Siapa Bilang Belajar Matematika Itu Sulit

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Irma Wahyuni


SORE itu, ratusan pelajar bersorak sorai disertai suara tawa bahagia di Gedung Auditorium Utama pada babak final Olimpiade Matematika (LC2M) ke IX tingkat madrasah (MA/MTs/MI) se-Jabodetabek yang digelar BEM Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Sabtu, (15/8).


Mereka membentuk kelompok-kelompok dengan seragam sekolahnya masing-masing. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel untuk memberikan semangat serta menunjukkan motto dan identitas sekolahnya. Riuh suara tepuk tangan yang disertai teriakan acap kali terdengar setiap kali panitia menyebutkan nama sekolah mereka sebagai pemenang.


Seorang ibu nampak meneteskan air mata haru dan bahagia sambil mameluk puterinya penuh dengan rasa bangga. Ia mengaku sangat bangga karena puterinya menjadi salah satu pemenang Olimpiade Matematika se-Jabodetabek di UIN Jakarta.


“Ternyata kecintaannya terhadap matematika membuahkan hasil. Puteri saya sudah sejak SD memenangkan perlombaan matematika,” ujarnya dengan lugas kepada UINJKT Online.


Sementara di deretan kursi terdepan nampak tiga orang anak kecil sedang tertawa-tawa bahagia sambil melihat-lihat piala yang dimenangkannya. Mereka adalah para siswi MI Allayyinah Tangerang, para pemenang juara pertama untuk tingkat MI.


“Aku selalu mendapat juara pertama di kelasku dan nilai matematika di raportku selalu 9,5,” ujar salah satu dari mereka, Rizqia Damayanti saat ditanyai tentang prestasi-prestasi bidang matematika yang pernah diraihnya.


Sedangkan di deretan kursi paling belakang, nampak tiga orang pelajar menggunakan seragam hitam putih dan kopiah hitam bersama para guru dan supporternya . Mereka adalah Muhammad Ali Ridho, Lutfi dan Ahmad Zulfikar Abdurrahman dari MTs An-Nahdlah Depok, pemenang juara II untuk tingkat MTs.


Menurut mereka belajar matematika itu tidak sulit, yang menyulitkan adalah anggapan bahwa matematika itu pelajaran yang sulit. “Sebenarnya matematika itu menyenangkan karena kita rasakan setiap hari dalam kehidupan ,” ujar Muhammad Ali Ridho yang mengaku sudah sering memenangkan kejuaraan olimpiade matematika sejak SD.


“Kami senang mengerjakan soal-soal matematis dan setelah shalat Isya kami selalu latihan di asrama bersama ustadz kami,” Ahmad Zulfikar Abdurrahman menambahkan dengan suaranya yang lantang.


Pendapat mereka senada dengan penuturan tiga orang siswa MA Daar-el Qolam Tangerang yakni Muhammad Fahri Gunawan, Asep Zulfikar Khairul Umam dan Qurrota Rahmat Hidayatullah, Pemenang juara pertama untuk tingkat Aliyyah. Kata mereka, matematika itu menyenangkan karena nampak dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam berfikir, membaca data statistik dan terutama dalam jual beli.


“Menurut saya, hidup ini penuh dengan matematika. Contoh kecilnya, dalam berpikir saja kita membutuhkan waktu beberapa menit dalam hitungan angka,” kata Khairul Umam kepada UINJKT Online.


Mereka menambahkan, matematika itu menyenangkan dan tidaklah sulit karena sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. “Kuncinya adalah cintailah matematika, maka matematika akan terasa mudah,” Fahri Gunawan turut menambahkan.


Selamat kepada para pemenang, semoga bisa mengukir prestasi yang lebih gemilang bagi masa depan bangsa Indonesia.

 

Siapa Bilang Belajar Matematika Itu Sulit

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Irma Wahyuni


SORE itu, ratusan pelajar bersorak sorai disertai suara tawa bahagia di Gedung Auditorium Utama pada babak final Olimpiade Matematika (LC2M) ke IX tingkat madrasah (MA/MTs/MI) se-Jabodetabek yang digelar BEM Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Sabtu, (15/8).


Mereka membentuk kelompok-kelompok dengan seragam sekolahnya masing-masing. Sesekali mereka meneriakkan yel-yel untuk memberikan semangat serta menunjukkan motto dan identitas sekolahnya. Riuh suara tepuk tangan yang disertai teriakan acap kali terdengar setiap kali panitia menyebutkan nama sekolah mereka sebagai pemenang.


Seorang ibu nampak meneteskan air mata haru dan bahagia sambil mameluk puterinya penuh dengan rasa bangga. Ia mengaku sangat bangga karena puterinya menjadi salah satu pemenang Olimpiade Matematika se-Jabodetabek di UIN Jakarta.


“Ternyata kecintaannya terhadap matematika membuahkan hasil. Puteri saya sudah sejak SD memenangkan perlombaan matematika,” ujarnya dengan lugas kepada UINJKT Online.


Sementara di deretan kursi terdepan nampak tiga orang anak kecil sedang tertawa-tawa bahagia sambil melihat-lihat piala yang dimenangkannya. Mereka adalah para siswi MI Allayyinah Tangerang, para pemenang juara pertama untuk tingkat MI.


“Aku selalu mendapat juara pertama di kelasku dan nilai matematika di raportku selalu 9,5,” ujar salah satu dari mereka, Rizqia Damayanti saat ditanyai tentang prestasi-prestasi bidang matematika yang pernah diraihnya.


Sedangkan di deretan kursi paling belakang, nampak tiga orang pelajar menggunakan seragam hitam putih dan kopiah hitam bersama para guru dan supporternya . Mereka adalah Muhammad Ali Ridho, Lutfi dan Ahmad Zulfikar Abdurrahman dari MTs An-Nahdlah Depok, pemenang juara II untuk tingkat MTs.


Menurut mereka belajar matematika itu tidak sulit, yang menyulitkan adalah anggapan bahwa matematika itu pelajaran yang sulit. “Sebenarnya matematika itu menyenangkan karena kita rasakan setiap hari dalam kehidupan ,” ujar Muhammad Ali Ridho yang mengaku sudah sering memenangkan kejuaraan olimpiade matematika sejak SD.


“Kami senang mengerjakan soal-soal matematis dan setelah shalat Isya kami selalu latihan di asrama bersama ustadz kami,” Ahmad Zulfikar Abdurrahman menambahkan dengan suaranya yang lantang.


Pendapat mereka senada dengan penuturan tiga orang siswa MA Daar-el Qolam Tangerang yakni Muhammad Fahri Gunawan, Asep Zulfikar Khairul Umam dan Qurrota Rahmat Hidayatullah, Pemenang juara pertama untuk tingkat Aliyyah. Kata mereka, matematika itu menyenangkan karena nampak dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam berfikir, membaca data statistik dan terutama dalam jual beli.


“Menurut saya, hidup ini penuh dengan matematika. Contoh kecilnya, dalam berpikir saja kita membutuhkan waktu beberapa menit dalam hitungan angka,” kata Khairul Umam kepada UINJKT Online.


Mereka menambahkan, matematika itu menyenangkan dan tidaklah sulit karena sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. “Kuncinya adalah cintailah matematika, maka matematika akan terasa mudah,” Fahri Gunawan turut menambahkan.


Selamat kepada para pemenang, semoga bisa mengukir prestasi yang lebih gemilang bagi masa depan bangsa Indonesia.