SIG Berguna Untuk Mengetahui Letak Kecocokan Lahan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

FST, UINJKT Online - Sistem Informasi Geografis (SIG) atau sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengolah serta menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis berguna mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam dan lingkungan transportasi.

 

“Selain itu, gunanya SIG yaitu untuk merevisi dan pemutakhiran data menjadi lebih mudah, penghematan waktu dan biaya serta keputusan yang akan diambil menjadi lebih baik,” ujar lulusan IPB Prof I Nengah Surati Jaya M Agr dalam kuliah umum dengan tema “Perkembangan Teknologi dan Prospek Karir dalam Bidang Sistem Informasi Geografis (SIG)” yang digelar program studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika (TI/SI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Selasa (26/5).

 

Menurutnya, dengan menggunakan SIG ini, maka akan dapat mengetahui letak kecocokan suatu daerah atau lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi bisnis yang tepat, karena sudah mengetahui bahaya dari pengaruh erosi, kebanjiran, kebakaran, iklim  maupun yang lainnya. Namun penggunaan SIG ini paling lama bisa bertahan selama tiga tahunan, selebihnya perlu adanya check ulang atau pasang kembali.

 

Untuk menekuni SIG terutama mahasiswa, tambah dia, bisa memulainya dari hobi, walaupun tidak bisa sama sekali mengoperasikan SIG, akan tetapi, jika dimulai dari ketekunan dan kemauan yang keras, pastinya, akan mudah. Dan untuk memulai hal ini bisa dari hal yang kecil dan sederhana, seperti mengetahui titik kebakaran hutan, banjir dan daerah erosi. Maka dari situlah bisa diprediksi dan belajar dasar SIG pun akan mudah.

 

Sistem komputer untuk SIG ini, terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan prosedur untuk penyusunan pemasukkan data, pengolahan, analisis, pemodelan (modelling), dan penayangan data geospatial. Sedangkan sumber data geospatial berasal dari peta digital, foto udara, citra satelit, tabel statistik dan dokumen lain yang berhubungan.

 

“Yang menjadi alasan dibutuhkannya SIG karena, data geospatial biasanya sangat buruk,
peta dan statistik yang digunakan sangat cepat kadaluarsa, data dan informasi sering tidak akurat, tidak ada pelayanan penyediaan data dan  tidak ada pertukaran data,” ungkap yang  belajar SIG secara otodidak ini. []

 

 

 

SIG Berguna Untuk Mengetahui Letak Kecocokan Lahan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

FST, UINJKT Online - Sistem Informasi Geografis (SIG) atau sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengolah serta menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis berguna mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam dan lingkungan transportasi.

 

“Selain itu, gunanya SIG yaitu untuk merevisi dan pemutakhiran data menjadi lebih mudah, penghematan waktu dan biaya serta keputusan yang akan diambil menjadi lebih baik,” ujar lulusan IPB Prof I Nengah Surati Jaya M Agr dalam kuliah umum dengan tema “Perkembangan Teknologi dan Prospek Karir dalam Bidang Sistem Informasi Geografis (SIG)” yang digelar program studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika (TI/SI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Selasa (26/5).

 

Menurutnya, dengan menggunakan SIG ini, maka akan dapat mengetahui letak kecocokan suatu daerah atau lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi bisnis yang tepat, karena sudah mengetahui bahaya dari pengaruh erosi, kebanjiran, kebakaran, iklim  maupun yang lainnya. Namun penggunaan SIG ini paling lama bisa bertahan selama tiga tahunan, selebihnya perlu adanya check ulang atau pasang kembali.

 

Untuk menekuni SIG terutama mahasiswa, tambah dia, bisa memulainya dari hobi, walaupun tidak bisa sama sekali mengoperasikan SIG, akan tetapi, jika dimulai dari ketekunan dan kemauan yang keras, pastinya, akan mudah. Dan untuk memulai hal ini bisa dari hal yang kecil dan sederhana, seperti mengetahui titik kebakaran hutan, banjir dan daerah erosi. Maka dari situlah bisa diprediksi dan belajar dasar SIG pun akan mudah.

 

Sistem komputer untuk SIG ini, terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan prosedur untuk penyusunan pemasukkan data, pengolahan, analisis, pemodelan (modelling), dan penayangan data geospatial. Sedangkan sumber data geospatial berasal dari peta digital, foto udara, citra satelit, tabel statistik dan dokumen lain yang berhubungan.

 

“Yang menjadi alasan dibutuhkannya SIG karena, data geospatial biasanya sangat buruk,
peta dan statistik yang digunakan sangat cepat kadaluarsa, data dan informasi sering tidak akurat, tidak ada pelayanan penyediaan data dan  tidak ada pertukaran data,” ungkap yang  belajar SIG secara otodidak ini. []