Sertifikasi Guru Bertujuan Tingkatkan Profesionalitas Mengajar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium, UIN Online – Program sertifikasi guru dan dosen yang digelar secara nasional bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas dan kompetensi mengajar. Hal itu dilakukan agar mutu pendidikan di Indonesia meningkat serta berdaya saing tinggi di dunia internasional.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta Drs Sutami MPd menyatakan, kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tak hanya menyediakan alokasi anggaran 20 persen tapi juga mendorong profesionalisme guru dan dosen melalui program sertifikasi. “Selain profesionalitas, program sertifikasi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru,” ujar Sutami saat membuka peserta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Kamis (19/8). Turut hadir Pembantu Dekan Bidang Akademik Dr Nurlena Rifa’i, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Abdul Rozak MSi, dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Muhbib Abdul Wahab.

Sutami menjelaskan, sebagai kementerian yang ikut mengurusi bidang pendidikan, Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta mengemban tugas membantu para guru agama di sekolah dan madrasah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengajar. Salah satunya melalui program sertifikasi guru yang dilakukan dalam bentuk portofolio maupun PLPG.

“Peserta PLPG saat ini termasuk beruntung karena akan memperoleh pengetahuan dan wawasan tambahan mengenai belajar mengajar. Berbeda dengan peserta yang hanya lulus portofolio saja,” katanya. Meski demikian, ia berharap program sertifikasi tersebut dapat mendongkrak kualitas dan profesionalitas guru di samping ada peningkatan kesejahteraan.

“Saya berharap kualitas guru-guru agama di DKI Jakarta pascasertifikasi tidak terjadi seperti di Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan hasil penelitian Kemendiknas, kualitas guru-guru agama di provinsi tersebut tetap masih rendah meskipun sudah disertifikasi,” paparnya.

Peserta PLPG diikuti sekitar 700 orang. Mereka adalah guru agama di wilayah Provinsi DKI Jakarta yang tidak lolos seleksi portofolio yang digelar sebelumnya. Menurut Abdul Rozak, dari total 3.250 peserta guru agama untuk kuota tahun 2010 yang ikut sertifikasi, sebanyak 2.650 di antaranya lolos portofolio.

“Tingkat kelulusan tahun ini ada peningkatan antara 40-50 persen bila dibandingkan tahun lalu yang hanya 25-30 persen,” ujarnya. Adapun peserta PLPG tahun ini terbanyak berasal dari guru agama di SD yang jumlahnya mencapai 480 orang.

Program PLPG dilakukan selama delapan hari mulai 19 Agustus hingga 27 Agustus 2010. Para peserta akan menjalani perkuliahan di gedung FITK dan menerima sejumlah materi pengayaan tentang proses belajar mengajar di kelas.

Menurut Nurlena Rifa’i, program PLPG diarahkan kepada empat peningkatan kompetensi peserta, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi profesionalitas, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. “Sasaran utamanya di antaranya agar peserta lebih percaya diri,” katanya.(ns)

Sertifikasi Guru Bertujuan Tingkatkan Profesionalitas Mengajar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium, UIN Online – Program sertifikasi guru dan dosen yang digelar secara nasional bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas dan kompetensi mengajar. Hal itu dilakukan agar mutu pendidikan di Indonesia meningkat serta berdaya saing tinggi di dunia internasional.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta Drs Sutami MPd menyatakan, kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tak hanya menyediakan alokasi anggaran 20 persen tapi juga mendorong profesionalisme guru dan dosen melalui program sertifikasi. “Selain profesionalitas, program sertifikasi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru,” ujar Sutami saat membuka peserta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Kamis (19/8). Turut hadir Pembantu Dekan Bidang Akademik Dr Nurlena Rifa’i, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Abdul Rozak MSi, dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Muhbib Abdul Wahab.

Sutami menjelaskan, sebagai kementerian yang ikut mengurusi bidang pendidikan, Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta mengemban tugas membantu para guru agama di sekolah dan madrasah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengajar. Salah satunya melalui program sertifikasi guru yang dilakukan dalam bentuk portofolio maupun PLPG.

“Peserta PLPG saat ini termasuk beruntung karena akan memperoleh pengetahuan dan wawasan tambahan mengenai belajar mengajar. Berbeda dengan peserta yang hanya lulus portofolio saja,” katanya. Meski demikian, ia berharap program sertifikasi tersebut dapat mendongkrak kualitas dan profesionalitas guru di samping ada peningkatan kesejahteraan.

“Saya berharap kualitas guru-guru agama di DKI Jakarta pascasertifikasi tidak terjadi seperti di Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan hasil penelitian Kemendiknas, kualitas guru-guru agama di provinsi tersebut tetap masih rendah meskipun sudah disertifikasi,” paparnya.

Peserta PLPG diikuti sekitar 700 orang. Mereka adalah guru agama di wilayah Provinsi DKI Jakarta yang tidak lolos seleksi portofolio yang digelar sebelumnya. Menurut Abdul Rozak, dari total 3.250 peserta guru agama untuk kuota tahun 2010 yang ikut sertifikasi, sebanyak 2.650 di antaranya lolos portofolio.

“Tingkat kelulusan tahun ini ada peningkatan antara 40-50 persen bila dibandingkan tahun lalu yang hanya 25-30 persen,” ujarnya. Adapun peserta PLPG tahun ini terbanyak berasal dari guru agama di SD yang jumlahnya mencapai 480 orang.

Program PLPG dilakukan selama delapan hari mulai 19 Agustus hingga 27 Agustus 2010. Para peserta akan menjalani perkuliahan di gedung FITK dan menerima sejumlah materi pengayaan tentang proses belajar mengajar di kelas.

Menurut Nurlena Rifa’i, program PLPG diarahkan kepada empat peningkatan kompetensi peserta, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi profesionalitas, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. “Sasaran utamanya di antaranya agar peserta lebih percaya diri,” katanya.(ns)