Sikapi Bencana dengan Bijak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq 

 

Masjid Fathullah, UIN Online Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr Ahmad Tholabi Kharlie mengatakan, umat Islam harus menyikapi bencana yang melanda sebagian wilayah Sumatera beberapa waktu lalu dengan bijak. Bencana yang terjadi tidak mungkin terjadi begitu saja.

 

”Kita harus mengevaluasi perlakuan kita terhadap tuhan dan alam. Sebab, tidak ada asap jika tidak ada api. Fenomena bencana memiliki keterkaitan dengan konsep balasan dalam doktrin agama,” kata Tholabi saat khutbah Jumat bertema Menyikapi Musibah Secara Arif di Masjid Fathullah, Jumat (2/10). 

 

Lebih lanjut Tholabi menjelaskan, peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan penderitaan baik fisik maupun mental manusia, bisa dimaknai sebagai bentuk kemurkaan Allah SWT terhadap hambanya yang berdosa. 

 

“Akhirnya, cukup dimaknai oleh kita bahwa Allah SWT sedang memberi peringatan kepada hambanya untuk kembali kepada perintahnya. Dan cobalah untuk berintrospeksi diri atau muhasabah,” jelasnya.

 

Ujian hidup, lanjutnya, tidak selamanya pahit atau sesuatu yang tidak menyenangkan, tapi seringkali ujian hidup mengambil bentuk kesenangan. Karena itu, siapa yang menyangka bahwa kekayaan dan kesehatan pertanda kecintaan Allah SWT. Sebaliknya, siapa sangka pula sesuatu yang tidak menyenangkan merupakan kebencian Allah SWT.  

 

“Karena itu, jangan pernah berpikir bahwa mereka yang tertimpa bencana juga akan menderita di akhirat. Sebaliknya, tidak semua yang menyenangkan merupakan hal yang baik,” ujar Tholabi mantan Koordinator Bidang Advokasi Yayasan Cipta Wangsa Jakarta 2004-2005. 

 

Oleh sebab itu, fenomena yang terjadi harus dilihat sebagai rahmat Allah SWT untuk hambanya. Dan lebih dari itu, juga untuk menumbuhkan rasa solidaritas agar lebih dekat lagi dengan Allah SWT. [] 

Sikapi Bencana dengan Bijak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq 

 

Masjid Fathullah, UIN Online Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr Ahmad Tholabi Kharlie mengatakan, umat Islam harus menyikapi bencana yang melanda sebagian wilayah Sumatera beberapa waktu lalu dengan bijak. Bencana yang terjadi tidak mungkin terjadi begitu saja.

 

”Kita harus mengevaluasi perlakuan kita terhadap tuhan dan alam. Sebab, tidak ada asap jika tidak ada api. Fenomena bencana memiliki keterkaitan dengan konsep balasan dalam doktrin agama,” kata Tholabi saat khutbah Jumat bertema Menyikapi Musibah Secara Arif di Masjid Fathullah, Jumat (2/10). 

 

Lebih lanjut Tholabi menjelaskan, peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan penderitaan baik fisik maupun mental manusia, bisa dimaknai sebagai bentuk kemurkaan Allah SWT terhadap hambanya yang berdosa. 

 

“Akhirnya, cukup dimaknai oleh kita bahwa Allah SWT sedang memberi peringatan kepada hambanya untuk kembali kepada perintahnya. Dan cobalah untuk berintrospeksi diri atau muhasabah,” jelasnya.

 

Ujian hidup, lanjutnya, tidak selamanya pahit atau sesuatu yang tidak menyenangkan, tapi seringkali ujian hidup mengambil bentuk kesenangan. Karena itu, siapa yang menyangka bahwa kekayaan dan kesehatan pertanda kecintaan Allah SWT. Sebaliknya, siapa sangka pula sesuatu yang tidak menyenangkan merupakan kebencian Allah SWT.  

 

“Karena itu, jangan pernah berpikir bahwa mereka yang tertimpa bencana juga akan menderita di akhirat. Sebaliknya, tidak semua yang menyenangkan merupakan hal yang baik,” ujar Tholabi mantan Koordinator Bidang Advokasi Yayasan Cipta Wangsa Jakarta 2004-2005. 

 

Oleh sebab itu, fenomena yang terjadi harus dilihat sebagai rahmat Allah SWT untuk hambanya. Dan lebih dari itu, juga untuk menumbuhkan rasa solidaritas agar lebih dekat lagi dengan Allah SWT. []