Renstra UIN

RENCANA STRATEGIS 2012-2016

“Exelling for Global Academic Distintion”

KATA PENGANTAR

Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengemban amanat umat Islam Indonesia untuk menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan. Perkembangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan cerminan dari transformasi masyarakat Muslim Indonesia, yang diwakili kaum santri, dari posisi marginal menjadi pelaku utama di berbagai aspek kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Di satu sisi kemajuan tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi UIN Jakarta, namun di sisi lain hal tersebut membawa berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Transformasi kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dipandang tidak hanya sebagai sebuah kemajuan, namun juga sebagai tantangan untuk meningkatkan infrastruktur, pengembangan sistem dan kualitassumber daya manusia (SDM), sertamemberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat, baik pada level nasional maupun internasional. Dalam konteks inilah pengembangan UIN membutuhkan strategi yang lebih terstruktur dan terukur baik dari sisi pengembangan sistem dan struktur organisasi dan tata kelola sumber daya manusia yang lebih rasional, budaya dan etos kerja yang lebih professional serta sistem tata kelola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel.

Disamping itu, masyarakat Indonesia, Muslim khususnya, memiliki ekspektasi tinggi akan hadirnya sebuah institusi pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya memiliki competitive advantages dan comparative advantages dalam berbagai aspek, tetapi juga memiliki reputasi sebagai center of the production of knowledge. UIN juga diharapkan dapat mewujudkan pengembangan keilmuan yang mengintegrasikan antara nilai-nilai akademik ilmiah dan agama. Sehingga kehadiran UIN Jakarta dapat menjadi Oase Ilmiah Integratif di tengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global. Kedua daya dorong tersebut hendaknya menjadi pijakan bagi berbagai langkah dan strategi UIN dalam melakukan pengembangan untuk mengejar posisi strategis pada percaturan dunia akademik global.

Rencana Strategis (Renstra) ini (2012-2016) adalah milestone pertama dari rangkaian tigamilestones UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuju visi jangka panjang menjadi World Class University pada tahun 2026.Renstra ini dibuat satu dasawarsa setelah transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2002. Momentum satu dasawarsa ini menjadi momentum untuk melakukan review sekaligus evaluasi sejauhmana pencapaian yang diperoleh setelah perubahan tersebut. Renstra ini disusun bukan didasarkan atas daftar keinginan (wish list) kelembagaan, tetapi atas dasar pertimbangan hasil evaluasi sekaligus memperhatikan kebutuhan strategi UIN dimasa mendatang.

Renstra ini juga merupakan salah satu upaya dan strategi UIN Jakarta dalam mengawal berbagai harapan dan keinginan dari stakeholdersagar dapat direalisasikan. Secara internal Renstra ini merupakan pedoman dan rujukan bagi berbagai unit di lingkungan UIN Jakarta dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai kebijakan dan program agar lebih integratif dan sinergis.

Akhirnya, apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya dokumen Renstra ini. Ini merupakan sebuah langkah maju untuk mengubah kekhawatiran akan besarnya tantangan UIN ke depan menjadi sebuah ijtihad dan jihad dalam bentuk langkah yang strategis. Spirit ini sejalan dengan spirit yang disampaikan oleh Winston Churchill “Let our advance worrying become advance thinking and planning”.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. 2

DAFTAR ISI. 4

A. PENDAHULUAN.. 5

B. ANALISIS STRATEGIS. 7

  1. Kekuatan. 7
  2. Kelemahan. 8
  3. Ancaman. 9
  4. Peluang. 9

C. KERANGKA PENGEMBANGAN.. 11

  1. Visi, Misi, dan Tujuan 2012-2026. 11
  2. Kerangka Pengembangan UIN Jakarta Menuju World Class University. 13

D. KEBIJAKAN DAN PROGRAM STRATEGIS. 15

  1. Alur Perumusan Kebijakan, Program dan Kegiatan. 15
  2. Kebijakan, Program, dan Kegiatan. 16

E. STRATEGI PEMBIAYAAN.. 21

  1. Perspektif Pembiayaan. 21
  2. Skenario Pembiayaan. 22
  3. Distribusi Penggunaan Anggaran Menurut Kelompok Kebijakan. 23
  4. Strategi Pencapaian Target Pembiayaan. 24

F. PENUTUP.. 27

  1. Pengembangan dan Pelaksanaan Renstra. 27
  2. Monitoring dan Evaluasi27

G. LAMPIRAN.. 29

A. PENDAHULUAN

Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi Islam tertua di Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan pemikiran Islam Indonesia. Sebelum transformasi institusi UIN dari sebuah akademi (ADIA) dan institut (IAIN), UIN Jakarta memiliki reputasi yang dikenal sebagai lembaga penyemaian ide-ide pemikiran Islam yang moderat, toleran dan terbuka, khususnya dengan hadirnya beberapa sosok penting sebagai bagian dari civitas akademik seperti Prof. Dr. Mahmud Yunus, Prof. Dr. Harun Nasution dan Prof. Dr. Nurcholish Madjidtelah memperkenalkan metode pemahaman dan penafsiran Islam yang lebih Modern, inklusif dan rasional.

Selanjutnya, kehadiran para tokoh tersebut diatas membawa sebuah perubahan yang tak kalah penting, yaitu lahirnya tokoh-tokoh intelektual Islam Indonesia yang memiliki reputasi sebagai tokoh Islam dengan pemahaman dan penafsiran Islam yang toleran dan moderat dari lembaga pendidikan tersebut. Bahkan dari kalangan ini pulalah mulai dikenalkannya pendekatan yang mengintegrasikan Ilmu sosial ke dalam studi-studi Islam. Posisi yang sangat strategis dalam konteks peta pemikiran Islam Indonesia ini kemudian menjadi salah satu modal utama bagi UIN Jakarta dalam memposisikan diri ketika harus berkompetisi dengan perguruan tinggi lain di Indonesia.

