Revitalisasi Lahan Penting bagi Kualitas Produksi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung FITK, UIN Online - Revitalisasi lahan untuk menghidupkan kembali lahan pascatambang sangat penting untuk kemajuan kualitas produksi, ekonomi, lingkungan, dan sumber daya manusia. Karena itu peran pemerintah dan pelaku usaha tambang sangat penting untuk menggerakkan revitalisasi tersebut.

Hal itu dikatakan Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Kemendepdagri  Ir Tarmizi R Karim dalam dialog bertajuk “Pembinaan Pemerintah Terhadap Pelaku Usaha dalam Pemanfaatan Lahan Pascatambang: Revitalisasi Lahan untuk Kemanusiaan” di Ruang Teater Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Selasa (25/5).

Dialog yang digelar BEM FITK bekerja sama dengan Sehati Nusantara dan Persatuan Mahasiswa Indramayu (Permai-Ayu) itu dihadiri oleh puluhan mahasiswa, sebagian besar mahasiswa FITK. Narasumber lain adalah H Elmy Marzuki (pelaku tambang usaha).

Sasaran revitalisasi diutamakan kepada pengangguran. Sebab demikian pengangguran dapat menggarap lahan pascapertambangan untuk kepentingan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Penggarapan itu dapat berupa pertanian, perkebunan, ataupun yang lain asal tidak merusak lingkungan.

“Oleh karena itu, besar karapan kami agar seluruh masyarakat berpartisipasi untuk menggerakkan revitalisasi lahan pascapenambangan, sehingga dapat menekan angka pengangguran, melestarikan lingkungan, dan memajukan roda perekonomian di Indonesia,” ujar Tarimizi. [] Apristia Krisna Dewi

 

 

 

 

Revitalisasi Lahan Penting bagi Kualitas Produksi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung FITK, UIN Online - Revitalisasi lahan untuk menghidupkan kembali lahan pascatambang sangat penting untuk kemajuan kualitas produksi, ekonomi, lingkungan, dan sumber daya manusia. Karena itu peran pemerintah dan pelaku usaha tambang sangat penting untuk menggerakkan revitalisasi tersebut.

Hal itu dikatakan Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Kemendepdagri  Ir Tarmizi R Karim dalam dialog bertajuk “Pembinaan Pemerintah Terhadap Pelaku Usaha dalam Pemanfaatan Lahan Pascatambang: Revitalisasi Lahan untuk Kemanusiaan” di Ruang Teater Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Selasa (25/5).

Dialog yang digelar BEM FITK bekerja sama dengan Sehati Nusantara dan Persatuan Mahasiswa Indramayu (Permai-Ayu) itu dihadiri oleh puluhan mahasiswa, sebagian besar mahasiswa FITK. Narasumber lain adalah H Elmy Marzuki (pelaku tambang usaha).

Sasaran revitalisasi diutamakan kepada pengangguran. Sebab demikian pengangguran dapat menggarap lahan pascapertambangan untuk kepentingan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Penggarapan itu dapat berupa pertanian, perkebunan, ataupun yang lain asal tidak merusak lingkungan.

“Oleh karena itu, besar karapan kami agar seluruh masyarakat berpartisipasi untuk menggerakkan revitalisasi lahan pascapenambangan, sehingga dapat menekan angka pengangguran, melestarikan lingkungan, dan memajukan roda perekonomian di Indonesia,” ujar Tarimizi. [] Apristia Krisna Dewi