Sejumlah Institusi di Perancis Tertarik Jalin Kerja Sama dengan UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
FMSH, Yayasan Pusat Ilmu Kemanusiaan

Foundation Maison des Sciences de l’Homme (FMSH, Yayasan Pusat Ilmu Kemanusiaan) Perancis, salah satu dari empat institusi Perancis yang tertarik buka kerja sama dengan UIN Jakarta

Paris, Perancis, Berita UIN Online– Sejumlah institusi pendidikan di Perancis tertarik untuk menjalin kerja sama dengan UIN Jakarta. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Prof Dr Azyumardi Azra MA CBE kepada Rektor UIN Jakarta dalam laporan kunjungan penjajakan kerja sama dengan sejumlah universitas di Perancis melalui surat elektronik, Selasa (22/11/2016).

Sejumlah institusi itu adalah L’Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS, Sekolah untuk Studi Lanjutan dalam Ilmu Sosial), Foundation Maison des Sciences de l’Homme (FMSH, Yayasan Pusat Ilmu Kemanusiaan), Universite de Paris i Pantheon-Sorbonne dan Universite de Lyon 3, Faculte de Langues (Universitas Lyon 3, Fakultas Bahasa).

Tertulis dalam laporannya, setibanya di Perancis (Senin, 14/11/2016), Azra disambut Duta Besar RI untuk Perancis Dr Hotmangaradja Panjaitan didampingi Wakil Kepala Misi Agung Kurniadi, Konselor Duta Besar Ramadhan Hassan dan Sekretaris Pertama Teuku Zulkaryadi di KBRI Paris Perancis.

“Pertemuan dengan para pejabat KBRI Paris itu diisi dengan percakapan tentang berbagai aspek perkembangan sosial dan politik terbaru di Indonesia dan peluang kerja sama antara Indonesia dan Perancis di bidang kebudayaan dan pendidikan,” tulis Guru Besar Bidang Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta itu.

Pada hari berikutnya (Selasa, 15/11/2016) sambungnya, dilanjutkan pertemuan dengan Presiden FMSH Profesor Michel Wieviorka.

Dalam pertemuan tersebut, Michel menjelaskan berbagai kegiatan FMSH, seperti pendanaan dan pendekatan penelitian dan studi. Dia menekankan upaya FMSH untuk menciptakan platform kerja sama, seperti penciptaan panel internasional dari sekitar 200 sarjana sosial, penguatan aksi kemanusiaan untuk membantu orang-orang malang, intensifikasi penelitian dan kerja sama tentang isu-isu yang berkaitan dengan radikalisme dan deradikalisasi.

“FMSH tertarik untuk memiliki kerja sama dengan UIN Jakarta serta mitra Indonesia lainnya, khususnya yang terkait dengan isu radikalisme dan deradikalisasi,” ujar Michel.

Sejauh ini, lanjutnya, karya-karya FMSH tentang radikalisme sebagian besar hanya dengan Timur Tengah dan Eropa saja. Oleh karena itu, partisipasi mitra Indonesia dalam masalah ini akan memberikan studi yang lebih komprehensif terkait tindakan radikal.

Sementara EHESS, Universite de Paris i Pantheon-Sorbonne dan Universite de Lyon 3 membuka peluang kerja sama dengan UIN Jakarta dan kampus-kampus di Indonesia pada 2017 dalam bidang pertukaran dosen, mahasiswa, visiting professor, collaborative research, research fellowship, dan international conference. (mf)