Tradisi intelektual yang kokoh dalam bidang Islamic Studies ini memberikan manfaat tersendiri bagi UIN Jakarta untuk mengembangkankeunikan sekaligus keunggulan yang bersifat kompetitif (competitive advantage) di antara kebanyakan perguruan tinggi di tanah air. Namun demikian, dengan semakin bertambahnya disiplin keilmuan pada berbagai program studi yang diselenggarakan, UIN Syarif Hidayatullah dituntut untuk memiliki daya saing komparatif (comparative advantages) terhadap perguruan tinggi lain.

Sebagai bagian dari upaya penguatan peran tersebut, UIN Syarif Hidayatullah mencanangkan visi pengembangan jangka panjangnya sebagai Universitas Kelas Dunia (World Class University). Predikat universitas kelas dunia menunjuk pada reputasi yang dibangun dari rekognisi internasional atas kinerja pendidikan suatu universitas yang terukur terutama pada: pertama, kualitas output sumber daya manusia (SDM) yang dihasilkan; kedua, mutu, relevansi, dan manfaat penelitian dalam konteks pengembangan ilmu dan pemecahan masalah-masalah kemanusiaan; ketiga, kontribusi lembaga dan sivitas akademika dalam mendorong perubahan ekonomi, sosial, dan budaya secara progresif. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan rencana dan langkah-langkah  strategis yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Renstra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012-2016 ini disusun sebagai kelanjutan dari Renstra sebelumnya dan memberikan arah bagi 2 (dua) Renstra periode berikutnya, demi terwujudnya peningkatanyang berkelanjutan (continuous improvement). Oleh karena itu, Renstra ini juga mengidentifikasi berbagai peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan berdasarkan pada analisis terhadap kondisi eksternal dan internal berjalan yang menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pengembangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012-2016.

Sebagai dokumen perencanaan satuan kerja (satker) perguruan tinggi yang bernaung dalam Kementerian Agama, Renstra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012­2016 disusun dengan mengacu kepada Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Tata Cara Penyusunan Renstra Kementerian/Lembaga dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006. Ada pun secara substansial, penyusunan Renstra UIN Syarif Hidayatullah 2012-2016 memperhatikan keselarasan antara kebijakan dan program dalam Renstra dengan kebijakan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam dokumen-dokumen perencanaan pembangunan, yaitu: pertama,Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 -2025; kedua,Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional(RPJMN) 2010 -2014;ketiga, Renstra Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014;keempat, Renstra Kementerian Agama 2010-2014; kelima, Renstra Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam 2010-2014; keenam, Renstra UIN Jakarta 2007-2011; ketujuh, Master Plan pengembangan UIN Jakarta; dan kedelapan, Organisasi dan Tata Kerja UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2013.

Dalam kedudukan tersebut di atas, Renstra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012-2016 berfungsi sebagai pedoman dan bersifat mengikat bagi seluruh unit kerja di lingkungan UIN Jakartadalam penyusunan, pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi program dan kegiatan. Di samping itu ia juga berfungsi sebagai panduan dalam penyusunan Rencana Strategis Fakultas, Sekolah Pascasarjana serta semua unit/lembaga di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

B. ANALISIS STRATEGIS

Dalam sebuah proses perencanaan strategis, analisis terhadap dimensi eksternal maupun internal dilakukan untuk mengidentifikasi sejumlah isu yang menjadi faktor penentu dan karenanya harus dicermati dalam perumusan kebijakan dan program. Secara kategoris, analisis terhadap dimensi eksternal bermuara pada isu-isu strategis dalam bentuk ancaman dan peluang, sedangkan analisis terhadap dimensi internal berujung pada identifikasi isu-isu strategis dalam bentuk kekuatan dan kelemahan organisasi.

1. Kekuatan

  1. UIN Syarif Hidayatullah adalah lembaga pendidikan tinggi Islam tertua di Indonesia. Aspek keunikan historis ini merupakan salah satu kekuatan utama UIN Syarif Hidayatullah dalam berkiprah dan berperan di kancah nasional bahkan internasional.
  2. UINSyarif Hidayatullah memiliki tradisi yang unggul dalam pengembangan studi-studi keislaman (Islamic studies). Hal tersebutdapat menjadi basis keunggulan kompetitif (competitive advantages) sebagai bagian dari upaya menuju World ClassUniversity.
  3. UIN Syarif Hidayatullah sebagai katalisator mobilitas sosial bagi kaum santri. Kekuatan ini memungkinkan kaum santri untuk meningkatkan peran dan kiprah mereka dalam kancah nasional maupun internasional.
  4. Banyaknya program studi non-islamic studies membuka peluang UIN Syarif Hidayatullah membangun keunggulan komparatif (comparative advantages) terhadap perguruan tinggi umum.
  5. Perkembangan pesat berbagai pusat kajian dan penelitian, yang sebagian di antaranya sudah memiliki rekognisi internasional. Mereka memainkan peran penting dalam mengembangkan budaya akademik sivitas akademika.
  6. Peningkatan jumlah mahasiswa selama periode 2007-2011 mengindikasikan tingginya minat masyarakat untuk menempuh studi di UIN Syarif Hidayatullah.
  7. Kualitas SDM berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagian besar memiliki pendidikan terakhir S-2 dan S-3, terutama pada SDM tenaga pendidik (dosen).
  8. UIN Syarif Hidayatullah memiliki prasarana dan sarana yang secara umum memenuhi standar pelayanan pendidikan tinggi.
  9. Kinerja penelitian dosen PNS cukup baik yang tercermin pada antusiasme yang tinggi untuk berpartisipasi dalam penelitian, serta kualitas penelitian mereka yang semakin meningkat.
  10. Potensi kerjasama yang tinggi dengan berbagai lembaga pemerintah dan non-pemerintah baik dalam maupun luar negeri.
  11. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran dari APBN, di samping dukungan penerimaan dari masyarakat (PNBP) yang semakin meningkat, yang dipicuterutama oleh pertumbuhan jumlah mahasiswa baru dari tahun ke tahun.
  12. Alumni UIN Syarif Hidayatullah memiliki peran penting dan posisi strategis dalam berbagai lini dan profesi di pemerintahan, lembaga swasta, dan kemasyarakatan.

