Seleksi Prodi Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah FEB Dilakukan Secara Manual

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung FEB, BERITA UIN Online–Mienindaklanjuti Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor: 1119 Tahun 2012 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) akan menyeleksi para calon mahasiswanya dengan sistem manual.

Sistem tersebut diterapkan karena semua jenis pendaftaran dan penerimaan seleksi secara online di UIN Jakarta  sudah ditutup. Demikian hasil rapat sivitas akademik FEB di Meeting Room FEB, Gedung FEB Lt. 2, Rabu (15/8).

Rapat dipimpin langsung Dekan FEB, Prof Dr Abdul Hamid, dan didampingi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Moh Matsna HS, dan para pembantu dekan FEB. Rapat juga dihadiri sejumlah ketua prodi manajemen, para dosen. Selain itu hadir pula Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah dan Hukum Dr JM Muslim, Kepala Bagian Akademik Ir Yarsi Berlianti, dan lain-lainnya.

Prof Abdul Hamid menjelaskan, mekanisme seleksi manual dilakukan dengan cara memilih peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri yang mempunyai nilai tinggi, tetapi ia tidak lulus pada Prodi Kedokteran, Perbankan Syariah, Psikologi, dan Akutansi. “Kita ambil yang yang skor atau nilainay paling tinggi,”ujarnya.

Empat prodi itu dibuat tolok ukur seleksi lantaran peminatnya paling banyak dan paling kompetitif peluangnya diterimanya. “Prodi-prodi itu peminatnya paling tinggi, sementara daya tampungnya kecil. Misalnya Prodi Kedokteran. Pendaftarnya lebih 1000 orang, tapi yang diterima cuma 13 orang,”paparnya.

Di tempat yang sama, Pembantu Dekan FEB Prof Ahmad Rodoni mengatakan, selain harus mempunyai skor yang tinggi, calon mahasiswa dua prodi baru itu akan ditelisik asal-muasal sekolahnya. Sekolahdengan prestasi dan reputasi baik punya peluang lebih besar. “Kita juga akan melihat sekolahnya. Kita akan pilih mereka yang berasal dari sekolah bagus,”tegasnya.

Ia menambahkan, untuk memastikan seseorang lulus atau tidak pada dua prodi baru ini, calon mahasiswa akan diinterview terliebih dahulu oleh tim FEB. “Setelah kita wawancarai, kita seleksi mana yang lulus dan tidak,”sambung guru besar bidang keuangan itu.

Pada tahun pertama, lanjut dia, dua prodi di FEB ini hanya menerima masing-masing satu kelas. Tiap kelas kuotanya tidak lebih dari 40 orang. “Kuota tiap kelas cukup sekitar 35-40 mahasiswa,”tuturnya sumringah.

Ditambahkannya, dua prodi ini mirip, bahkan sama dengan Prodi Perbankan Syariah di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Namun, secara keilmuan berbeda. “Kurikulum dan mata kuliah dua prodi baru yang ada di FEB berbeda dengan di FSH,”tandasnya. (d antariksa/saifudin)