Berita UIN Online – Standardisasi Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta untuk studi kajian Islam, adalah standar nasional. Satu standar yang jadi rujukan berbagai sekolah pasca sarjana di perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Pikiran di atas lahir dari Abdullah Khusairi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang sedang menggarap disertasi bertajuk “Wacana Islam Kontemporer di Media Massa, Kajian terhadap Radikalisme dalam Artikel Populer Surat Kabar Harian Kompas dan Republika 2013 – 2017”.

“Kalau sudah dapat akreditasi A itu sudah ideal. Susah untuk mencari skala perbandingan akreditassi A untuk perguruan tinggi Islam di Indonesia, yang memunyai kualitas setara dengan Pasca UIN Ciputat. Sekolah Pasca UIN Jakarta jadi rujukan studi Islam,” ujar dosen UIN Imam Bonjol, Padang.

Persoalannya kemudian, lanjut Khusairi, banyak mahasiswa, khususnya di level magister, banyak yang datang dari perguruan tinggi yang tidak memiliki standar keilmuan yang baik sehingga mereka punya tingkat kesulita yang tinggi  mengikuti perkuliahan di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

“Ketika kuliah S1, mereka tidak tradisi membaca dan menulis dengan baik. Bayangkan saja. Ada mahasiswa magister yang tidak bisa membuat foot note. Jika hal kecil seperti ini saja tak bisa dikuasai dengan baik, bagaimana bisa mencapai hal lain yang lebih besar, “ ungkap penerima beasiswa Ministry of Religious Affairs (MORA) Scholarship, Kemenag RIUntuk itu, menurut Khusairi, mau tak mau, mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, yang datang dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, harus mampu  mengejar standar keilmuan di Sekolah Pascasarjana UIN Ciputat ini.

“Kawan-kawan harus serius. Dan mau tak mau, harus mampu mengejar standar keilmuan di pasca UIN Jakarta. Di Ciputat, jiwa menulis dan membaca harus besar. Jika tidak mampu mengejar standar ini, ya pasti tertinggal,” ucap Khusairi di Café Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

Share This