2. Kelemahan

  1. Perkembangan program studi yang pesat kurang diimbangi dengan perencanaan pelaksanaan, koordinasi, dan regulasi yang matang dan komprehensif. Selain itu, pemantauan dan evaluasi terhadap program studi juga belum dilaksanakan secara optimal.
  2. Pada aspek SDM, terdapat ketimpangan pada konfigurasi keahlian dosen PNS. Sebagian besar dosen PNS memiliki latar belakang bidang Islamic Studies. Akibat dari ketimpangan ini, rasio dosen PNS-mahasiswa pada program studi non-Islamic Studies belum berada pada rasio ideal 1:30.
  3. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk bidang akademik belum optimal. Hal ini disebabkan masih terbatasnya kompetensi penggunaan TIK di kalangan sivitas akademika.
  4. Sungguhpun kinerja penelitian dosen berada pada kondisi yang baik ditinjau dari aspek partisipasi dosen, kelemahan masih ditemukan terutama dalam mutu, relevansi, dan manfaat penelitian yang umumnya belum banyak menyentuh kebutuhan pengembangan ilmu dan dinamika kebutuhan dan permasalahan masyarakat dan bangsa.
  5. Kelemahan pada aspek publikasi ilmiah terletak pada pemantauan dan evaluasi yang belum optimal baik terhadap mutu tulisan yang dipublikasi maupun terhadap media publikasi itu sendiri. Selain belum memiliki jurnal ilmiah dalam versi online,sebagian besar jurnal ilmiah yang diterbitkan belum terakreditasi.
  6. Tingginya jumlah nota kesepahaman (MoU) dengan kalangan institusi internasional belum diikuti oleh implementasi dalam bentuk program kerjasama yang konkret.
  7. Meski terjadi peningkatan penerimaan baik dari negara (APBN) maupun masyarakat (PNBP), kapasitas finansial UIN Syarif Hidayatullah untuk peningkatan mutu dan daya saing pendidikan masih sangat terbatas, khususnya dalam konteks pengembangan menjadi World Class University.

3. Ancaman

  1. Menguatnya pengaruh politik dalam perumusan kebijakan pemerintah, termasuk dalam bidang pendidikan, berpotensi mengarah pada politisasi yang mengancam obyektivitas suatu kebijakan.
  2. Menguatnya proses politik berpotensi menjadi perangkap yang dapat menyeret baik bagi lembaga maupun individu sivitas akademikaUIN Syarif Hidayatullah ke dalam politik praktis yang sarat konflik kepentingan dan mengabaikan norma-norma akademik.
  3. Pertumbuhan ekonomi belum optimal dapat berakibat pada masih tingginya potensi angka pengangguran terbuka, terutama bagi angkatan kerja lulusan perguruan tinggi.
  4. Meningkatnya gejala pragmatisme berpotensi melahirkan disorientasi moral pada masyarakat. Pragmatisme juga berpotensi menjadi ancaman terhadap pelaksanaan norma-norma akademik kampus, yang tercermin antara lain dalam kasus plagiarisme baik di kalangan mahasiswa maupun dosen.
  5. Meningkatnya gerakan keagamaan radikal yang intoleran dan cenderung menghalalkan kekerasan mengancam integrasi bangsa dan merugikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam yang mengusung pemahaman keagamaan yang kritis, progresif, moderat dan toleran.
  6. Meningkatnya iklim kompetisi di kalangan perguruan tinggi.Selain ditandai dengan gencarnya promosi perguruan tinggi terkemuka mancanegara seiring berlakunya pasar bebas jasa, kompetisi untuk menjadi world class universitydi kalangan perguruan tinggi dalam negeri juga cukup marak.
  7. Keberadaan perguruan tinggi swasta di Indonesia pada umumnya, dan di wilayah Tangerang khususnya, berpotensi menjadi alternatif pilihan bagi calon mahasiswa baru.

4. Peluang

  1. Kondisi makro perekonomian nasional yang cenderung membaik memungkinkan pemerintah meningkatkan anggaran pembiayaanpendidikan. Kondisi ini memberikan peluang bagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mempercepat pencapaian World ClassUniversity.
  2. Dukungan Kementerian Agama untuk pengembangan pendidikan Islam dewasa ini semakin meningkat.
  3. Dengan status sebagai Badan Layanan Umum (BLU), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki peluang untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan secara mandiri dan berkelanjutan.
  4. Dengan komitmen UIN Jakarta untuk membangun sebuah kultur akademik yang mengedepankan kritisisme, objektivitas dan integritas bagi segenap sivitas akademika, UIN Jakarta memiliki peluang untuk menciptakan kehidupan politik bangsa yang lebih sehat melalui kiprah alumninya yang memiliki karakter seperti tersebut di atas.
  5. Dengan menetapkan knowledge, piety dan integrity sebagai nilai dasar (basic values) lulusan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki peluang untuk menjadikan visi pembangunan karakter sebagai salah satu keunggulan kompetitifnya (competitive advantages).
  6. Meningkatnya kesadaran akan bahaya radikalisme agama dan pentingnya saling pengertian antar umat beragama merupakan peluang bagi penguatan eksistensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai institusi yang konsisten dan terdepan dalam pengembangan dan penyebarluasan pemahaman keagamaan Islam yang progresif dan toleran di Indonesia.

 

C. KERANGKA PENGEMBANGAN

1. Visi, Misi, dan Tujuan 2012-2026

Visi UIN Jakarta pada tahap 2012-2026 dirumuskan sebagai berikut:

“UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA MENJADI UNIVERSITAS KELAS DUNIA DENGAN KEUNGGULAN INTEGRASI KEILMUAN, KEISLAMAN, DAN KEINDONESIAAN”.

