Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Konsentrasi Jurnalistik, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FIDKOM) akhirnya resmi beralih status menjadi Prodi Jurnalistik. Perubahan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI (Menristek Dikti) Nomor 287/KPT/1/2018 tentang Izin Pembukaan Prodi Jurnalistik Program Sarjana pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang Diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Salinan SK Menristek Dikti seperti dikutip BERITA UIN Online, Selasa (10/4/2018) mengungkapkan SK tersebut menetapkan izin dibukanya Prodi Jurnalistik yang dikelola FIDKOM UIN Jakarta. “(SK Menristek Dikti, red.) memberikan izin pembukaan Prodi Jurnalistik program sarjana pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” sebutnya.

Salinan SK Menristek menambahkan, didapatkannya izin penyelenggaraan Prodi Jurnalistik juga mengharuskan UIN Jakarta untuk mengajukan akreditasi ulang, memenuhi standar pendidikan nasional, dan melaporkan hasil penyelenggaraan Prodi paling lambat satu bulan setelah akhir semester.

Diketahui, UIN Jakarta telah mengajukan perubahan status Jurnalistik dari semula Konsentrasi pada Prodi KPI menjadi Prodi tersendiri sejak tahun 2015 lalu. Pengajuan perubahan dituangkan dalam Surat Permohonan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor Un.01/R/PP.00.9/275/2015 tentang Pembukaan Prodi Jurnalistik.

Kendati masih berstatus konsentrasi, Jurnalistik menjadi salah satu konsentrasi yang diminati para calon mahasiswa. Dalam profilnya disebutkan, prodi ini bertujuan mencetak lulusan yang siap menjadi jurnalis, pekerja media, akademisi bidang media. Sedang keahlian lulusan yang ditawarkannya adalah jurnalistik foto, radio, televisi, dan media online.

Terpisah, Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA menyambut baik perubahan konsentrasi Jurnalistik menjadi prodi tersendiri. “Tentu, perubahan status juga harus diartikan sebagai peningkatan kualitas pengajarannya,” jelasnya. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This