Satpam Imbau Waspadai Tindak Kejahatan di Kampus

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Gedung Rektorat, UINJKT Online
– Satuan Pengamanan (Satpam) mengimbau sivitas akademika UIN Jakarta agar mewaspadai terhadap berbagai aksi kejahatan yang mungkin terjadi di sekitar kampus. Sebab, tindak kejahatan banyak terjadi di mana saja, alias tidak mengenal tempat dan situasi, termasuk di lingkungan akademik.

Hal itu dikatakan Komandan Satpam Pardiyono SIP kepada UINJKT Online, Kamis (6/11) di Gedung Rektorat.  “Sivitas akademika harus ekstra hati-hati terhadap barang-barang milik pribadi, termasuk kendaraan bermotor,” katanya.

Menurut dia, meski kampus memiliki sejumlah personil satpam, namun tak berarti aksi kejahatan di lingkungan kampus tidak terjadi. Sebab, kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi bisa juga terjadi karena ada kesempatan. Beberapa kasus ditemukan, misalnya aksi pencurian telepon genggam, laptop, dan percobaan pencurian terhadap kendaraan bermotor seperti yang dialami salah seorang dosen Fakultas Ushuludin dan Filsafat (FUF) beberapa waktu lalu.

“Mobil dosen itu sempat dipecahkan kacanya oleh dua orang pelaku, namun berhasil digagalkan oleh petugas keamanan yang sedang berpatroli,” jelasnya.

Untuk mengamankan area kampus yang luas, Pardiyono mengaku masih kekurangan jumlah personil satpam. Karena itu, ia berharap ada kerjasama pimpinan, dosen, mahasiswa, dan karyawan untuk saling menjaga keamanan kampus. [Nif/Ed]

Satpam Imbau Waspadai Tindak Kejahatan di Kampus

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Gedung Rektorat, UINJKT Online
– Satuan Pengamanan (Satpam) mengimbau sivitas akademika UIN Jakarta agar mewaspadai terhadap berbagai aksi kejahatan yang mungkin terjadi di sekitar kampus. Sebab, tindak kejahatan banyak terjadi di mana saja, alias tidak mengenal tempat dan situasi, termasuk di lingkungan akademik.

Hal itu dikatakan Komandan Satpam Pardiyono SIP kepada UINJKT Online, Kamis (6/11) di Gedung Rektorat.  “Sivitas akademika harus ekstra hati-hati terhadap barang-barang milik pribadi, termasuk kendaraan bermotor,” katanya.

Menurut dia, meski kampus memiliki sejumlah personil satpam, namun tak berarti aksi kejahatan di lingkungan kampus tidak terjadi. Sebab, kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi bisa juga terjadi karena ada kesempatan. Beberapa kasus ditemukan, misalnya aksi pencurian telepon genggam, laptop, dan percobaan pencurian terhadap kendaraan bermotor seperti yang dialami salah seorang dosen Fakultas Ushuludin dan Filsafat (FUF) beberapa waktu lalu.

“Mobil dosen itu sempat dipecahkan kacanya oleh dua orang pelaku, namun berhasil digagalkan oleh petugas keamanan yang sedang berpatroli,” jelasnya.

Untuk mengamankan area kampus yang luas, Pardiyono mengaku masih kekurangan jumlah personil satpam. Karena itu, ia berharap ada kerjasama pimpinan, dosen, mahasiswa, dan karyawan untuk saling menjaga keamanan kampus. [Nif/Ed]