Saatnya Kaum Muda Memimpin Bangsa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Penulis: Ekawati

Gedung FUF, UINJKT Online – Di tengah ingar bingar bursa calon presiden dari kaum muda, sejumlah pertanyaan timbul, mampukah kaum muda memimpin bangsa? Itulah pertanyaan yang coba dijawab dalam Seminar Kepemudaan dengan tema ”Menjalin Jaringan dan Komunikasi Pemuda: Menyongsong Pemilu 2009” yang diselenggarakan BEMJ Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat di Ruang Teater FUF lantai 4, Rabu (13/8).

Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menegaskan, pemilu 2009 mendatang merupakan momentum kaum muda untuk bangkit memimpin negeri ini. ”Di tangan kaum muda, bangsa ini akan diubah paradigmanya menjadi bangsa yang mandiri, tidak tunduk pada kepentingan asing. Kaum muda menawarkan perubahan paradigmatik yang berbeda sama sekali dengan 32 tahun Orde Baru dan 10 Tahun Reformasi,” tegas Ray dengan penuh semangat.

Sementara itu, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta A Bakir Ihsan mengingatkan, kaum muda yang tampil menjadi pemimpin  agar jangan hanya mencari kekuasaan semata, sebab citra yang terlanjur terbangun di masyarakat kini kaum muda hanya mengejar kekuasaan. Karena itu, kaum muda harus menunjukkan kerja kongkrit yang dapat dipercaya pubik, sehingga masyarakat dapat menikmati timbal baliknya.

Acara yang berlangsung selama tiga jam ini digelar sebagai apresiasi dalam rangka memperingati 10 tahun Reformasi, 100 tahun Kebangkitan Nasional, dan menyambut Hari Kemerdekaan RI, Minggu 17 Agustus mendatang. Acara tersebut terselenggara berkat kerjasama BEMJ AF dengan Kementrian Negara Pemuda dan Olah Raga (Menegpora), Yayasan Daya Muda Nusantara (Yadanu), dan Barisan Muda Betawi (BMB). Seminar ini dipandu oleh peneliti INCA Mohali. [Nif/Ed]

Saatnya Kaum Muda Memimpin Bangsa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Penulis: Ekawati

Gedung FUF, UINJKT Online – Di tengah ingar bingar bursa calon presiden dari kaum muda, sejumlah pertanyaan timbul, mampukah kaum muda memimpin bangsa? Itulah pertanyaan yang coba dijawab dalam Seminar Kepemudaan dengan tema ”Menjalin Jaringan dan Komunikasi Pemuda: Menyongsong Pemilu 2009” yang diselenggarakan BEMJ Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat di Ruang Teater FUF lantai 4, Rabu (13/8).

Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menegaskan, pemilu 2009 mendatang merupakan momentum kaum muda untuk bangkit memimpin negeri ini. ”Di tangan kaum muda, bangsa ini akan diubah paradigmanya menjadi bangsa yang mandiri, tidak tunduk pada kepentingan asing. Kaum muda menawarkan perubahan paradigmatik yang berbeda sama sekali dengan 32 tahun Orde Baru dan 10 Tahun Reformasi,” tegas Ray dengan penuh semangat.

Sementara itu, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta A Bakir Ihsan mengingatkan, kaum muda yang tampil menjadi pemimpin  agar jangan hanya mencari kekuasaan semata, sebab citra yang terlanjur terbangun di masyarakat kini kaum muda hanya mengejar kekuasaan. Karena itu, kaum muda harus menunjukkan kerja kongkrit yang dapat dipercaya pubik, sehingga masyarakat dapat menikmati timbal baliknya.

Acara yang berlangsung selama tiga jam ini digelar sebagai apresiasi dalam rangka memperingati 10 tahun Reformasi, 100 tahun Kebangkitan Nasional, dan menyambut Hari Kemerdekaan RI, Minggu 17 Agustus mendatang. Acara tersebut terselenggara berkat kerjasama BEMJ AF dengan Kementrian Negara Pemuda dan Olah Raga (Menegpora), Yayasan Daya Muda Nusantara (Yadanu), dan Barisan Muda Betawi (BMB). Seminar ini dipandu oleh peneliti INCA Mohali. [Nif/Ed]