Seleksi Mahasiswa Internasional Terpisah dengan Reguler

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Akhwani Subkhi

 

Rektorat, UIN Online Jika pada tahun sebelumnya penerimaan mahasiswa baru dari luar negeri (mahasiswa internasional) terintegrasi dengan seleksi penerimaan mahasiswa baru dari dalam negeri, mulai tahun akademik ini UIN memisahkan tahapan seleksi keduanya.

 

Menurut Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Drs Abd Shomad seleksi mahasiswa internasional tahun ini dilakukan secara khusus yakni melalui pengajuan permohonan individu maupun kolektif  yang ditunjukkan kepada International Office UIN.

 

“Ketika seleksi mahasiswa internasional disamakan dengan mahasiswa reguler ada kendala yang dihadapi mereka yakni masalah bahasa karena kita tidak membuat tes tulis berbahasa asing,” katanya.

 

Shomad menjelaskan seleksi penerimaan mahasiswa internasional dilakukan oleh International Office. Mahasiswa internasional tidak lagi mengikuti tes tulis sebagaimana mahasiswa reguler, melainkan hanya seleksi berkas administrasi seperti nilai di sekolah asal dan wawancara baca tulis al-Quran dan minat calon mahasiswa bersangkutan. 

 

Hasil seleksi, kata Shomad, kemudian direkomendasikan kepada Rektor untuk dinilai apakah calon mahasiswa tersebut layak atau tidak menjadi mahasiswa UIN. Setelah berkas disetujui maka Rektor melalui Biro AAK membuat surat keputusan tentang penerimaan mahasiswa internasional.

 

Jumlah mahasiswa internasional yang diterima tahun ini sebanyak 71 orang. Mereka  berasal dari beberapa negara yakni Malaysia 34 orang, Singapura 3 orang, Afrika Selatan 2 orang, Somalia 27 orang, dan Turki 3 orang. Biaya perkuliahan mahasiswa internasional tidak sama dengan mahasiswa reguler karena ditentukan oleh dollar. “Jumlahnya jauh lebih mahal daripada mahasiswa reguler,” jelasnya. []

Seleksi Mahasiswa Internasional Terpisah dengan Reguler

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Reporter: Akhwani Subkhi

 

Rektorat, UIN Online Jika pada tahun sebelumnya penerimaan mahasiswa baru dari luar negeri (mahasiswa internasional) terintegrasi dengan seleksi penerimaan mahasiswa baru dari dalam negeri, mulai tahun akademik ini UIN memisahkan tahapan seleksi keduanya.

 

Menurut Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Drs Abd Shomad seleksi mahasiswa internasional tahun ini dilakukan secara khusus yakni melalui pengajuan permohonan individu maupun kolektif  yang ditunjukkan kepada International Office UIN.

 

“Ketika seleksi mahasiswa internasional disamakan dengan mahasiswa reguler ada kendala yang dihadapi mereka yakni masalah bahasa karena kita tidak membuat tes tulis berbahasa asing,” katanya.

 

Shomad menjelaskan seleksi penerimaan mahasiswa internasional dilakukan oleh International Office. Mahasiswa internasional tidak lagi mengikuti tes tulis sebagaimana mahasiswa reguler, melainkan hanya seleksi berkas administrasi seperti nilai di sekolah asal dan wawancara baca tulis al-Quran dan minat calon mahasiswa bersangkutan. 

 

Hasil seleksi, kata Shomad, kemudian direkomendasikan kepada Rektor untuk dinilai apakah calon mahasiswa tersebut layak atau tidak menjadi mahasiswa UIN. Setelah berkas disetujui maka Rektor melalui Biro AAK membuat surat keputusan tentang penerimaan mahasiswa internasional.

 

Jumlah mahasiswa internasional yang diterima tahun ini sebanyak 71 orang. Mereka  berasal dari beberapa negara yakni Malaysia 34 orang, Singapura 3 orang, Afrika Selatan 2 orang, Somalia 27 orang, dan Turki 3 orang. Biaya perkuliahan mahasiswa internasional tidak sama dengan mahasiswa reguler karena ditentukan oleh dollar. “Jumlahnya jauh lebih mahal daripada mahasiswa reguler,” jelasnya. []