Sebagai penjabaran dari visi tersebut, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengemban MISI sebagai berikut:

1) Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan untuk pengembangan keilmuan, transformasi sosial, dan peningkatan daya saing bangsa.
2) Menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam kerangka struktur dan kultur organisasi yang kokoh, berintegritas, dan akuntabel.
Untuk memudahkan pelaksanaan misi pada tataran yang lebih teknis dan operasional, kedua poin misi tersebut diuraikan ke dalam 4 (empat) butir tujuan pengembangan yang mencakup:
1) Meningkatkan kinerja pendidikan dan pengajaran yang berdampak terhadap peningkatan mutu dan kompetensi lulusan.
2) Meningkatkan kinerja penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat secara sinergis dalam rangka peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan.
3) Meningkatkan koordinasi dan membangun sinergi antar-unit untuk penguatan struktur dan kultur organisasi.
4) Meningkatkan penegakan prinsip-prinsip tata kelola universitas yang baik pada semua area manajerial.

Gambar 1

VISI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA MENJADI UNIVERSITAS KELAS DUNIA DENGAN KEUNGGULAN INTEGRASI KEILMUAN, KEISLAMAN, DAN KEINDONESIAAN
MISI 1 2
Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan untuk pengembangan keilmuan, transformasi sosial, dan peningkatan daya saing bangsa. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam kerangka struktur dan kultur organisasi yang kokoh, berintegritas, dan akuntabel.
TUJUAN 1 2 3 4
Meningkatkan kinerja pendidikan dan pengajaran yang berdampak terhadap peningkatan mutu dan kompetensi lulusan. Meningkatkan kinerja penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat secara sinergis dalam rangka peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan. Meningkatkan koordinasi dan membangun sinergi antar-unit untuk penguatan struktur dan kultur organisasi. Meningkatkan penegakan prinsip-prinsip tata kelola universitas yang baik pada semua area manajerial.

2. Kerangka Pengembangan UIN Jakarta Menuju World Class University

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki komitmen untuk mengembangkan lembaga Pendidikan Tinggi Islam kelas dunia (World ClassUniversity). World ClassUniversity adalah universitas yang mendapatkan pengakuan global, yang ditandai dengan reputasi akademik yang unggul, lulusan yang berdaya saing, jumlah sitasi dosen yang tinggi, rasio dosen dan Mahasiswa yang ideal, serta jumlah mahasiswa dandosen asing yang tinggi.

Kerangka kebijakan UIN Jakarta dalam merumuskan visi, misi dan programnya merujuk kepadaberbagai dokumen Renstra sebagaimana disebut di atas.Substansi dari berbagai regulasi tersebut menunjukkan adanya orientasi yang kuat pada peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi yang berbanding lurus dengan tuntutan terhadap penguatan posisi strategis (strategic positioning) perguruan tinggi. Dalam berbagai dokumen perencanaan tersebut, perguruan tinggi ditempatkan sebagai garda terdepan dalam proses peningkatan daya saing bangsa dalam kancah internasional. Dalam konteks inilah, visi pengembangan perguruan tinggi dalam skala nasional menuju World ClassUniversitymenjadi sangat relevan.

Dalam merespon kebijakan tersebut, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah merumuskan visi, misi dan tujuannya dalam beberapa tahap (milestones) yang pada akhirnya diharapkan akan mengantarkan UIN Jakarta menjadi salah satu World Class university (WCU)pada tahun 2026. Perumusan visi, misi dan tujuan yang berorientasi pada WCU tersebut, bukan hanya sebagai respon yang bersifat reaktifterhadap isu pembangunan perguruan tinggi bertaraf internasional, tetapi juga didorong oleh cita-cita luhur untuk ikut mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas, yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya sumberdaya manusia yang unggul, pengembangan ilmu pengetahuan yang berkesinambungan, dan pemanfaatan ilmu untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai strategi dalam rangka merealisasikan visi tersebut, Renstra jangka panjang UIN Jakarta disusun dalam3 (tiga) tahapan (milestones) sebagai berikut:

1) Tahap Capacity Strengthening(2012-2016)

Tahap ini difokuskan pada pembenahan internal dan pembangunan karakter kelembagaan baik pada aspek substansi akademik melalui pengembangan budaya penelitian dan penguatan kerangka integrasi keilmuan maupun aspek tata kelola kelembagaan dan keuangan.Keberhasilan tahap ini ditandai dengan terpenuhinya berbagai kondisi kelembagaan baik dari sisi sistem akademik, tata kelola kelembagaan yang meliputi keuangan, organisasi dan sumber daya manusia maupun ketersediaan sarana prasarana sebagaimana yang dituangkan dalam matriks sebagaimana terlampir.

2) Tahap Progressing towards Excellence(2017-2021)

Tahap ini difokuskan pada peningkatan kinerja pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi) dalam kesatuan yang sinergis.Pada tahap ini pengembangan diorientasikan pada peningkatan penyelenggaraan jaminan mutu pendidikan baik pada aspek akademik maupun aspek non akademik.Keberhasilan tahap ini ditandai dengan meningkatnya kerjasama UIN dengan berbagai institusi baik di dalam maupun luar negeri.Pada tahap ini UIN Jakarta diharapkan sudah masuk menjadi salah satu dari 100 universitas terbaik di Asia.

3) Tahap GlobalRecognition (2022-2026)

Kebijakan pada tahap ini difokuskan pada penguatan eksistensi dan daya saing UIN Syarif Hidayatullah pada taraf internasional. Keberhasilan tahap ini ditandai dengan terpenuhinya seluruh indikator world class university dan tampilnya UIN Syarif Hidayatullah di jajaran 300 perguruan tinggi teratas dunia versi lembaga pemeringkat universitas yang kredibel.

D. KEBIJAKAN DAN PROGRAM STRATEGIS

1. Alur Perumusan Kebijakan, Program dan Kegiatan

Kebijakan strategis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012 – 2016 diturunkan dari empat tujuan Renstradan dikelompokkan dalam empat kelompok (cluster) kebijakan sebagai berikut:

  1. Kebijakan Peningkatan Kinerja Pendidikan dan Pengajaran;
  2. Kebijakan Peningkatan Kinerja Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat;
  3. Kebijakan Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Struktur Organisasi
  4. Kebijakan Peningkatan Penegakan Prinsip-prinsip Tata Kelola Universitas yang Baik.

