Sekjen Kemenag Resmikan Gedung FKIK

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus II, UIN Online – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Dr Bahrul Hayat meresmikan penggunaan Gedung Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di kampus dua, Kamis (4/11). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sirine yang dilanjutkan peninjauan ruangan.

Turut hadir Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat, Dekan FKIK Prof Dr (Hc) dr MK Tadjudin, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri, Chief Representative Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia Takamoto Takashi, dan mantan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni.

Bahrul Hayat dalam sambutannya menyatakan, pendirian UIN di bawah Kementerian Agama dimaksudkan untuk mengintegrasikan antara ilmu umum dan agama. Karena itu pendirian fakultas kedokteran di UIN harus berbeda dengan fakultas kedokteran di universitas lain, baik secara epistemologis, metodologis maupun subtantif.

“Pendirian fakultas kedokteran di UIN setidaknya untuk menggali kembali khazanah keilmuan Islam yang sudah dikembangkan dokter Muslim Ibnu Sina terdahulu. Ia menggali ilmu kedokteran berdasarkan apa yang dipelajarinya melalui al-Qur’an dan hadis sehingga ilmu tersebut berkembang sampai sekarang,” ujarnya.

Rektor mengatakan, FKIK UIN Jakarta adalah ikon universitas yang memiliki banyak kelebihan. Di antaranya mahasiswa yang banyak berasal dari santri pondok pesantren atau dari masyarakat rural area. “Tujuannya agar santri memiliki akses yang luas dalam menempuh pendidikan umum, sehingga setelah lulus mereka kembali ke desa dan mengabdi di sana,” katanya. Ciri itu pula, lanjut dia, yang membedakan fakultas kedokteran di UIN Jakarta dengan di tempat lain.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Jepang serta para perintis FKIK yang berhasil mewujudkan mimpi membangun fakultas kedokteran di UIN Jakarta. “Mimpi (membangun FKIK) ini kini menjadi inspirasi bagi seluruh UIN di Indonesia yang akan mendirikan fakultas kedokteran,” ujarnya.

FKIK UIN Jakarta mulai berdiri tahun 2004. Sementara pembangunan gedung dimulai pada awal Januari 2009 dengan biaya dari pinjaman lunak (soft loan) JICA senilai 26 juta dollar AS atau Rp 2,6 triliun. Gedung dengan tinggi lima lantai tersebut berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar dan luas bangunan 15.000 meter persegi. Fasilitas gedung meliputi ruang belajar, perkantoran, perpustakaan, laboratorium serta gedung dormitory (asrama mahasiswa). Fasilitas tersebut belum ditambah pembangunan gedung rumah sakit pendidikan (teaching hospital university) yang direncanakan akan dibangun tahun 2011 mendatang.

FKIK memilik empat program studi, yakni Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan Farmasi. Hingga akhir 2010 ini total mahasiswa FKIK mencapai 1.615 orang, sedangkan tenaga dosen berjumlah 99 orang dan tenaga administrasi 25 orang. (ns)