Sekjen Kemenag: UIN Jakarta Harus Jadi Pusat Keunggulan Studi Islam

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Hotel Seruni, BERITA UIN Online–Sekretaris Jenderal  Kementerian Agama (Sekejen Kemenag) Bahrul Hayat PhD mengharapkan UIN Jakarta tetap memposisikan diri sebagai pusat keunggulan studi keislaman, meskipun UIN Jakarta juga mengembangkan sejumlah program studi-program studi nonkeagamaan.

“UIN Jakarta harus tetap jadi pusat studi Islam (Center for Islamic Studies). Karena selama ini ada anggapan kalau belajar/kuliah agama jangan di UIN/IAIN, karena banyak dosennya yang liberal. Ini harus di-counter,“ ujar Bahrul Hayat pada Rapat Kerja  Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta Tahun 2013, di Hotel Seruni, Jumat (18/1/2013).

Karena itu, terang dia,  ke depan UIN Jakarta harus konsisten pada kajian-kajian Islam. “Kita mimpikan lahirnya Islamic scholar. Mau belajar politik di UIN Jakarta, bisa belajar dengan Pak Bakhtiar Effendi (Guru Besar Ilmu Politik), tapi mereka harus diasramakan untuk belajar Islamnya,” katanya.

Menurutnya, untuk melahirkan para scholar (ilnuan) yang baik diperlukan asrama bagi mahasiswa. Dengan begitu mahasiswa bisa konsentrasi penuh belajar dan siap menjadi ilmuan. Penyiapan para schoolar ini dibutuhkan, karena selama ini UIN Jakarta, termasuk sejumlah UIN, IAIN, dan STAIN, dianggap sebagai bagian penyebaran paham liberal.

“Kita ini dianggap bukan sebagai penjaga nilai-nilai islam. Karena itu, yakinkan bahwa UIN adalah perisai nilai-nilai Islam,” imbuhnya.

Ditegaskan doktor jebolan Chicago University itu,  nilai-nilai dan pesan-pesan Islam mestinya muncul atau lahir dari kampus Islam.

“Nilai-nilai Isalm mestinya keluar dari kampus, dari UIN atau IAIN. Jadi bukan dari dari ormas atau lainnya. Kampus harus menjadi light of Islamic massage,” tandasnya.(Saifudin)