Teater FAH, Berita UIN Online– Senat Mahasiswa UIN Jakarta menggelar Musyawarah Perwakilan Mahasiswa Universitas dengan tema Mahasiswa dan Dinamika Demokrasi Indonesia pada, Rabu (18/10), bertempat di Teater Prof Abdul Ghani lt 5 FAH UIN Jakarta.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Dekan Bagian Kemahasiswaan FAH UIN Jakarta, Dr Zubair Ahmad MA, Ketua SEMA UIN Jakarta, Khaidir Musa, Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifudin SThI MSi, Dr H Rahmat Nasution Hamka SH MS Anggota DPR RI Komisi IV, Fadli Ramadhan Peneliti Perludem, Eka Sastra SE Msi Anggota DPR RI Komisi VI, dan seluruh lembaga kemahasiswaan UIN Jakarta.

Ketua SEMA UIN Jakarta Musa (sapaan akrab) mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran mahasiswa pada era demokrasi demi mewujudkan good and clean Governance melalui mekanisme Check and Balance.

Dalam sambutannya, Zubair mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk kita semua menuangkan ide dan gagasan mewujudkan lembaga kemahasiswaan yang ada di UIN Jakarta menjadi lembaga kemahasiswaan yang ideal dan lebih demokrasi.

“Maka dari itu, wakil mahasiswa dituntut untuk dapat sensitif dalam mendengarkan keluhan mahasiswa serta aktif dalam menuangkan pemikiran untuk menyusun suatu kebijakan yang akan diberlakukan dalam lingkungan mahasiswa,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Afifuddin menegaskan bahwa, badan legislatif mahasiswa dituntut harus mampu menuangkan terobosan-terobosan yang bersifat inovatif dalam hal kebijakan sehingga fungsi legislatif tersebut benar–benar berjalan secara optimal.

“Disamping itu, badan legislatif mahasiswa juga dituntut untuk aktif mengawasi pelaksanaan dan mengevaluasi dari praktik-praktik penyelenggaraan sistem tersebut. Praktik–praktik penyelenggaraan dapat berupa kebijakan atau proses yang terjadi di dalam sistem tersebut,” tambahnya.

Di acara yang sama tersebut, Rahmat mengatakan bahwa mahasiswa menjadi salah satu komponen penting dalam pembangunan bangsa Indonesia.

“Mahasiswa menjadi bagian komponen penting dalam mencerdaskan masyarakat dalam memahami arti dari demokrasi itu sendiri sehingga masyarakat mengerti dan memahami bahwa demokrasi di Indonesia harus di rawat dengan baik agar tidak ada indikasi yang dapat mencederai demokrasi itu sendiri,” jelasnya. (lrf/sf)

Share This