Masing-masing cluster kebijakan di atas melahirkan sejumlah kebijakan strategis yang berfungsi sebagai acuan dalam penyusunan program, kegiatan, indikator dan target capaian. Alur perumusan kebijakan, program, dan kegiatan diilustrasikan dalam gambar berikut ini.

Gambar2.

Alur Perumusan Program dan Kegiatan

2. Kebijakan, Program, dan Kegiatan

a. Peningkatan Kinerja Pendidikan dan Pengajaran

Kelompok kebijakan peningkatan kinerja pendidikan dan pengajaran dijabarkan dalam 6 (enam) kebijakan strategis yaitu:

1) Peningkatan Keunggulan Berbasis Integrasi Keilmuan, Keislaman, dan Keindonesiaan

Program-program untuk peningkatan keunggulan berbasis Integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan yaitu: pengembangan keunggulan kompetitif dan komparatif.

2) Pemantapan Program Studi

Guna menguatkan aspek akademik Universitas perlu dilakukan reposisi program studi dan penguatan struktur Program Paskasarjana.

3) Peningkatan Ketersediaan Dosen Berkualifikasi Tinggi dan Kompeten

Dalam rangka pelaksanaan kebijakan peningkatan ketersediaan dosen berkualifikasi tinggi dan kompeten, dilaksanakan program-program yang mencakup:pertama, peningkatan manajemen penyediaan dosen; kedua, pengangkatan dan rekruitmen dosen berdasarkan Program Studi; ketiga, peningkatan kualifikasi dan kompetensi dosen berdasarkan kebutuhan Program Studi; keempat,pengusulan Guru Besar dan Lektor Kepala berdasarkan kualifikasi akademik, kompetensi profesional, dan kebutuhan Program Studi.

4) Peningkatan Ketersediaan Prasarana dan Sarana Pendidikan yang Bermutu

Dalam rangka peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana pendidikan yang bermutu, dilaksanakan 5 (lima) program, yaitu: pertama,peningkatan manajemen penyediaan prasarana dan sarana pendidikan; kedua,peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana akademik umum yang bermutu; ketiga, peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana akademik khusus yang bermutu; keempat, peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana penunjang yang bermutu.

5) Peningkatan Mutu Input Mahasiswa

Sebagai salah satu strategi peningkatan mutu input mahasiswa, peningkatan kualitas seleksi penerimaan mahasiswa baru menjadi prioritas program.

6) Peningkatan Mutu Mahasiswa

Kebijakan peningkatan mutu Mahasiswa dilaksanakan melalui 2 (dua) program, yaitu: pertama,program peningkatan kualitas (Upgrading) mahasiswa baru; dan kedua,program peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa.

7) Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Lulusan

Kebijakan peningkatan kompetensi dan daya saing lulusan bertujuan untuk membekali mahasiswa dan lulusan (alumni) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kebijakan dilaksanakan melalui 4 (empat) program. pertama, peningkatankualitasmanajemen lulusan; kedua, peningkatan kompetensi profesional lulusan; ketiga, peningkatan kompetensi kewirausahaan; keempat, peningkatan kompetensi personal/interpersonal.

b. Peningkatan Kinerja Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada       Masyarakat

Kelompok kebijakan Peningkatan Kinerja Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat dijabarkan dalam 6 (enam) kebijakan strategis yaitu:

1) Penguatan Basis Struktur Penelitian

Untuk kebijakan penguatan basis struktur penelitian, dilaksanakan dalam bentuk 3 (tiga) program yang meliputi: pertama, standarisasi mutu, relevansi, dan manfaat penelitian; kedua, pengembangan kerangka tematik penelitian berdasarkan bidang ilmu; ketiga, peningkatan kompetensi Dosen Peneliti.

2) Peningkatan Budaya Riset di Kalangan Sivitas Akademika

Untuk kebijakan peningkatan budaya riset di kalangan sivitas akademika, dilaksanakandalam bentuk3 (tiga) program yang meliputi: pertama, peningkatan partisipasi penelitiandosen dan Guru Besar; kedua, diseminasi hasil penelitian; ketiga, peningkatan kualitas penelitian mahasiswa.

3) Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Manfaat Penelitian

Sebagai bagian dari kebijakan peningkatan mutu, relevansi, dan manfaat penelitian akan dilaksanakan dalam 2 (dua) program yang yaitu: pertama,peningkatan kualitas penelitian dosen dan Guru Besar dan kedua,pengembangan kerjasama dengan asosiasi profesi dan dunia industri dalam rangka pemanfaatanhasil penelitian.

4) Peningkatan KapasitasManajemen Penelitiandan Pengabdian pada Masyarakat

Program-program dalam rangka kebijakan Peningkatan Kapasitas Manajemen Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat meliputi: pertama,program pengembangan manajemen Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat; kedua program peningkatan mutu dan manfaat publikasi ilmiah; ketiga,pengembangan kerjasama.

5) Peningkatan Akses Informasi

Kebijakan Peningkatan Akses informasi dilaksanakan dalam 1 (satu) program, yaitupengembangan Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.

6) Peningkatan Mutu dan Manfaat Pengabdian kepada Masyarakat

Kebijakan Peningkatan Mutu dan Manfaat Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui 3 (tiga) program, yaitu: pertama,peningkatan kapasitas manajemen unit penyelenggara pengabdian kepada masyarakat; kedua peningkatan mutu dan relevansi pengabdian kepada masyarakat; dan ketiga,monitoring dan evaluasi dampak pengabdian kepada masyarakat.

c. Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Struktur Organisasi

Kebijakan-kebijakan strategis dalam rangka peningkatan efektifitas dan efisiensi struktur dan organisasi mencakup: 1) Kebijakan peningkatan efektivitas dan efisiensi struktur organisasi; 2) Peningkatan koordinasi dan sinergi antar unit pada area kunci managerial; dan 3) Penguatan koordinasi pengelolaan program Pascasarjana.

1) KebijakanPeningkatan Efektifitas dan Efisiensi Struktur Organisasi

Kebijakan Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Struktur Organisasi dilaksanakan melalui 2 (dua) program, yaitu: pertama,program review tugas pokok fungsi unit-unit organisasi; kedua,reorganisasi unit-unit organisasi berdasarkan tugas pokok dan fungsi.

