Salman Harun: Manusia Wajib Pupuk Prinsip Hidup

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Muhammad Nurdin

Auditorium, BERITA UIN Online - World of view merupakan hasil akhir dari pandangan seseorang yang akan menjadi prinsip. Pandangan tersebut didapat dari berbagai asumsi seseorang tentang suatu benda atau kekuatan. Pandangan tersebutlah yang akan menjadi prinsip seseorang, misalnya pandangan tentang adanya Tuhan, alam semesta, dan hari akhir.

Hal itu dipaparkan Guru Besar FITK UIN Jakarta Prof Dr Salman Harun MA pada acara kuliah umum bertema  “Islam sebagai World of View” yang diselenggarakan UIN Jakarta di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Sabtu (15/10).

Menurut Salman, setiap orang harus memupuk prinsip hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Islam sejak dini. Prinsip hidup penting untuk menjadi pedoman sehingga hidupnya menjadi terarah dan selalu dalam jalan kebenaran.

Seorang Muslim, lanjut Salman, harus memiliki pandangan ketuhanan yang benar. Dalam Islam, fungsi Tuhan ada tiga, yakni mencipta, memelihara, dan memanggil. Pertama,  mencipta dari tidak ada menjadi ada. Adanya alam semesta menandakan adanya sang pencipta yakni Allah.

Kedua, memelihara sistem yang ada di jagat raya. Ia melanjutkan, alam ini sudah ditentukan oleh Allah, ketentuan ini sering disebut dengan sunnatullah. Sunnatullah merupakan ketentuan yang tidak bisa diubah oleh tangan manusia. Sunnahtullah itu mencakup hukum alam fisik, sosial, dan  masyarakat. Dalam sejarah, ada segolongan kaum yang melanggar sunnatullah yakni kaum Nabi Luth. Mereka kufur (menyalahkan kodrat) sunnatullah, sehingga Allah menimpakan bala penyakit.

Ketiga, memanggil atau menarik. Bagi Salman, logam yang  ditarik oleh magnet, dan adanya hukum gravitasi bumi menandakan adanya suatu kekuatan besar yakni Allah.  Ia mengibaratkan, hidup di dunia layaknya orang yang bepergian meninggalkan kampung halaman dan sanak famili, setelah itu kembali lagi. Begitulah hubungan manusia dengan Allah yang sewaktu-waktu akan kembali lagi. “Jika dipanggil sang pencipta kapan-pun dan dimana saja kita berada, kita harus siap.  Oleh karena itu sebaik-baik bekal adalah taqwa,” ujarnya.

Kuliah umum yang diselenggarakan setiap Sabtu ini merupakan yang kelima kalinya. Acara ini bertujuan memberikan wawasan keislaman dan kebangsaan bagi  warga asrama mahasiswa UIN Jakarta (Asrama Putera, Asrama Puteri, dan Ma’had Aly). Selain itu, acara juga ditujukan untuk membekali pengetahuan mahasiswa baru agar mampu berkomentar tentang isu-isu keislaman dan kebangsaan. Turut hadir dalam kuliah umum Kepala Bagian Kemahasiswaan Drs Ja’far Sanusi,  Wakil Kiai Ma’had Aly Dr Uthob Thobrani Lc MCL, dan para musyrif. []