Sistem Absensi Baru Mulai Diberlakukan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus, UIN Online – Seluruh pegawai UIN mulai hari ini wajib menerakan sidik jari mereka di mesin pemindai yang disediakan di sejumlah titik. Penggunaan mesin pemindai dilakukan sebagai pengganti sistem absensi manual bagi setiap pegawai yang masuk kantor.

Di gedung rektorat misalnya, sejumlah pegawai tampak harus antre untuk menunggu giliran memindaikan salah satu sidik jarinya. Sayangnya, dari sejumlah pegawai itu beberapa di antaranya tak dapat dipindai. Mesin penjawab selalu bilang “try again” setiap kali jari-jari pegawai dipindai.

“Saya sudah berkali-kali memindaikan seluruh jari tapi tetap tidak bisa,” ujar salah satu pegawai di Bagian Sistem Informasi. Padahal, dua hari sebelum mesin itu mulai diberlakukan, dirinya sudah mencoba dan bisa. Hal yang sama juga dialami oleh hampir seluruh pegawai yang pagi itu mulai mencoba sistem absensi baru.

Sebagaimana diberitakan, UIN kini telah menerapkan sistem absensi baru dengan mesin pemindai. Ketentuan tersebut sedianya akan diberlakukan sejak April lalu, namun karena belum selesainya jaringan absensi baru dapat dipakai mulai Senin (5/10) ini. Jam kerja di seluruh perkantoran UIN berlangsung dari pukul 07.30 hingga pukul 04.00.

Menurut Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, penerapan sistem absensi baru dilakukan selain untuk menngkatkan disiplin pegawai, juga sekaligus memberikan kesejahteraan. “Sistem absensi ini bersifat sentralistik dan online, sehingga data absen dapat diketahui melalui mesin server di bagian kepegawaian,” katanya. Jadi, melalui mesin itu, setiap pegawai yang datang tidak tepat waktu dapat diketahui. Karena online, setiap pegawai juga dapat memindaikan sidik jarinya di gedung mana saja. (ns)

Sistem Absensi Baru Mulai Diberlakukan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus, UIN Online – Seluruh pegawai UIN mulai hari ini wajib menerakan sidik jari mereka di mesin pemindai yang disediakan di sejumlah titik. Penggunaan mesin pemindai dilakukan sebagai pengganti sistem absensi manual bagi setiap pegawai yang masuk kantor.

Di gedung rektorat misalnya, sejumlah pegawai tampak harus antre untuk menunggu giliran memindaikan salah satu sidik jarinya. Sayangnya, dari sejumlah pegawai itu beberapa di antaranya tak dapat dipindai. Mesin penjawab selalu bilang “try again” setiap kali jari-jari pegawai dipindai.

“Saya sudah berkali-kali memindaikan seluruh jari tapi tetap tidak bisa,” ujar salah satu pegawai di Bagian Sistem Informasi. Padahal, dua hari sebelum mesin itu mulai diberlakukan, dirinya sudah mencoba dan bisa. Hal yang sama juga dialami oleh hampir seluruh pegawai yang pagi itu mulai mencoba sistem absensi baru.

Sebagaimana diberitakan, UIN kini telah menerapkan sistem absensi baru dengan mesin pemindai. Ketentuan tersebut sedianya akan diberlakukan sejak April lalu, namun karena belum selesainya jaringan absensi baru dapat dipakai mulai Senin (5/10) ini. Jam kerja di seluruh perkantoran UIN berlangsung dari pukul 07.30 hingga pukul 04.00.

Menurut Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar, penerapan sistem absensi baru dilakukan selain untuk menngkatkan disiplin pegawai, juga sekaligus memberikan kesejahteraan. “Sistem absensi ini bersifat sentralistik dan online, sehingga data absen dapat diketahui melalui mesin server di bagian kepegawaian,” katanya. Jadi, melalui mesin itu, setiap pegawai yang datang tidak tepat waktu dapat diketahui. Karena online, setiap pegawai juga dapat memindaikan sidik jarinya di gedung mana saja. (ns)