2) Peningkatan Koordinasi dan Sinergi antar Unit pada Area Kunci Managerial

Kebijakan pengembangan sistem informasi dan komunikasi antar lini dilaksanakan melalui 2 (dua) program, yaitu: pertama,peningkatan koordinasi dan sinergi antar unit; kedua,pengembangan sistem informasi dan komunikasi antar lini.

3) Penguatan Koordinasi Pegelolaan Program Pascasarjana

Kebijakan penguatan koordinasi pengelolaan program Pascasarjana dilaksanakan melalui program penguatan Pascasarjana Fakultas dan Sekolah Pascasarjana.

d. Peningkatan Penegakan Prinsip-prinsip Tata Kelola Universitas yangBaik

Kebijakan-kebijakan strategis dalam rangka peningkatan penegakan prinsip-prinsip tata kelola universitas yang baik mencakup:

1) Peningkatan Profesionalisme Manajemen Akademik

Kebijakan peningkatan profesionalisme manajemen akademik dilaksanakan melalui 3 (tiga) program, yaitu:pertama, pengembangan sistem penjaminan mutu;kedua,peningkatan layanan penerimaan mahasiswa baru; dan ketiga, peningkatan layanan akademik mahasiswa.

2) Peningkatan Profesionalisme Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Kebijakan peningkatan profesionalisme manajemensumber daya manusia dilaksanakan melalui 6 (enam) program, pertamapeningkatan efektifitas proses rekruitmen; kedua pengembangan sistem karir pegawai; ketiga peningkatan kualitas pegawai; keempat penilaian dan evaluasi pegawai; kelima peningkatan kesejahteraan/penghargaan pegawai; dan keenam pasca kerjapegawai.

3) Peningkatan Akuntabilitas Manajemen Prasarana dan Sarana

Kebijakan peningkatan profesionalisme manajemen prasarana dan sarana dilaksanakan melalui 3 (tiga) program, yaitu: pertamapemetaan dan pengembangan prasarana dan sarana berbasis kebutuhan; kedua, peningkatan pengamanan status hukum lahan dan bangunan; ketiga, akuntabilitas pengelolaan aset; keempat, penilaian, penghapusan, dan pemindahtanganan aset.

4) Peningkatan Profesionalisme Manajemen Perencanaan dan Keuangan

Kebijakan peningkatan profesionalisme manajemen perencanaan dankeuangan dilaksanakan melalui 5 (lima) program, yaitu:pertama,penguatan integrasi penyusunan program dan penganggaran; kedua,penguatan sistem manajemen perbendaharaan dan penatausahaan; ketiga,optimalisasi pembiayaan dan pendanaan dalam pengembangan manajemen keuangan; keempat,pengembangan sistem informasi akuntansi dan pelaporan; kelima,penguatan sistem pengawasan dan evaluasi.

Kebijakan, program, kegiatan, indikator ketercapaian dan target capaian tersebut diatas diuraikan secara rinci pada matriks terlampir.

E. STRATEGI PEMBIAYAAN

1. Perspektif Pembiayaan

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah berubah statusnya menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sebagaimana diatur dan diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 68 dan 69, mendorong dan menguatkan pengelolaan keuangan yang mengedepankan kemandirian, pengelolaan semi swasta dan fleksibilitas keuangan yang akan mengembangkan potensi pengelolaan anggaran dalam hal penerimaan dari kerjasama berbagai sektor. Fleksibilitas pengelolaan dilaksanakan mulai dari perencanaaan, pengelolaan kas, pengelolaan piutang, investasi jangka pendek, pembiayaan dalam skema kewajiban jangka pendek serta pemanfaatan aset dalam rangka mengembangkan potensi dan optimalisasi kekayaan negara.

Sebagai PTAIN yang bernaung di lingkungan Kementerian Agama, UIN Syarif Hidayatullah memiliki struktur pembiayaan yang didanai dari dua sumber penerimaan, yaitu APBN dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan penerimaan dari masyarakat dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mendapatkan izin melakukan pengelolaan keuangan dengan pola Badan Layanan Umum (BLU). Mengacu pada konfigurasi anggaran UIN Syarif Hidayatullah Tahun 2010 dan 2011, kontribusi DIPA APBN dan PNBP terhadap total anggaran masih perlu diupayakan idealitas dan keseimbangannya, meskipun berada pada nilai yang semakin baik.

Dengan demikian, pembiayaan UIN Syarif Hidayatullah berdasarkan sumber penerimaan memiliki konfigurasi ideal dengan perimbangan komposisi penerimaan dari negara dan masyarakat sebagai berikut:

1) Penerimaan dari negara, 60%
2) Penerimaan dari masyarakat, 40%, dengan komposisi:
    a) Mahasiswa 25%;

    b) Sektor ekonomi produktif 15%, yang termasuk di dalamnya pengembangan unit-unit usaha yang terintegrasi dalam holding company, kerjasama dengan berbagai lembaga seperti pemerintah daerah dan lembaga donor, hasil dari dana endowment(baik wakaf tunai dan non tunai), serta dana abadi.

Tabel 1.
Komposisi Sumber dan Strategi Pembiayaan
Tahap Capacity Strengthening(2012-2016)
No Sumber Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
1 DIPA APBN 65% 64% 63% 61% 60%
2 PNBP Mahasiswa 30% 29% 28% 26% 25%
3 PNBP Sektor Produktif dan Endowmentdan Dana Abadi 5% 7% 9% 13% 15%
  TOTAL 100% 100% 100% 100% 100%

2.    Skenario Pembiayaan

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah memiliki gambaran besaran Biaya Satuan Pendidikan Tinggi (BSPT) yang telah terjadi, yakni pada tahun 2011 sebesar Rp.17.681.564,-/ mahasiswa/ tahun. Sehingga UIN Jakarta memproyeksi nilai pembiayaan tahun 2012-2016 yang mendekati ideal pada besaran awal dengan nilai tersebut.

