan neoliberalisasi dapat dihambat dan dapat mewujudkan cita-cita negara sesuai UUD 1945,” tandasnya. [] Apristia Krisna Dewi