Sastra Arab Pengaruhi Sastra Nusantara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Teater Abdul Ghani, Berita UIN Online— Bahasa dan sastra Arab memberikan pengaruh mendalam terhadap perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam menjadi medium masuknya pengaruh bahasa dan sastra Arab.

Demikian simpulan Seminar Nasional Prodi Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Kamis (29/10). Seminar bertajuk Pengaruh Sastra Arab Terhadap Sastra Indonesia menghadirkan Dekan FAH Prof Dr Sukron Kamil dan Sastrawan dan Guru Besar Prof Dr Abdul Hadi WM.

Dalam paparannya, Sukron mengungkapkan, produk bahasa dan sastra Arab dikonsumsi secara luas oleh masyarakat Muslim nusantara, terutama yang tinggal dan belajar di pondok pesantren. Searah perkembangan literasi melalui sektor pendidikan, produk-produk sastra ini juga dikonsumsi publik secara luas.

Bila sebelumnya pesantren yang menjadi lembaga utama, pada masa kini madrasah dan perguruan tinggi menjadi lembaga kunci penyebarluasan pengaruh bahasa dan satra Arab di tanah air.

Pengaruhnya cukup besar, tuturnya, mengingat mayoritas masyarakat tanah air beragama Islam. Bahasa Arab sebagai bahasa utama ajaran Islam menjadi alasan tersendiri produk bahasa dan sastra Arab diterima luas masyarakat.

“Tidak dapat diingkari, banyak produk bahasa dan sastra Arab yang diserap dan diterapkan melalui proses adaptif sehingga menjadi distingsi bangsa Indonesia,” paparnya.

Contoh tingginya pengaruh, sambungnya lagi, terlihat dari pengaruh kalimat bidal atau kalimat singkat yang didalamnya terdapat sindiran atau kiasan. Kalimat ini terpengaruh dari Tasbih, Tamtsil, Isti’arah yang dipelajari dalam Mata Kuliah Balaghah.

Pengaruh bahasa dan sastra Arab terhadap bahasa dan sastra diakui Abdul Hadi. Menurutnya, selain diserap dalam bahasa sehari-hari, produk bahasa dan sastra Arab juga berpengaruh pada kemunculan sastra sufistik nusantara.

Sastra sufistik nusantara terbit berupa sajak maupun novel. Beberapa penyair yang melahirkan karya sastra sufi yang dimiliki Indonesia misalnya Hamzah Fansuri, Abdul Hadi WM sendiri, dan Acep Zamzam Nur. (Laporan Syarifaeni Fahdiah)