Estimasi jumlah dana dari seluruh komponen biaya yang dibutuhkan UIN Jakarta selama periode Renstra 2012-2016 disusun berdasarkan sejumlah asumsi yang meliputi: pertama, tingkat inflasi berdasarkan inflasi rata-rata periode 2003-2011 sebesar 5,54%; kedua, proyeksi (BSPT) periode 2012-2016, dihitung berdasarkan hasil Model Perhitungan BSPT UIN Jakarta tahun 2011 dikali rata-rata inflasi Januari 2002 s.d Desember 2011 5,54% per tahun (diolah dari data Bank Indonesia); dan ketiga, proyeksi jumlah mahasiswa periode 2012-2016, didasarkan pada rata-rata tingkat pertumbuhan mahasiswa UIN Jakarta periode 2006-2011 sebesar 6,8% per tahun.

Berdasarkan perhitungan di atas, maka rencana strategi pembiayaan UIN Jakarta pada periode capacity strengthening (2012-2016) adalah seperti pada tabel 2 (dua) di bawah ini.

Tabel 2

Strategi Pembiayaan

Tahun Sumber Penerimaan Alokasi Porsi Kebutuhan Pembiayaan
2012 DIPA APBN 65 %
PNBP, MAHASISWA 30%
PNBP, SEKTOR PRODUKTIF 5%
2013 DIPA APBN 63 %
PNBP, MAHASISWA 28%
PNBP, SEKTOR PRODUKTIF 7%
2014 DIPA APBN 62 %
PNBP, MAHASISWA 27%
PNBP, SEKTOR PRODUKTIF 9%
2015 DIPA APBN 61 %
PNBP, MAHASISWA 26%
PNBP, SEKTOR PRODUKTIF 13%
2016 DIPA APBN 60 %
PNBP, MAHASISWA 25%
PNBP, SEKTOR PRODUKTIF 15%

3. Distribusi Penggunaan Anggaran Menurut Kelompok Kebijakan

Skema yang digunakan dalam proses pengelolaan dan pengaturan anggaran menggunakan pendekatan sumber daya penerimaan. Sedangkan skema yang digunakan dalam proses pendistribusian anggaran mengacu pada 4 (empat) kelompok kebijakan strategis Renstra.

Dana yang dialokasikan untuk masing-masing kelompok kebijakan disesuaikan dengan jenis-jenis penerimaan dengan porsi yang disesuaikan dengan visi strategis yang hendak dicapai pada akhir periode Renstra, yaitu tersedianya prakondisi Universitas Riset Dunia pada tahun 2016.Dalam skema ini, tiap kelompok kebijakan menerima anggaran dengan porsi yang berbeda dari masing-masing sumber penerimaannya.

  1. Kelompok Kebijakan Peningkatan Kinerja Pendidikan dan Pengajaran (KK1).

Penggunaan anggaran pada komponen ini sebagian besar untuk kegiatan rutin, yakni pemenuhan kebutuhan seperti gaji dan tunjangan (gaji PNS untuk tenaga pendidik dan kependidikan), belanja barang dan jasa operasional kegiatan sehari-hari perkantoran dan perkuliahan. Di samping kegiatan rutin, komponen ini juga mengalokasikan biaya pengembangan,seperti penyediaan tenaga pendidik dan kependidikan yang lebih kompeten, pengembangan kualitas lulusan, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

  1. Kelompok Kebijakan Peningkatan Kinerja Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (KK2).

Penggunaan anggaran ini ditujukan untuk kegiatan pengembangan, yakni alokasi pengeluaran peningkatan kapasitas kualitas dan publikasi atas penelitian, pengabdian masyarakat, sistem informasi manajemen penelitian dan pengabdian masyarakat.

  1. Kelompok Kebijakan Peningkatan Koordinasi dan Pembangunan Sinergi antar-unit (KK3).

Pengeluaran anggaran pada kelompok ini ditujukan untuk kegiatan pengembangan, yakni peningkatan koordinasi dan sinergi antar unit pada area kunci managerial, pengintegrasian unit-unit bisnis dan pengembangan lembaga.

  1. Kelompok Kebijakan Peningkatan Penegakkan Prinsip-prinsip Tata Kelola Universitas yang baik (KK4)

Penggunaan anggaran pada kelompok kebijakan ini akanterkait pada peningkatan kapabilitas manajemen administrasi, keuangan, pelaporan, manajemen SDM, manajemen sarana dan prasarana, serta kebijakan reward dalam remunerasi BLU.

Paparan kebutuhan empat kelompok kebijakan di atas menunjukkan bahwa untuk 5 tahun ke depan penggunaan anggaran merupakan gabungan antara kebutuhan kegiatan rutin dan kegiatan untuk pengembangan. Secara kasar tiap tahunnya UIN Jakarta membutuhkan pembiayaan 60% kegiatan rutin dan 40% kegiatan pengembangan. Untuk empat bidang di atas, pengeluaran yang besar masih didominasi oleh KK1 yakni 82%, KK2 sebesar 5%, KK3 sebesar 2% dan KK4 sebesar 11%.

4.    Strategi Pencapaian Target Pembiayaan

Untuk mendukung pencapaian target pembiayaan periode 2012-2016, UIN Syarif Hidayatullah mengembangkan 3 (tiga) strategi sebagai berikut:

  1. Penguatan sistem perencanaan dan penganggaran.Strategi ini dilakukan melalui antara lain penyusunan standar internal Biaya Satuan Pendidikan Tinggi (BSPT) atau dengan istilah lain adalah Unit Cost. Metode yang digunakan adalah pembiayaan berbasis kegiatan (Activity Based Costing —ABC), yang mengandaikan teridentifikasinya seluruh kebutuhan kegiatan dalam perencanaan secara detail. Penyusunan standar internal BSPT merupakan komponen penting bagi perhitungan anggaran yang dibutuhkan dan sekaligus sebagai acuan bagi penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran DIPA UIN Jakarta. Dengan demikian, hasil perhitungan berfungsi sekaligus sebagai rasionalisasi atas anggaran yang diajukan untuk meningkatkan penerimaan dari APBN. Untuk kepentingan akurasi dalam perhitungan, penyusunan BSPT juga mengandaikan keterlibatan dari seluruh unit kunci dalam proses identifikasi kebutuhan dari kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan. Karena itu, metode ABC juga harus didukung dengan perencanaan dan penganggaran yang bersifat bottom-up yang melibatkan seluruh unit.

