SI dan TI Internasional, Siap Mencetak Sarjana Sains Islami

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Ekawati dan Jamilah

 

Gedung FST, UINJKT Online – Sejak tiga semester lalu, Fakultas Sains dan Teknologi mempunyai dua program studi (prodi) baru yang berorientasi internasional, yaitu Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informatika (SI). Program ini terlaksana atas kerjasama UIN Jakarta dengan Universitas Antar Bangsa Malaysia (UAM).

”Tujuan utama FST mendirikan prodi ini adalah untuk mengubah pikiran orang yang belum percaya pada kemampuan FST pada bidang sains dan teknologi,” jelas Dr Ujang Maman, Pembantu Dekan Bidang Akademik FST, Senin (7/7).

Pada dasarnya, program SI/TI internasional tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dengan program reguler lainnya. Tiga aspek yang menjadi ciri khas keinternasionalannya adalah aspek bahasa pengantar kuliah, aspek kurikulum yang sama dengan UAM dan aspek mahasiswa.

Staf pengajar adalah para doktor dan master yang berasal dari Malaysia dan Indonesia. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan sebagai bahasa pengantar kuliah. Karena itu, para calon mahasiswa program ini harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik yang dibuktikan dengan hasil TOEFL.

Masa belajar dalam program ini ditempuh selama empat semester dan empat semester berikutnya dilanjutkan di UAM. ”Jadi mahasiswa program internasional UIN Jakarta juga diakui di UAM,” kata Ujang. Hanya saja, lanjutnya, target pencapaian mahasiswa asing sebanyak 50 persen hingga kini belum tercapai. Saat ini hanya ada beberapa mahasiswa asing yang masuk program ini, seperti Iran.

Setiap tahun, program internasional hanya membuka satu kelas dengan jumlah mahasiswa tak lebih dari 20 orang. Tujuan prodi ini juga untuk menciptakan sarjana Islam yang terampil dalam bidang sains yang bersifat universal.

Biaya masuk yang dikenakan untuk prodi program Internasional ini sekitar 20 juta. Mereka yang berminat untuk masuk ke prodi ini bisa melalui semua jalur yang sudah ditentukan oleh UIN Jakarta seperti Ujian Masuk Lokal (UML), Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK), Ujian Masuk Bersama (UMB) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).  

 

SI dan TI Internasional, Siap Mencetak Sarjana Sains Islami

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Ekawati dan Jamilah

 

Gedung FST, UINJKT Online – Sejak tiga semester lalu, Fakultas Sains dan Teknologi mempunyai dua program studi (prodi) baru yang berorientasi internasional, yaitu Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informatika (SI). Program ini terlaksana atas kerjasama UIN Jakarta dengan Universitas Antar Bangsa Malaysia (UAM).

”Tujuan utama FST mendirikan prodi ini adalah untuk mengubah pikiran orang yang belum percaya pada kemampuan FST pada bidang sains dan teknologi,” jelas Dr Ujang Maman, Pembantu Dekan Bidang Akademik FST, Senin (7/7).

Pada dasarnya, program SI/TI internasional tidak mempunyai perbedaan yang signifikan dengan program reguler lainnya. Tiga aspek yang menjadi ciri khas keinternasionalannya adalah aspek bahasa pengantar kuliah, aspek kurikulum yang sama dengan UAM dan aspek mahasiswa.

Staf pengajar adalah para doktor dan master yang berasal dari Malaysia dan Indonesia. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan sebagai bahasa pengantar kuliah. Karena itu, para calon mahasiswa program ini harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik yang dibuktikan dengan hasil TOEFL.

Masa belajar dalam program ini ditempuh selama empat semester dan empat semester berikutnya dilanjutkan di UAM. ”Jadi mahasiswa program internasional UIN Jakarta juga diakui di UAM,” kata Ujang. Hanya saja, lanjutnya, target pencapaian mahasiswa asing sebanyak 50 persen hingga kini belum tercapai. Saat ini hanya ada beberapa mahasiswa asing yang masuk program ini, seperti Iran.

Setiap tahun, program internasional hanya membuka satu kelas dengan jumlah mahasiswa tak lebih dari 20 orang. Tujuan prodi ini juga untuk menciptakan sarjana Islam yang terampil dalam bidang sains yang bersifat universal.

Biaya masuk yang dikenakan untuk prodi program Internasional ini sekitar 20 juta. Mereka yang berminat untuk masuk ke prodi ini bisa melalui semua jalur yang sudah ditentukan oleh UIN Jakarta seperti Ujian Masuk Lokal (UML), Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK), Ujian Masuk Bersama (UMB) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).