Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2015, kami segenap pimpinan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengucapkan selamat pada seluruh dosen, mahasiswa, dan karyawan UIN Jakarta serta segenap guru sekolah dan madrasah dosen PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) dan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) di Kota Tangerang Selatan, dengan harapan pendidikan di Kota Tangerang Selatan khususnya dan di Indonesia pada umumnya akan semakin maju, dipercaya dan dapat menghantarkan anak-anak bangsa menjadi generasi yang lebih baik di masa yang akan datang.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memperingati Hardiknas 2 Mei 2015 dengan tema “Peningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi untuk Mendukung Daya Saing Bangsa.” Dalam sambutannya Menristekdikti Prof Dr Mohammad Nasir dalam pidatonya menegaskan tiga hal pokok pengembangan pendidikan tinggi ke depan, yakni; peningkatan mutu yang diukur dengan akreditasi program studi dan akreditasi institusi, peningkatan mutu dan produk penelitian, karya ilmiah yang diukur dengan jumlah publikasi ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi serta perolehan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) melalui hilirisasi penelitian dan terakhir peningkatan tata kelola perguruan tinggi dengan pemantapan universitas yang sudah menjadi PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) agar segera bisa masuk dalam 500 besar universitas di dunia.

Kebijakan-kebijakan tersebut sangat konkrit, menarik, dan menantang, walaupun kita belum sempat mendengar apakah Kementerian Agama yang menjadi rumah tempat berkumpulnya UIN, IAIN dan STAIN di Indonesia juga bermimpi sama, atau mungkin punya mimpi yang lain, atau mungkin sedang tidak punya mimpi apa-apa. Boleh kita sejenak memperhatikan dan mengapresiasi sebanyak kurang lebih 352 ribu mahasiswa yang telah menetapkan pilihan untuk kuliah di perguruan tinggi Islam yang kita banggakan dan bersama dengan rekan-rekan mereka yang kini kuliah di UI, ITB, dan IPB, serta perguruan tinggi lainnya di Indonesia, akan memasuki pasar kerja yang semakin luas, sejalan dengan kebijakan free flow of service untuk 10 negara ASEAN di bulan Nopember 2015 yang akan datang.

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) sendiri sedang melakukan langkah-langkah yang hampir sama untuk memasuki pasar ASEAN. Mengikuti langkah-langkah yang telah dilakukan UI, IPB dan UGM, UIN kini  masuk sebagai associate member dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA) yang berpusat di Thailand dan sudah menyampaikan proposal untuk sertifikasi beberapa program studi. Kini UIN Jakarta sedang mempersiapkan Self Assessment Report (SAR) untuk dinilai oleh para asesor dari berbagai negara ASEAN dan akan divisitasi awal tahun 2016. Dengan sertifikasi tersebut, berarti penyelenggaraan UIN sudah menggunakan standar yang sama dengan berbagai perguruan tinggi besar lainnya di ASEAN dan para alumninya bisa diterima di pasar ASEAN  untuk berbagai skill dan keahlian.

Kemudian dari itu, UIN Jakarta juga sedang melakukan review internal kurikulum program studi tingkat sarjana menyesuaikan pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonensia (KKNI) yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012 serta review kurikulum oleh perguruan tinggi mitra di luar negeri untuk penyelenggaraan program sandwich yang akan dimulai tahun 2015 ini atas kerjasama UIN Jakarta dengan University of Western Sydney (UWS) di Australia, serta beberapa universitas di Austria dan German. Review internal lebih difokuskan pada kajian kesesuaian kurikulum dengan standar yang ditetapkan dalam KKNI, khususnya untuk program sarjana yang diletakkan dalam posisi level 6, dan pendidikan profesi pada level 7. Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012 menetapkan bahwa semua lulusan sarjana level 6 dan 7 harus bisa masuk pasar tenaga kerja. Oleh sebab itu, rumusan kompetensi lulusan harus mampu menjabarkan skill yang akan diperkuat serta jenis pekerjaan yang akan dimasuki para alumni dari masing-masing program studi. Dan jika ada program studi ilmu murni yang tidak memiliki captive market, maka KKNI mengamanahkan untuk memberikan keterampilan di luar program studi dan bersertifikat, dengan dua pilihan, apakah inline dalam kurikulum dengan maksimal 20% dari total beban studi mahasiswa, atau program di luar kurikulum. Kedua pilihan program bisa diambil secara optional dan dua-duanya harus bersertifikat yang dikerjasamakan dengan lembaga nasional sertifikasi profesi.

Kemudian, UIN Jakarta juga sedang melakukan revitalisasi program-program penelitian yang difokuskan pada new discovery yang dapat menghasilkan teknologi baru, instrumen baru, atau sebuah model yang dapat digunakan untuk community development. Sangat disadari bahwa kekuatan penelitian UIN Jakarta yang menjadi legacy dari IAIN adalah penelitian humaniora berbasis sejarah atau falsafat, sehingga hasilnya tidak sampai pada HAKI dan hanya menghasilkan copy right jika diterbitkan menjadi sebuah buku akademik. Akan tetapi, transformasi menjadi UIN membawa konsekwensi bahwa berfikir kita juga harus bertransformasi dan menjadi universal bahwa ada model-model penelitian yang selama ini tidak menjadi perhatian kita, yakni penelitian new discovery dalam bidang-bidang sains, biologi, fisika, atau kimia, atau dalam bidang teknologi informasi yang kini sedang sangat populer di Indonesia, atau bidang farmasi dan lainnya. Penelitian dalam cabang-cabang ilmu tersebut memiliki ciri dan pendekatan yang berbeda dari tradisi penelitian keagamaan, dan kita fasilitasi untuk bisa berkembang di UIN Jakarta, sebagai konsekwensi transformasi institusional, serta memperoleh HAKI untuk memperkuat reputasi kelembagaan Universitas.

Menristekdikti juga menekankan pentingnya publikasi atas temuan-temuan baru dalam jurnal yang sitasinya diindeks oleh indexing agency internasional bereputasi. Dia mendorong, memfasilitasi, membuka akses pada jurnal-jurnal internasional bereputasi, sebagaimana juga mendorong, memfasilitasi dan terus mendampingi jurnal-jurnal internal agar dikelola serius untuk menjadi jurnal internasional, dan sitasinya diindeks oleh indexingagency internasional bereputasi. Dosen yang menulis dalam jurnal-jurnal tersebut akan terakses oleh para akademisi internasional dan akan meningkat rekognisi dunia terhadap perguruan tinggi nasional, sehingga memudahkan para alumninya untuk mengakses peluang pasar global.

Selamat memperingati Hardiknas 2 Mei 2015, mudah-mudahan kesempatan ini menjadi renungan bagi kita semua untuk terus bergerak maju dalam jalan yang benar sesuai dengan cita-cita para pendiri IAIN dan cita-cita para pengagas serta pejuang transformasi IAIN menjadi sebuah universitas yang menjadi kebanggan umat Islam Indonesia. Wallahu a’lam bi al-shwab.

Artikel pernah dimuat dalam kolom Suara Kampus Harian Tangsel Pos, Senin, 4 Mei 2015.