Untuk mendongkrak penerimaan pada sektor PNBP, akan dilakukan strategi pengelolaan pembiayaan sebagai berikut:

a)  Pengembangan mahasiswa kelas Paskasarjana pada Sekolah Paskasarjana dan Magister Fakultas. Hal ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan publikasinya, sekaligus menjaring nilai pembiayaan dari sumber ini dengan optimal karena dengan program tersebut pengembangan kerjasama dan tarif layanan sangat potensial untuk dilaksanakan;

b)  Integrasi unit-unit bisnis dengan pembentukan holding company sebagai wadah konsolidasi dan pengembangan dalam skema badan hukum yang sesuai dengan ketentuan, mengoptimalkan unit bisnis sebagai revenue center atas sumber pembiayaanyang berkesinambungan

c)   Endowment, yakni wakaf yang didapatkan dari berbagai sumber, khususnya alumni dan masyarakat lainnya, yang memberikan sumbangan bagi peningkatan kegiatan dan kualitas UIN Jakarta.

d)  Dana abadi, yaitu dana yang dihimpun dari pendapatan institusional UIN Jakarta yang dijadikan sebagai dana permanen dan hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan sosial di lingkungan UIN Jakarta.

  1. Diversifikasi sumber-sumber penerimaan non-APBN. Diversifikasi ini diperlukan mengingat terbatasnya kapasitas APBN untuk membiayai berbagai program dan kegiatan selama periode Renstra. Diversifikasi penerimaan dilakukan antara lain melalui revitalisasi unit-unit ekonomi dan unit bisnis potensial dan intensifikasi kerjasama dengan berbagai stakeholders seperti pemerintah daerah serta sektor-sektor ekonomi produktif nasional dan internasional. Kerjasama dapat difokuskan terutama pada berbagai bentuk aktivitas akademik yang sejalan dengan karakteristik UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi, yaitu penelitian dan pengembangan dalam bidang sosial keagamaan, teknologi industri dan jasa konsultansi dan pelatihan dalam bidang keagamaan, kesehatan, psikologi, dan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan stakeholders.
  1. Peningkatan akuntabilitas dan transparansi.Hal ini dilakukan dalam pengelolaan berbagai sumber daya termasuk keuangan, SDM, prasarana dan sarana secara efektif dan efisien untuk pencapaian tujuan organisasi. Pada saat yang sama, akuntabilitas dalam pengelolaan juga berfungsi untuk meningkatkan kepercayaan kalangan stakeholders atas pengelolaan anggaran yang dikelola UIN Jakarta dari berbagai sumber penerimaan. Sebagai PTAIN Badan Layanan Umum (BLU), pengelolaan sumber daya ekonomi secara akuntabel berfungsi pula sebagai instrumen peningkatan kontribusi PNBP terhadap kebutuhan pembiayaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

F. PENUTUP

1. Pengembangan dan Pelaksanaan Renstra

Renstra Universitas ini dibuat untuk menjadi acuan kerja penyelenggara Universitas. Renstra ini merupakan elaborasi dari rumusan visi dan misi Universitas yang disusun untuk memandu manajeman Universitas dalam melaksanakan misi dan mencapai visinya. Oleh sebab itu, Renstra ini perlu dijadikan komitmen bersama seluruh pihak dalam manajemen Universitas,sehingga pengembangan Universitas ini berlangsung secara simultan dan berkesinambungan.

Sebagai pedoman kerja, Renstra ini perlu ditindak lanjuti dengan pembahasan di tingkat unit kerja guna memastikan kerbelangsungan program dan ketercapaian tujuan sesuai indikator dan target yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, masing-masing unit dan sub unit manajemen universitas perlu mengidentifikasi kebijakan, program dan kegiatan dan memastikan bahwa berbagai kebijakan, program dan kegiatan tersebut dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Di samping itu, guna mengembangkan potensi institusi secara maksimal, unit-unit di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta perlu memiliki Rencana Strategis masing-masing dengan mengacu pada Renstra Universitas.

Namun demikian, untuk menghindari adanya tumpang tindih program, kegiatan dan anggaran antar unit, maka koordinasi dan pendekatan yang bersifat sinerjik dalam tahap perencanaan dan implementasi berbagai program dan kegiatan tersebut perlu dilakukan. Sehingga keberadaan unit-unit tersebut dengan segala kekhasannya baik dari visi, misi dan strategi pengembangannya tidak bersifat atomistic, tetapi tetap terhubungkan satu sama lain karena tetap mengacu pada satu payung renstra yang sama, yaitu Renstra Universitas.

2. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan Evaluasi merupakan bagian integral dari pelaksanaan Renstra ini.Monitoring dilakukan oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas/lembaga/pusat dengan berpedoman pada rencana kerja tahunan. Pada setiap tahun anggaran, Pimpinan Universitas dan pimpinan unit memastikan ketersediaan rencana kerja tahunan yang mengacu pada Renstra Universitas dan Renstra unit. Selanjutnya para pimpinan meninjau secara berkala efektivitas program-program dan kegiatan-kegiatan tahun berjalan.

Di akhir setiap tahun anggaran, para pimpinan tersebut melakukan evaluasi dalam bentuk kajian dan analisa terhadap keberlangsungan program dan kegiatan, serta ketercapaian target-target yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu acuan untuk penyusunan program dan kegiatan tahun berikutnya.

Di akhir setiap tahapan (milestone), pimpinan universitas dan unit melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap berbagai kebijakan, program, kegiatan dan indikator yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Evaluasi tersebut meliputi ketepatan perencanaan, keberlangsungan program dan kegiatan, ketercapaian indikator dan target, prestasi yang dicapai, dan kendala-kendala yang dihadapi. Hasil evaluasi setiap tahapan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan penting untuk menyusun strategi menuju ke tahap (milestone) berikutnya.

Share This