Sejarah Miliki Eefek Panjang

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Jaenuddin Ishaq

Tangerang, Berita UIN Online - Pentingnya sejarah dalam sebuah kejadian memiliki efek yang panjang. Sejarah tidak hanya sebagai pengingat peristiwa yang pernah terjadi tapi mengingat tokoh di balik perubahan sejarah, merupakan bagian dari satu di antara ciri kealiman seseorang.

“Kalau ciri itu tidak ada, yah kealiman seseorang hilang. Bagaimana pun sejarah sebagai alat ukur dalam melakukan kegiatan jauh lebih baik,” kata anggota Dewan Pembina Masjid Fathullah UIN Jakarta Prof Dr M Amin Suma dalam sambutan sesaat sebelum membuka rapat kerja pengurus Masjid Fathullah periode 2011-2014 di Aula Al-Azhar Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Sabtu (24/9). Turut hadir anggota dewan pembina lainnya Prof Dr Rofi’i dan Drs Zuhdi Anwar MA dan ketua umum baru Masjid Fathullah Drs Ahmad Yani MA.

Pernyataan Amin Suma dilontarkan, terkait dengan sejumlah pelaku sejarah di Masjid Fathullah yang kini hanya beberapa orang yang masih hidup.

Amin Suma juga menjelaskan pentingnya kerja keras harus tetap diperhatikan. Masjid tidak saja berkaitan dengan seseorang yang ingin melaksanakan ibadah, tapi jauh dari itu pengurus masjid sedang memakmurkan Islam agar tetap berjaya. “Kerja keras tapi juga kerja ikhlas,” lanjut Amin Suma.

Amin Suma mengingatkan, masjid sudah saatnya harus memperhatikan kebutuhan yang diinginkan masyarakat sekitar. Masjid sudah seyogyanya menjadi tempat misalnya pusat perekonomian atau tempat mengasah keterampilan.

“Saya harap pengurus Masjid Fathullah dapat mengambil pesan sejarah, dan Masjid Fathullah pada akhirnya mampu menjadi imam untuk masjid-masjid lain,” jelas Amin Suma yang juga Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).