Rusli Nasrullah: Menulis Itu Perlu Pembiasaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Lindah

Gedung FIDKOM, UIN Online – Menulis itu merupakan pekerjaan mudah dan sederhana. Pekerjaan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, baik pelajar, mahasiswa, bahkan siapa saja. Semua bergantung kepada kesempatan dan munculnya ide.

Hal itu dikatakan oleh penulis buku Unlimited Success, Ruli Nasrullah dalam workshop bertajuk Writing to Change yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (BEM-FIDKOM)  di Ruang Teater lantai dua, Kamis (23/12).

Ia menegaskan, menulis itu perlu pembiasaan. Jika sudah biasa, ide dan informasi yang didapat akan menjadi tulisan tersendiri. Menulis merupakan kolaborasi antara ide dan informasi yang kita dapat kemudian dituangkan menjadi tulisan yang dapat dinikmati banyak orang.

“Kalau kita sudah biasa semuanya terasa mudah dan cepat. Seperti mengetik SMS saja. Coba deh perhatikan bagi yang sudah mahir mengetik SMS tanpa melihat pun bisa. SMS sambil ngobrol, berjalan, bahkan sambil mengendarai kendaraan,” katanya.

Arul menambahkan, menjadi penulis harus ada keinginan kuat. Ketika muncul ide, segeralah ide itu diolah dan dikemas. Setelah selesai maka bangunlah relasi atau networking.

“Ada beberapa cara untuk mengirim naskah antara lain, pastikan alamat email benar yang kita tuju, mengirim naskah dengan lengkap, dan jangan lupa tulisan yang akan dikirim harus sesuai dengan visi dan misi penerbit. Sebab kalau salah kirim maka naskah kita tidak akan terbit,” tambahnya.

Arul merupakan sosok penulis yang produktif bahkan telah melahirkan lebih dari 200 karya, baik berupa buku, artikel, maupun novel dan sempat popular di Malaysia.