Sabir: Mahasiswa Agen Pembangunan Universitas dan Masyarakat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Abdullah Suntani

Taman Dakwah, UIN Online – Mahasiswa adalah komponen dalam pembangunan dan masyarakat. Sebagai komponen, mahasiswa dituntut untuk terus berkarya, berkreasi, berjuang, bergerak, dan memberikan kontribusi positif. Semua itu akan terwujud dengan nyata jika mahasiswa telah memiliki skill dan kemampuan yang mumpuni dalam diri setiap individu. Demikian pernyataan Sabir Laluhu Calon Presiden (Capres) Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) dalam kampanye dari Partai Reformasi Mahasiswa (Parma), Selasa (27/4).

Turut hadir dalam acara itu, M Subhi Calon Wakil Presiden (Cawapres) BEM Fidkom, Ega Maulana-Bilqis Prisbian Ningrum Capres-cawapres untuk BEM Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), dan seluruh capres-cawapres untuk masing-masing jurusan (konsentrasi), serta  beberapa partisipan partai.

Sabir menjelaskan, dalam konteks Fidkom, aktifitas kemahasiswaan dijalankan oleh BEM dengan berbagai kegiatan dan aktifitas kemahasiswaan. Jika ia terpilih, ia  akan menjadikan BEM Fidkom sebagai wadah dan alat perjuangan serta penggalian skill untuk bekal di masa depan, tanpa melihat golongan.

“Secara pribadi dan organisasi saya menegaskan bahwa arah pembangunan BEMF ini (Fidkom) akan terbuka dan tidak melihat siapa dia. Pembangunan dan kegiatan-kegiatan BEMF terbuka bagi semuanya, agar skill mahasiswa dapat berkembang dan menjadi salah satu modal utama untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, dalam orasinya, Sabir menegaskan, akan mengadakan kegiatan dan penelusuran hobi, minat, dan bakat pada berbagai aspek. Menjalin dan mempererat tali silarurrahmi antar mahasiswa dan jurusan. “ Kami akan menjalin dan mempererat silaturrahmi atar mahasiswa, dan berjuang untuk mengusahakan tercapainya hak dan fasilitas mahasiswa,” tegas lelaki yang berasal dari Indonesia bagian timur itu. []

Sabir: Mahasiswa Agen Pembangunan Universitas dan Masyarakat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Abdullah Suntani

Taman Dakwah, UIN Online – Mahasiswa adalah komponen dalam pembangunan dan masyarakat. Sebagai komponen, mahasiswa dituntut untuk terus berkarya, berkreasi, berjuang, bergerak, dan memberikan kontribusi positif. Semua itu akan terwujud dengan nyata jika mahasiswa telah memiliki skill dan kemampuan yang mumpuni dalam diri setiap individu. Demikian pernyataan Sabir Laluhu Calon Presiden (Capres) Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) dalam kampanye dari Partai Reformasi Mahasiswa (Parma), Selasa (27/4).

Turut hadir dalam acara itu, M Subhi Calon Wakil Presiden (Cawapres) BEM Fidkom, Ega Maulana-Bilqis Prisbian Ningrum Capres-cawapres untuk BEM Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), dan seluruh capres-cawapres untuk masing-masing jurusan (konsentrasi), serta  beberapa partisipan partai.

Sabir menjelaskan, dalam konteks Fidkom, aktifitas kemahasiswaan dijalankan oleh BEM dengan berbagai kegiatan dan aktifitas kemahasiswaan. Jika ia terpilih, ia  akan menjadikan BEM Fidkom sebagai wadah dan alat perjuangan serta penggalian skill untuk bekal di masa depan, tanpa melihat golongan.

“Secara pribadi dan organisasi saya menegaskan bahwa arah pembangunan BEMF ini (Fidkom) akan terbuka dan tidak melihat siapa dia. Pembangunan dan kegiatan-kegiatan BEMF terbuka bagi semuanya, agar skill mahasiswa dapat berkembang dan menjadi salah satu modal utama untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, dalam orasinya, Sabir menegaskan, akan mengadakan kegiatan dan penelusuran hobi, minat, dan bakat pada berbagai aspek. Menjalin dan mempererat tali silarurrahmi antar mahasiswa dan jurusan. “ Kami akan menjalin dan mempererat silaturrahmi atar mahasiswa, dan berjuang untuk mengusahakan tercapainya hak dan fasilitas mahasiswa,” tegas lelaki yang berasal dari Indonesia bagian timur itu. []