Ruang Diorama, BERITA UIN Online – Menjelang diadakannya rapat kerja pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta tahun 2018, Senat Universitas menggelar rapat Sidang Pleno di Ruang Diorama, Selasa (16/1/2018). Rapat dipimpin Ketua Senat Prof Dr HM Atho Mudzhar serta dihadiri para wakil rektor, dekan, dan anggota senat.

Agenda utama sidang yang digelar di ruang tertutup tersebut untuk mendengarkan laporan kinerja Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada selama tiga tahun menjabat antara 2015-2017. Sidang juga untuk mendengarkan rencana-rencana strategis yang akan dilakukan pimpinan UIN Jakarta selama satu tahun ke depan atau menjelang berakhirnya masa jabatan rektor di tahun 2019.

Dalam pidatonya, Rektor Dede Rosyada menyatakan optimis bahwa UIN Jakarta akan menjadi universitas riset kelas dunia (world class research university). Hal itu mengingat sudah banyak prestasi yang dicapai selama dirinya menjabat sebagai rektor sejak 2014 silam. Berbagai capaian prestasi yang dilakukannya meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama dan pengembangan kelembagaan, serta bidang keuangan maupun sarana dan prasarana.

 “Banyak tren peningkatan sehingga menjadikan kita optimis bahwa UIN Jakarta akan menjadi universitas kelas dunia di masa mendatang,” ujar Rektor Prof Dr Dede Rosyada saat menyampaikan laporan akhir tahun 2017 pada Sidang Pleno Senat Universitas di Ruang Diorama, Selasa (16/1/2018). Rapat dipimpin Ketua Senat Prof Dr HM Atho Mudzhar serta dihadiri para wakil rektor, dekan, dan anggota senat.

Rektor memaparkan, keberhasilan UIN Jakarta di bidang pendidikan dan pengajaran misalnya ditandai dengan penerapan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) maupun keikutsertaannya dalam berbagai lembaga pengindeks pendidikan tinggi dan karya akademik, seperti Webometric, 4ICU, SINTA, Google Scholars, Scopus, dan yang sedang dijajaki adalah Time Higher Education (THE), yaitu lembaga pemeringkatan universitas tingkat dunia.

Selain tren di atas, kata Rektor, UIN Jakarta juga melakukan peningkatan kapasitas skill dosen melalui serangkaian kegiatan workshop. Di tahun 2017, ada sedikitnya 300 dosen yang memperoleh kesempatan mengikuti workshop tersebut.

Hal lain yang menggembirakan adalah UIN Jakarta selama kurun tiga tahun tersebut telah mengembangkan sejumlah program strategis dalam rangka penguatan budaya pendidikan dan pengajaran bagi mahasiswa, baik dari kisaran masukan, proses, maupun keluaran. Sebagai contoh, kata Rektor, sumberdaya manusia (SDM) berstatus Strata 2 (S2) naik dua orang per tahun. Kemudian tren jumlah pendidik berstrata 3 (S3) naik dari 300 orang menjadi 304 di tahun 2016 dan naik lagi 306 di tahun 2017.

“Tren yang sama juga terjadi di SDM profesor, yaitu bertambah empat orang di kurun waktu yang sama,” katanya.

Di bidang penelitian dan publikasi, UIN Jakarta mengalami peningkatan annggaran. Anggaran penelitian ini dialokasikan untuk bebagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan mutu proses penelitian dan output penelitian berupa publikasi ilmiah hingga pematenan hak kekayaan intelektual.

Selain dukungan dana, budaya penelitian juga terus dikembangkan dengan melibatkan tak hanya dosen tapi juga mahasiswa. Dengan melibatkan mahasiswa pada proses penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar dan pengalaman yang sangat baik bagi mahasiswa guna melengkapi wawasan terhadap merode dan keterampilan menulis. Bahkan, jelas Rektor, dalam bidang penelitian ini jumlah peneliti internasional terus ditingkatkan termasuk diadakannya kegiatan penelitian bersama para dosen UIN Jakarta.

“Begitu pula sebaliknya, banyak dosen UIN Jakarta yang terlibat sebagai peneliti internasional, seperti menjadi research fellow dan visiting professor,” ungkapnya. (ns)