SEMA UIN Sumatera Utara Kunjungi SEMA UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
SEMA UIN SU

Kepala Biro AAKK dan Kepala Biro AUK bersama SEMA UIN Jakarta menyambut kunjungan SEMA UIN SU di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, Selasa (22/11/2016).

Gedung Rektorat, Berita UIN Online– Dalam rangka mengenal suasana akademis di lingkungan Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Jakarta, 22 anggota SEMA UIN Sumatera Utara (UIN SU) mengunjungi SEMA UIN Jakarta pada Selasa, (22/11/2016).

Rombongan yang diketuai Ketua SEMA UIN SU Wahfiudin Rahmad Harahap itu diterima Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAAKK) Drs Zaenal Arifin MPdI dan Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Dr Rudi Subiantoro MPd didampingi Kepala Bagian Kerjasama Bambang Prihono SAg dan Ketua serta beberapa anggota SEMA UIN Jakarta.

Dalam sambutannya, Zaenal mengatakan pentingnya menjalin hubungan silaturahim antar organisasi mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk dapat saling belajar dan bertukar pikiran dalam kegiatan yang bermanfaat.

“Banyak manfaat yang didapat dari silaturahim ini. SEMA UIN SU bisa belajar suasana akademis di lingkungan SEMA UIN Jakarta, begitupula sebaliknya,” ujar Zaenal.

Terlebih lagi, lanjutnya, saat ini SEMA UIN Jakarta sedang mempersiapkan kegiatan pesta demokrasi kampus yang digelar setiap tahun.

“Sebentar lagi akan diadakan Pemilu Raya (Pemira) di sini, silahkan kalian dapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang penyelenggaraan Pemira di UIN Jakarta,” imbuh Zaenal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BAUK Rudi Subiantoro mengatakan bahwa kunjungan SEMA UIN SU ke UIN Jakarta dinilai sangat tepat sekali, karena salah satu agendanya adalah berkunjung ke fakultas-fakultas keagamaan, terutama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

“Tepat sekali berkunjung ke sini, FITK UIN Jakarta telah mendapatkan akreditasi A,” ujar Rudi.

Yang menjadi permasalahan bersama, lanjutnya, belajar di kampus keagaamaan itu mempunyai beban berat, berbeda dengan kampus umum. Pasalnya, menurut Rudi, mahasiswa harus betul-betul lebih hati-hati dalam berprilaku, terutama dalam berpakaian.

“Di kampus keagamaan dalam tata cara berpakaian ada aturan tersendiri, tidak seperti mahasiswa di kampus umum, mereka bebas mau pakai apa saja,” imbuhnya.

Selain itu, Rudi juga membagi pengalaman dengan memberikan tips bagaimana skripsi yang baik itu. Menurutnya, skripsi yang baik itu adalah skripsi yang selesai, baik selesai dikerjakan maupun selesai diujikan.

“Itu skripsi yang baik, bukan yang berisi berbagai macam teori, tapi ketika diujikan tidak lulus,” tandasnya.

Sementara itu Wahfiudin yang menjadi ketua rombongan SEMA UIN SU menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada pimpinan dan sivitas akademik UIN Jakarta yang mau menerima mereka dengan ramah dan tangan terbuka.

“Terima kasih kami ucapkan atas sambutannya, semoga dalam kunjungan ini kami dapat mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya untuk dapat kami adopsi di kampus kami. Kami juga berharap, UIN Jakarta dapat berkunjung ke tempat kami,” ujar Wahfi.

Usai penyambutan dan penyerahan cindera mata, rombongan SEMA UIN SU yang kampusnya beralamat di Medan Estate Sumatera Utara itu berkesempatan untuk berkeliling kampus UIN Jakarta didampingi anggota SEMA UIN Jakarta.

Sebagai informasi, UIN SU sebelum berubah status menjadi universitas statusnya adalah Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN SU). Pada 18 Oktober 2014, IAIN SU diresmikan menjadi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU). (mf)